Menikmati Himalaya Yang Super Keren Dari Nagarkot,Nepal.

30 April 2017.

Karena jumlah hari yang terbatas untuk mengekplor Nepal, ditambah, aku harus jaga kondisi badan agar tidak terlalu capek dan tetap fit ketika masuk ke Tibet, aku putuskan hari kedua di Nepal, aku ke Nagarkot ketimbang Pokhara yang menurut banyak orang, kalau itu menjadi tempat wajib dikunjungi. Tentang Tibet, bisa baca disini.
Sunrise dengan latar Himalaya.
Kenapa Nagarkot?

Tidak cukup hari. Tidak mau terlalu capek. Tidak terlalu jauh dari Kathmandu, yang hanya 2 jam perjalanan saja. Dan terpenting, menjadi tempat menyesuaikan diri, buat mereka yang baru akan mendaki ke ABC ataupun yang telah turun dari sana, menyesuaikan diri dengan Altitude Mountain Sickness.

Ternyata, keputusanku … Tepat!!!

Dan hari mau berangkat ke Nagarkot, bangun pagi, halah, mendung.. langsung malas. Tidak berapa lama kemudian, hujan. Jadi bete. Hahahah… Mau bagaimana lagi, namanya juga alam, siapa yang bisa lawan alam? Atau lebih tepatnya, siapa yang berani lawan alam? Kamu???
Terminal bus di Nagarkot.
Setelah sarapan alakadarnya yang didapat dari hotel, hujan reda. Buru- buru jalan kaki ke terminal bus yang terletak di Ratna park. Jujur, jalan kakinya lumayan jauh, lebih kurang 30 menit-an gitu. Pakai acara naik turun tangga gitu lagi, mana bawaan depan belakang penuh.
Jalan ke Hotel.
Okey, setelah tiba, itu bukan terminal bus, itu tepatnya tempat mangkal bus ke Nagarkot dipinggir jalan. Memang, sekitaran sana, ada terminal bus yang keluar masuk. Tidak tahu alasannya apa, kenapa bus ini tidak mangkal saja didalam terminal ya?
Hotel Himalayan
Busnya bus umum. Bus lokal. Bus-nya apa adanya saja. Kalau tidak salah ingat, busnya hanya punya 1 pintu masuk dan keluar, yaitu didepan. Bayarnya setelah kamu mau turun. Tidak tertutup kemungkinan kamu harus berdiri dan desak- desakan.
Makan sambil lihat Himalaya, kapan lagi?
Untuk ke Nagarkot, tidak ada bus langsung. Kamu harus pindah bus ketika sampai di Bhaktapur. Perjalanan dari Kathmandu ke Nagarkot ke Bhaktapur butuh 1 jam perjalanan dengan tipe jalanan yang dilalui masih jalan raya. Nah, ketika turun di Bhaktapur, ambil jalan arah kiri jalan ( posisi badan turun dari bus ) atau arah kanan jalan ( posisi badan kamu menghadap ke bus ). Jalan beberapa meter doang kok, sudah ada bus yang nongkrong buat bawa kamu ke Nagarkot. Jangan pernah pikir, kalau disitu adalah terminal gede, please .. jangan pernah ya.
Gugusan Himalaya dari Hotel Himalayan.
Dari Bhaktapur ke Nagarkot butuh 1 jam perjalanan lagi dengan tipe jalanan yang lumayan hancur, berlubang, berkelok- kelok, jalanan gunung. Baiknya sih, usahakan dapat tempat duduk, jangan malu untuk duduk ya, dan pegangan deh. Apalagi kayak kemaren aku kesana, jalanan becek karena sedang hujan.

Seingatku, saat pulang kembali dari Nagarkot ke Bhaktapur, pemandangan alam yang disuguhkan sepanjang perjalanan 1 jam itu lumayan okey kok. Hijau dan segar. Hanya saja, saat berangkat ke Nagarkot dalam kondisi hujan, ya tidak melihat apa- apa. Belum lagi, bus yang aku naikin itu, bocor, menetes tepat diatas kepala-ku. Berkah deh… Amin…

Dan setelah tiba di Nagarkot, kamu tidak akan diantar sampai di depan hotel kamu. Ada tempat perhentian bus gitu dipinggir jalan dekat keramaian. Kamu kudu jalan kaki lagi masuk kedalam, tergantung seberapa jauh letak hotel kamu.

Aku, sudah booked malam pertama di Nagarkot saat di Kathmandu, di Hotel Himalayan Villa. Wuiddiih, resort?? Yupss… Intinya, kemaren itu mau santai – santai saja, sebelum berangkat ke Tibet, dengan satu alasan, badan tetap fit. Baca review-an di agoda, hotel ini recommended banget, sangat disukai dan disaranin, letaknya yang strategis dengan alam yang bisa kamu dapatkan ya, bukan strategis dekat kotanya. Aku booked 1 malam dulu, sedangkan malam keduanya, aku booked di Hotel Peaceful Cottage & Cafe De Mont. Alasanku, ingin menikmati keindahan dengan sudut pandang yang berbeda, karena letak kedua hotel ini berjauhan dengan sudut yang berbeda.

Perjuangan yang kamu lakukan adalah kalau kamu nginap di Hotel Himalayan Villa, kamu kudu jalan kaki sekitaran 30 menitan lagi menanjak naik, turun dan menanjak lagi. Kalau saja, tangan kosong sih enteng, lah… kalau bopong backpack segede gaban depan belakang, pikirkan? Hahahaha…

Tapi ingat, perjuangan itu pasti ada hasilnya. Perjuangan itu bakalan ada artinya. Setelah mendapatkan hotel yang dimaksud, aku merasa, ini sungguh luar biasa. Ya Tuhan… Engkau-lah penguasa alam semesta ini, hanya Engkau-lah yang sanggup membuat ini semua.

Bukan tentang hotelnya yang mewah, yang nyaman, yang bersih dengan pelayanannya yang ramah. Tapi, serius.. ini sungguh luar biasa. Ketika, tahu ada teras luar yang terbuka dan menyatu dengan alam, yang menjadi pemandangan kamu adalah gugusan Himalaya yang membentang dari ujung ke ujung lainnya.

Saat aku baru tiba, masih dalam kondisi hujan rintik, pemandangan masih kabur, masih banyak awan yang menyelimuti. Begitupun, tidak menghalangi pemandangan indah alam sekitarnya. Sampai pada akhirnya, aku sadar, matahari kembali menyinari bumi, matahari kembali berkuasa. Alam cerah kembali. Hanya satu hal yang bisa dibisikkan kedalam hati, Tuhan, Terima kasih.

Tidak ada bosan- bosannya menatap alam semesta dari teras hotel itu. Sekejap-pun aku tidak rela untuk berpaling darinya. Terlalu disayangkan, jika waktu yang ada disia-siakan untuk tidur atau mengerjakan hal yang lain. Aku betah berjam- jam. Hanya waktu saja yang bisa memaksaku untuk tidak berada disana, sudah malam, matahari sudah tidak ada.

Hotel yang luar biasa. Hotel yang punya pemandangan alam super indah nan tiada tandingannya. Dibalik itu, suasana hotelnya juga nyaman. Bersih. Aku bayar 75 USD per kamar untuk 2 orang. Worth it banget. Kamar dengan view alam semesta. Kamar yang gede, luas dan lega. Punya air panas, walau wifi gratis yang kurang memuaskan.
Yang paling mengesankan waktu itu adalah, menanti munculnya matahari dari balik pegunungan Himalaya. Momen indah yang tidak terlupakan, termasuk saat sarapan pagi sambil memandang Himalaya. Dapat sarapan pagi dan makan malam gratis dengan ala buffet. Terpenting adalah bukan menu makan paginya, tapi apa yang kamu lihat selagi kamu sedang sarapan. Himalaya… Tidak ada kata- kata yang sanggup melukiskan perasaanku saat itu. Sungguh…
Sarapan sambil memandang alam super indah...
Aku tidak kemana- mana. Hanya bermalas- malasan saja di hotel. Duduk manis. Tidak melakukan apa- apa. Sempat survey ke Hotel Peaceful,  aku putuskan tidak jadi bermalam disana, view-nya tidak sebagus disini. Alamnya keren, tapi tidak sekeren yang bisa kamu dapatkan dari Hotel Himalayan Villa ini.

Dan pada akhirnya, cukup 1 malam saja di Nagarkot. Rencananya, malam kedua mau extend di Hotel Himalayan Villa, aku batalkan juga. Yups, rugi biaya hotel 1 malam. Pertimbanganku, ya itu, takut kecapean saja, karena harus buru- buru pulang ke Kathmandu, terus besoknya langsung terbang ke Tibet. Jadi, masih punya 2 malam di Kathamandu, bisa lebih santai.

Dari Nagarkot ke Bhaktapur, ambil rute yang sama. Biaya dan lama perjalanan yang sama. Sampai di Bhaktapur, aku tidak langsung ke Kathmandu, aku sempatkan keliling Bhaktapur Square. Biaya masuk per orang 500 Nepal Rupee. Sedangkan naik bus one way 100 Nepal Rupee.
Bhaktapur Square.
Disini, yang bisa kamu nikmati adalah arsitektur bangunannya. Buat kamu yang suka, kamu bakalan betah sih. Seharusnya butuh waktu setengah hari untuk keliling komplek ini. Banyak toko yang jualan souvenir. Ada beberapa restoran lokal yang menyajikan masakan lokal. Ada banyak hostel dan hotel yang siap menampung kamu.

Aku tidak mau kemalaman sampai di Katmandhu, khawatir tidak dapat bus. Terus kan musti jalan kaki cukup jauh dari terminal bus ke hostel. Terus sedang mendung dan sebentar lagi hujan. Ya itu.. terus ini terus itu… Aku pulang deh.

Keputusan untuk memilih Nagarkot ketimbang Pokhara menjadi sangat tepat buatku. Aku akan kembali ke Nagarkot suatu hari nanti, kembali ke hotel yang sama untuk menikmati alam yang sama.

With Love,

@ranselahok
---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---



Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts