18 Juta Keliling New Zealand Dari Utara Ke Selatan.

Tanggal 21 Juni - 5 Juli 2017.
Fox Glacier.
Langsung saja deh, liburan Lebaran 2017 lalu, aku berkesempatan ngetrip ke New Zealand. Yups, berkat promo tiket dari pesawat sejuta umat, Airasia, akhirnya mimpiku sejak lama untuk menikmati indahnya alam New Zealand terwujud nyata. Terlebih lagi, sering dengar cerita dari kerabat yang menjelajah tanah Kiwi itu terlebih dulu. Apalagi, selalu diakhiri dengan kalimat, kamu harus ke New Zealand, bagus banget.
Utara New Zealand.
KELILING 12 HARI NEW ZEALAND DARI UTARA KE SELATAN SEPANJANG 3.035 KM AKU HABISKAN Rp 18.615.725,85. MAHAL??? AKU BILANG TIDAK !!!
Selatan New Zealand
Dari tiket yang sudah hampir setahun lalu aku beli dengan harga yang menurutku okey banget, Rp 4.564.251,- tanpa bagasi dari Jakarta - Auckland ( pp ). Kemudian, menjelang keberangkatan, aku add ons untuk bagasi yang shared cost dengan travelmate, ya.. untuk pp tidak sampai 1 juta sih. Bilanglah, total yang aku setor ke account-nya Airasia ya Rp 5.564.251,-. 
Lake Rotoiti
Sampai pada hari yang telah ditunggu lama datang juga, tanggal 21 Juni 2017, dari Jakarta terbang ke KLIA2, terus terbang lagi ke Gold Coast, terus berakhir di Auckland, New Zealand. Perjalanan yang panjang dan melelahkan. Kalau hitunganku sih, total sehari-lah, dimulai dari aku berangkat dari rumah. Sudah termasuk selisih waktu 5 jam lebih cepat di New Zealand. Walau lelah dan capek, sudah pasti, senang dan excited banget. Liburan baru akan dimulai. 
Lake Rotoiti.
Aku habiskan 16 hari terhitung dari hari berangkat sampai aku tiba kembali di Jakarta. Dan kali ini, trip menyenangkan yang pernah ada, segala urusan itinerary-nya diurus oleh travelmate. Erhmmm, terima kasih Sista. Dari tentang penginapan, sewa mobil, rute perjalanan, apa sajalah. Paling sih, aku bilang, aku mau naik Helikopter, wuidddiih, mevvah... hahahah... sesekali tidak apa- apa kali ya. Sekali seumur hidup, cukup sih, kalau bisa dua kali, berarti kan bonus. Terus, mau sampai di tanah The Lord Of The Rings. Selebihnya, aku sama sekali tidak tahu. Bahkan, tidak tanya ke om Google
Edoras, The Lord Of The Rings Movie Set.
Selain itu, team dalam ngetrip kali ini rada lengkap. Bagian dapur pun ada. Jadi, tidak khawatir soal konsumsi. Betul. Kita bawa rice cooker, beras, sambal tempe, kentang balado, abon ikan, mie instan sampai bawa daging rendang kesukaanku, special dimasakin, walaupun akhirnya si daging harus direlakan, tidak bisa diizinkan petugas declare, mungkin dia doyan kali ya? #terimakasihchef.
Pelangi di Fox Glacier.
Tentang apa yang boleh kamu bawa masuk atau tidak, kita ya sama, selagi masih di Jakarta, pembahasannya ya tidak jauh- jauh dari itu. Boleh tidak ya? Sampai pada giliran kita, hadeh, tidak seribet apa yang dipikirkan. Ya sebutkan saja yang kamu bawa. Dan itu, kalau aku bilang, nasib- nasib-an. Dari sekian banyak barang yang kita bawa, hanya daging itu saja yang tidak lolos. Bahkan ada kabar kalau kayak tolak angin tidak boleh, nah, tuh mereka  bawa sekotak saja lewat. 
Lake Wakatipu
Gimana ya? Susah sih aku tuangkan dalam kata- kata, pengalaman sore itu melewati petugas declare. Santai banget. Entah karena, si travelmate yang jago menghipnotis dia sampai hatinya luluh lanta. Kita sih, kemaren itu jawab apa yang ditanya sambil berusaha menutupi, sembari berusaha berbohong. Hahahaha... Yang jelas, declare saja yang kamu bawa. Daripada kamu diendus sama gukguk yang siap menantimu didepan. 
Sisi lain dari Lake Wakatipu.
Terus, selama 16 hari itu di New Zealand, kita orang sewa mobil tipe sedan gitu. Padahal aku niat banget ingin pakai campervan. Selisih harga tidak seberapa, cuma khawatir, kendarain campervan di musim dingin itu, terutama kalau ada kejebak salju. Keputusan terakhir pakai sedan dari Jucy rental. Kenapa dia? Aku tidak tahu. Jangan tanya aku. Aku hanya ikut saja. 
Lake Matheson            
Pakai mobil Jucy tipe sedan Styla itu mulai dari tgl. 22 Juni - 3 Juli 2017. Total 12 hari itu kami bayar NZD 1.097,52 atau Rp 10.682.083,43 untuk 4 orang. belum termasuk bensin ya saudara- saudara. Total bayar bensin selama perjalanan itu NZD 481,45 atau Rp 4.525.630. Sudah termasuk GPS, free wifi 10 GB dan tiket penyebarangan dari Utara ke Selatan pakai Interislander Ferry, dari Wellington ke Picton. 
Interislander Ferry.
Mobil sih memang bisa untuk 5 orang, tapi terlalu sempit kali ya kalau mau full. Kan perjalanan jauh dan mau yang menyenangkan, ngapain sempit- sempitan gitu. Oh ya, Jucy itu beredar dimana - mana sih. Sepanjang perjalananku, selalu papasan dengan Jucy- Jucy lainnya. Ini menunjukkan, Jucy terkenal dan dipercaya. Aku tidak dibayar Jucy untuk tulis ini. 

Info : Aku beli 1 NZ = Rp 9.400 ,-

Awal perjalanan, aku bosan. Aku kok merasa, New Zealand itu tidak ada apa- apanya. Hadeh, mana yang dikatakan alam yang super indah itu. BOSAN. Serius... Pokoknya, cukup deh sekali datang ke New Zealand. Ketika baru mulai dari Auckland, terus pindah ke Rotorua sampai dipenghujung pulau bagian Utara New Zealand, Wellington, sama saja, datar, tidak ada special-nya, tidak ada indah- indahnya. Sudah termasuk sightseeing ke Hobbiton, Lady Knox Geyser, sama ke Waitomo cave. Biasa- biasa saja. Sekali lagi, BOSAN. 
Lake Clearwater.
Dan baru mulai terasa New Zealand sesungguhnya adalah ketika mobil mulai membelah tanah bagian Selatan negara itu. Suasana hati mulai berubah mengikuti lingkungan yang ada. Alam yang dikatakan sebagai New Zealand bergantian menghiasin kedua bola mataku. Akupun pada akhirnya bilang, ini luar biasa, ini indah banget, ini New Zealand, ini, sungguh, Tuhan maha sempurna, maha pencipta. Tidak sia- sia. Worth it banget. Terus, aku mau kembali lagi.. Jika punya kesempatan, aku pasti kembali lagi, mengunjungimu, New Zealand, tapi bagian Selatan sahaja. 
Lake Te Anau.
Kamu tidak akan percaya, kalau kamu tidak melihatnya langsung. Foto- foto yang beredar itu tidak seberapa dibanding alamnya yang asli kamu nikmati sendiri. Ini serius. Kalau boleh aku bilang, ciptakan kesempatan itu, ngetriplah ke New Zealand. Kapan ? Ya mana aku tahu.... Hahahah...
                                           Lakefront Lodge, Lake Tekapo.                                             
Kunjungi New Zealand kapan saja sih okey. Tergantung kamu maunya lihat apa? Winter atau Summer? Suka - suka. Kalau kemaren itu, kebagian musim dingin. Itu juga karena harga tiket yang menentukan. Hahaha... Dapatnya segitu dan dimusim itu, ya berangkat. Kabarnya, musim panas disana lebih mahal loh dibanding musim dingin. Aku tidak tahu pasti, ini kata orang- orang. Sampai, bisa susah dapat penginapan segala. 
Lakefront Lodge, Lake Tekapo.
Suhu di musim dingin yang aku alami masih diterima oleh badanku. Kalau di Utara, masih sekitaran 10 derajat. Nah di Selatan, suhu berkisar -2 sampai 4 derajat. Diselingin hujan air dan hujan salju. Ini sih bagian yang paling sempurna dari trip New Zealand. Mendadak mengubah rute perjalanan mendapatkan pengalaman tidak terlupakan seumur hidup. Itulah hidup, manusia yang berencana, hanya Tuhan yang bisa menentukan. 
                                  Church Of Good Shepherd.                              
Kesempatan bermandikan salju di Lake Tekapo merupakan kesempatan luar biasa dari Tuhan. Bagaimana tidak? Sempat saja, telat sehari baru ke sana, jangankan untuk menikmati salju indah itu, untuk masuk ke Lake Tekapo saja tidak bisa. Aku ingat betul, rute selanjutnya setelah dari Milford Sound adalah Dunedin dan Caitlin. Dan karena aku, setelah membelah pegunungan dari Queentowns ke Milford Sounds yang sungguh melelahkan hati karena harus melewati terowongan membuatku bilang ke travelmate, langsung ke Lake Tekapo sahaja dan menginap 2 malam disana. Hasilnya, setelah malam pertama, pagi- pagi, aku dihebohkan dengan salju tipis yang mulai turun, makin lama, makin tebal dan hari itu, terjebak dengan senang hati di Lake Tekapo, bermain salju.                            
Homer Tunnel.
Kendarain mobil di New Zealand sih gampang- gampang susah. Banyak rambu- rambu lalu lintasnya. Hanya saja, traffic light-nya yang sedikit. Jadi, wajib baca rambu dengan seksama, entah didalam kota atau luar kota. Setirnya ada dikanan, sama seperti di Indonesia. Tidak perlu SIM International sih, tapi kemaren kita translate saja, kali saja, orangnya bawel. Cuma bayar Rp 60.000,- buat translate. Kecepatan maksimum itu 100 km/jam, terus setiap kesempatan, kecepatan yang diharuskan itu tidak sama. Infrastukturnya aku bilang bagus. Mulus dan terkesan membosankan, apalagi saat masih di Utara. 
Begiinilah kondisi jalanan yang ada.
Pengalaman pertama dan seumur hidup, kendarain mobil melewati jalur kereta api. Oppss, tunggu... Ini maksudnya, benar- benar masuk ke dalam jalur kereta apinya loh. Lewati rel kereta api. Ikutin rel kereta api. Itu entah dimana, karena tidak mungkin bisa berhenti untuk foto. Itu satu- satunya jalan. Itu adalah jembatan. Jembatan itu kongsian. Jembatan untuk digunakan bersama antara mobil dan kereta api. Ya gantian gitu. Tentu, kamu tidak mungkin akan ditabrak kereta api, karena saat kereta api mau pakai tuh jembatan, kamu akan dihalang dong, tapi aku tidak tahu, bagaimana penghalang itu? Apakah pakai palang seperti pada umumnya. Cuma, tidak kebayang dong, kamu ditengah jembatan, terus, ada bunyi kereta api dari jauh. Kamu tidak mungkin bisa belok kanan atau ke kiri. Yang ada, hanya jalan terus kedepan penuh keseimbangan. Jembatan itu pas- pas-an. Pas ukuran mobil dan kereta api. 

Lainnya, New Zealand tergolong mahal buatku. Untuk makan dan penginapan. Walaupun ada koki yang ikut, tetap saja, ingin coba makanan lokal yang notabene bukan lokal- lokal banget. Macam salad, steak dan sushi. Sekali makan salad saja bisa NZD 20. Sedangkan total biaya yang dikeluarkan untuk masak makan bersama NZD 202,26 untuk berempat atau Rp 1.901.244 diluar dari biaya makan sendiri NZD 197,7 atau Rp 1.858.380.


Beberapa tempat wisata itu diperlukan tiket masuk loh, kayak di Hobbiton NZD 79, Waitomo Cave NZD 50, Lady Knox NZD 32,5. Yang paling mengesankan dan menjadi biaya besar adalah naik helikopter NZD 285 atau Rp 2.679.000 di Fox Glacier. Okey, untuk ini, kalau kamu memang berencana mencoba naik helikopter, ada baiknya, coba beli dari tempat kamu menginap, terkadang mereka ada kerja sama, jadi bisa dapat harga lebih murah. Padahal, awalnya, kami sudah book online di Franz Josef diperusahaan apa gitu, dapat harga NZD 310. Eh, akibat cuaca tidak mendukung, tidak bisa terbang. Kemudian pindah ke Fox Glacier, memutuskan untuk bermalam disini, eh.. malah dapat harga helikopter lebih murah. Selisihnya bisa dipakai buat tambahan bayar penginapan 1 malam.
Fox Glacier
Selebihnya adalah biaya penginapan yang aku bayar untuk 14 malam Rp 3.750.286,5 untuk aku sendiri. Sisa biaya lainnya, ada parkir mobil ( NZD 13 ) di Wellington, karena dapat hotel yang tidak ada free parkirnya. Ini jadi pengalaman buat kamu, kalau cari penginapan, carilah hotel yang ada bebas parkir dan dapur buat masak- masak. Terus biaya naik bus umum di Christchurch, saat travelmate-ku sudah pada pulang duluan. Sekali naik bus bayar NZD 4 atau Rp 37.600,- . Ada beli simcard untuk komunikasi kerjaan NZD 50, belanja serba- serbi NZD 179,3. Oh ya, naik bus dari Christchurch city ke bandara bayar NZD 8,5. Foto bersama diatas Glacier NZD 52.
Hobbiton Set Movie
Pada kesimpulannya, New Zealand itu seru, asik, indah banget, menyenangkan bahkan bisa merubah aku yang awalnya bilang tidak mau balik lagi menjadi mau balik kesana, tentu, untuk menikmati musim lainnya, musim panas. Menikmati New Zealand itu paling cocok adalah roadtrip, entah kamu hanya di Selatan saja, atau dari Utara ke Selatan atau sebaliknya. ASAL BUKAN DI UTARA saja. Itu sama saja, kamu tidak ke New Zealand. Tidak ada yang bisa kamu nikmati kalau di Utara. New Zealand itu bagian Selatannya, ini buat aku loh. 
Lake Wakatipu.
Selama 16 hari itu, aku hanya sekali atau 2 kali lihat Pak Polisi. Kantor polisi entah sekali atau 2 kali gitu juga. Manusianya sedikit. Yang banyak diketemui ya embek...kambing sama sapi. Lalu lintas juga sepi. Mobil yang lalu lalang bisa dihitung dengan jari. Tidak jarang, hanya ada mobil kami saja yang jalan saat itu, apalagi kalau malam. 
Lake Hawea
Kalau bisa, jika punya kesempatan waktu dan dana, kunjungi New Zealand itu jangan cuma sebentar deh. Aku 16 hari total, tidak ada apa- apanya. Masih banyak yang belum dinikmati. Bahkan, banyak dari travelers yang sampai berbulan - bulan disana. Katanya juga, biasanya, untuk nikmati Selatan saja butuh 1 bulan, itu saja ada yang bilang masih kurang. Karena memang, alamnya indah sekali. Suasananya, udaranya super bagus. Karena itu, aku ingin sekali balik lagi untuk menikmati Selatannya. 
Dekat ke Blue Pools.
Pengalaman kemaren sih, capek. Walaupun seru dan menyenangkan, tapi terhitung buru- buru, karena tidak sempat menikmati kota tempat kami bermalam. Setiap hari pindah kota, pindah penginapan, dan mau tidak mau, setiap hari kerjaannya, bongkar dan susun kembali barang bawaan. Inginnya, paling sedikit, satu tempat 2 malam-lah. 
Latimer Square, Christchurch.
Begitu deh tentang New Zealand yang aku alami. Tentang penginapannya, tempat yang kami mampir, danau - danau yang menjadi tempat kami makan siang, pengalaman seumur hidup seperti naik helikopter dan hal menarik lainnya, aku akan ceritakan dipostingan selanjutnya. Khawatir, kamu ikutan bosan dan neg baca postingan ini terlalu panjang. Foto- foto yang ada dalam postingan ini adalah random, tidak sesuai dengan itinerary yang ada. Itinerary menyusul ya...
Lakefront Lodge, Lake Tekapo.
Rekapan biaya yang aku keluarkan untuk trip ini:
`- Tiket pesawat Airasia PP ( Jakarta - Auckland ) dengan bagasi = Rp 5.564.251,-
`- Biaya sewa mobil Jucy Per orang termasuk bensin  = Rp 3.801.928,35
`- Tiket pesawat Jetstar dari Christchurch ke Auckland dengan bagasi = Rp 561.769,- 
`- Biaya penginapan = Rp 3.750.286,5
`- Biaya makan = Rp 2.333.691,-
`- Biaya masuk tempat wisata = Rp 1.518.100,- ( Hobbiton, Waitomo Cave, Lady Knox )
`- Biaya lainnya = Rp 1.085,700,-
Total biaya umum = Rp 18.615.725,85

Biaya tambahan lainnya :
`- Biaya naik helikopter = Rp 2.679.000,-
`- Biaya belanja pribadi = Rp 1.685.420,-

Total biaya tambahan = Rp 4.364.420,-

Biaya keseluruhan = Rp 22.980.145,85.

With Love,

@ranselahok
---Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia---




Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts