Murah Meriah Hostel City Lodge,Auckland,New Zealand.

Tanggal 22 Juni 2017.

Sebelumnya, baca dulu ini, Keliling New Zealand dari Utara ke Selatan. 

Okey, setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan dari Jakarta, akhirnya landed di Auckland, liburan sesungguhnya baru akan dimulai. Terlebih lagi, setelah melewati pihak imigrasi yang ramah dan tidak merepotkan, terus melewati bagian declare. Hati ini lebih plong...
Auckland city..
Hal pertama yang dilakukan ketika sudah keluar pintu utama, cari simcard. Sepertinya, waktu itu, random saja deh masuk ke salah satu store yang ada disana. Intinya sih, supaya bisa terhubung dengan pekerjaan sih. Itu dijadikan alasan, padahal ya ingin pamer dan eksis doang. Hahahaha.. Beli kartu Vodaphone, bayar NZD 49 untuk 3 GB. Buat kamu yang ingin pakai simcard, mungkin pakai Spark bisa lebih bagus deh signalnya, dibanding Vodaphone. Salah satu diantara kami, pakai Spark, ketika terjebak salju di Lake Tekapo, hanya dia saja yang dengan santai bisa melanglang buana didunia maya. 

Hampir jam 8 malam juga, baru benar- benar melangkah keluar dari airport. Saatnya cari taxi menuju ke hotel. Kenapa taxi? Sederhana, taxi lebih murah jika dibanding dengan naik bus. Hitungannya, per orang naik bus kena NZD 18, untuk berempat sudah NZD 72, sedangkan kemaren itu naik taxi dan sudah diantar sampai didepan hotel, bayar NZD 58 untuk berempat. Kalau kamu hanya sendiri, ya okelah, naik bus. 

Karena malam, tidak banyak yang bisa dilihat sih selama perjalanan dari aiport ke kota, tepatnya ke City Lodge, 150 Vincent Street. Mungkin sekitar 30 menitan kali ya. Malam itu dingin dan sedikit gerimis. Ya, bukan juga dingin - dingin sampai mengigil. Masih okey. Sejuk dan menyenangkan. Kotanya sepi. Tenang. Nyaman. Bersih. 

Pilihan nginap disini, bukan pilihan aku. Seperti yang aku tulis dipostingan sebelumnya, trip ke New Zealand, kali ini, benar- benar buta dan tidak tahu menahu. Semuanya, diurusin oleh travelmate yang super kece dan smart, Skydworld.
Dapur , photo by Skydworld.
Bermalam di City Lodge untuk berempat, bayar Rp 1.107.620,- atau per orang Rp 276.905. Okey sih untuk harga segitu, menurutku ya. Walaupun kamarnya kecil, tapi masih bisa buat masak- masakan. Padahal ya, di basement ada dapur gede buat masak sepuasnya, ada perlengkapan dapur hingga alat makan, ada kulkas, kompor yang bisa kamu pakai sesuka hati kamu. Ingat, wajib bersihkan sendiri, apa yang kamu pakai. Kamar mandi didalam, ada air panas. Bersih dan nyaman sih. Kemaren itu, kalau tidak salah dapat lantai 1, ya, tenang, ada lift kok. 
Kamar tidur
Tidak ada wifi gratis yeahh.. kudu bayar lagi. Walaupun begitu, staff-nya oke- oke. Termasuk living room yang ada di basement juga. Ada tv gede buat nonton. Ada jadwal gitu lagi ada nobar film apa. Semuanya gratis. Kalau tidak mau nonton, kamu bisa nongkrong disalah satu sudut, entah mau baca buku, atau mau bengong tidak jelas. 

Seberang City Lodge, ada mini market gitu. Kalau butuh cemilan, snack dan sebagainya, tinggal ngesot. Malam itu, ketika sudah taruh bagasi, kami ngacir keluar ditengah malam yang semakin dingin, ditambah gerimis yang tidak diundang. 
Chinesse store..
Sempat jalan kaki agak jauh ke arah keramaian bersumber. Ikutin irama dan jejak kaki. Menemukan secercah sinar yang menandakan, malam itu, Auckland masih ada kehidupannya. Walaupun sepi, walaupun, sebagaian besar toko- toko sudah pada tutup, tetap saja, ada yang bisa dilihat, masih ada beberapa mini market yang buka. Paling tidak, besok sudah pagi, sudah ada gambaran mau melangkah kemana kaki ini, selain tujuan utama adalah ambil mobil di Jucy. Disekitaran sini, ada super market ( macam Chinese store gitu ), terus ada foodcourt juga. Kalau kamu penyuka makanan Jepang, ya sudah cocok. Tinggal pilih saja, mau makan ditoko yang mana. Berjejer.


Auckland, entahlah, buatku sih biasa saja. Tidak ada special. Mungkin, karena tidak punya kesempatan untuk menjelajah seisi kotanya juga kali ya. Jadinya, tidak menarik hati. Jadinya, biasa- biasa saja. 
Jucy rental.
Kami hanya 1 malam saja di City Lodge, setelah beres- beres, langsung checked out. Titip tas. Terus jalan- jalan sekenanya saja. Sembari melewati jalan yang sudah dilalui semalam, sembari melihat ada apa sih di Auckland ini, ya sejalan itu juga, kami menuju Jucy rental untuk mengambil mobil. Tidak jauh buat kamu yang suka jalan kaki. 

Proses pengambilan mobil cukup memakan waktu. Ada 1 jam-an. Setelah kelar, untuk pertama kalinya, aku setir di New Zealand. Kali ini juga, menjadi pertama kali aku setir di negara orang lain. Deg- deg-an. Hermmm.... 
Pasukan...
Kembali ke City Lodge untuk ambil bagasi. Selanjutnya, langsung tancap gas menuju Waitomo. 

Note: Foto - foto kondisi hostel tidak tahu kemana. Kehapus kali ya...  Padahal, aku fotoin detail banget setiap sudutnya...

With love,

@ranselahok
---Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia--- 









Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts