Sampai Mampus Keliling Night Market Di Bangkok.

Tanggal 25 Agustus 2016

Setelah perjalanan panjang yang dimulai dari Bangkok Railway Station malam itu ( bisa baca disini : Naik Kereta Sulap Ke Koh Phangan ), akhirnya sampai di Bangkok Railway Station lagi. Melelahkan ? Iya... Menyenangkan? Sudah pasti. Apapun, bagaimanapun bentuk dan cara perjalananmu, tempat apapun dan dimanapun tujuan perjalananmu, yang paling penting, harus enjoy dan buat itu menjadi momen indah yang tidak terlupakan.

Setibanya di Bangkok hari ini, rencanaku adalah langsung capcus ke Amphawa Floating Market. Numpang mandi di Lamurr Hostel, bisa baca disini. Sudah wangi, naik BTS turun di Victoria Monument. Kalau tidak salah, sudah sekitar jam 2 siang gitu, sedangkan perjalanan ke floating market-nya sekitar 2 jam-an, belum kalau terjebak macet parah. Encik- encik yang jual tiket bus bilang, lebih baik sih tidak kesana, ganti besok saja. Entar tidak maksimal. Ya sudahlah, benar juga kata enciknya, daripada dipaksakan, kesannya buru- buru banget. Lagian aku masih punya waktu 2 hari lagi di Bangkok. 

Karena tidak jadi berangkat ke floating market, hari itu, ya jalan- jalan tidak jelas di Bangkok. Sempat main ke Platinum Mall buat makan manggo sticky rice-nya, aku paling suka yang dijual disini. Yang di foodcourt-nya. Harganya sedikit lebih mahal sih, 110 Baht. Terus makan nasi campur ala Thai, waduh...pedasnya luar biasa bro... buset dah... tapi enak. Ya, tidak ada acara buat belanja. Tidak diniatin sama sekali. Keluar dari Platinum, tinggal nyebrang ke Pratunam. Belanja, tidak!!! Hanya pengen jajan makan ayam gorengnya sahaja. Bedeh... maknyuss... Dari sana aku lanjut ke Siam Square. Ya jalan- jalan sampai bosan disana, niatnya ingin lanjut ke Khaosan Road buat makan Pad Thai, eh .. malah hujan, ya ngetem deh sampai hujannya agak reda, pulang ke hostel. 

Intinya bukan apa yang aku lakukan hari itu. Kali ini, aku ingin share tentang wisata pasar di Bangkok. Yupss.. kerennya sih, keliling market yang ada di Bangkok. Memang iya kan? Bangkok tuh identik dengan pasar - pasar. Kalau tidak, mana mungkin, orang Indonesia banyak belanja disini terus dijual lagi. Bisnis cuy.... 

Ke Bangkok, selain melihat Wat- wat- an ya keluar masuk pasar entah itu pagi, siang atau malam, hahaha.. jadi ngakak sendiri pakai kata- kata ini. Jadi teringat teman Couchsurfing yang jadi travelmate-ku ke Koh Phangan/ Koh Samui. ( Ses, aku pakai ya istilah Wat- Wat- an lu, hahahah...). Hemm... Wat itu kan maksudnya temple loh, kalau ke Thailand, ya pasti berkunjung ke sana kan. Sangking banyaknya Wat yang ada, jadi lupa nama Wat yang sudah pernah didatangi. Hahahah...Begitu katanya. 

Tidak ada yang menjadi prioritas sih dan bukan menjadi kewajiban sih, tapi... pasar- pasar yang aku mampir trip waktu itu: 

1. Chatuchak Market.
Aku tidak sempat ke pasar ini trip terdahulu. Karena untuk melengkapi yang ada, trip kali ini, aku set harus ke sini. Tujuannya? Tidak ada. Ingin tahu saja, katanya market yang hanya dibuka di weekend saja sangat ramai. Konon katanya, kios yang ada disana bahkan mencapai ribuan. Penasaran saja sih lebih tepatnya. Buat belanja, tidak juga. Aku hanya beli patches saja, bendera negara- negara. Susah banget beli di pasar- pasar Jakarta, tidak ada. Sudah keluar masuk pasar di Jakarta, tetap tidak ketemu.

Okey, aku sih no comment buat pasar ini. Ramai iya. Padat iya. Panas iya juga. Sudah pasti penuh dengan turis asing. Dan menurutku sih, harganya sedikit lebih mahal deh. Selain ada jual eceran, ada juga yang jual grosiran. Berisik, iya, ada toko yang punya karyawannya teriak- teriak didepan. Berasa kayak di Mangga Dua Jakarta, kaka- mampir kaka, lihat kaka.. tapi lebih keras teriaknya.. dan aku tidak paham dia teriak apa.. pakai bahasa lokal sih. 
Petugas : " Hati-hati dengan barang bawaan Anda, waspadalah dengan pencopet" 
Benar saja, lengkap, variatif dan sepertinya semua ada deh disini. Kalau fashion, dari atasan sampai bawahan, dari yang dipakai kelihatan sampai yang dipakai didalam, tidak kelihatan, sepatu, kaos kaki, eh sudah pasti ada. Kosmetik, elektronik, peralatan rumah tangga, apalagi ya... semuanya ada. Soal KW apa tidak? Kagak tahu. Iya, pasar ini gede banget. Di bagi per blok, ampe toiletnya juga ada section-nya. Hey bro.. lu ditoilet section berapa yang dekat apa? Gitu... Pusing gak lu...

Yang buat aku senang disini bukan karena fashion-nya. Tapi kulinernya. Buset... sampai mampus deh. Dari makan es krim kelapa ( 45 Baht ), es kelapa murni ( gag tahu berapa harganya, dibayarin ), makan Padthai ( 70 Baht ) sama beberapa cemilan yang lewat begitu saja. Dan yang tidak aku coba makan adalah babi gorengnya, ya ampun... meleleh neh air liur... 

Disini, aku ketemu teman, satu rumpun, pas sama - sama ke Maldives. Satu rumpun, dalam artian, punya bahasa daerah yang sama. Hahahah.. Senanglah, inilah namanya traveling, kemanapun dan dimanapun, berteman dengan siapa saja. 

Pasar ini buka dari pagi sampai sore saja. Gampang sekali sih kalau mau kesini, naik BTS, turun di Mo Chit saja, yang buat gampang lagi, Mo Chit Station menjadi yang perbehentian terakhir BTS untuk jalur ini. Kalau kamu dari aiport, tinggal naik bus A1 saja, turun di Mo Chit. Ya sudah, nyampe. Kalau naik MRT, ya turun di Chatuchak station.

Terus kalau malam, berubah menjadi JJ Night Market. Sebenarnya aku tidak bisa membedakan JJ Night Market dan JJ Green Night Market dari namanya. Hahaha.. Kalau lokasinya sih beda. 

2. Train Night Market.
Otomatis, pasar ini hanya buka malam hari saja. Lebih fokus ke kuliner sih kalau disini. Terbuka, hanya jualan dibawah tenda- tenda gitu. Padat dan ramai. Eh, jualan baju dan aksesoris juga ada. Ada bar juga yang berbaris rapi disana dengan dentuman musik masa kini-nya. Keren. Banyak juga turis lokal yang berkeliaran disini. Pada cari makan disini. 

Aku rasakan, harga disini lebih murah. Mungkin karena ada orang lokalnya kali ya. Aku makan manggo sticky rice ( 100 Baht ) dan carrot cake ala Thai ( harganya lupa ). 
Manggo Sticky Rice
Kemaren itu, sempat gabung sama beberapa teman ngebilyar di Rod Bar. Pecah deh, ada live music-nya. Lagu- lagunya kekinian banget, terus ada lagu lokalnya juga. Kesini, naik MRT turun di Thailand Cultural Center station. Dekat banget dengan Seacon Square Shopping Mall.
Carrot Cake
3. JJ Green Night Market.
Malam terakhir di Bangkok sebelum ke Dong Mueang Airport, aku main ke JJ Green Night Market. Busett.. Jangankan untuk jalan, untuk bernafas saja harus rebutan dengan yang lain. Padat banget. Benar- benar ampun dije. Seriusan. Isinya anak muda semua. Gaya- gayaan lah disini.

Kalau sekilas sih, mostly turis lokal. Kamu belanja sepuasnya deh disini, bawa duit yang banyak saja. Untuk makan, juga gampang. Tapi ukurannya kayak cafe dan bar gitu. Kemaren itu kesana, untuk meet up dengan teman Couchsurfing yang kebetulan juga sedang ada di Bangkok. Malas desak-desakan, menepi di taman sembari menunggu teman. Malam itu, hanya kongkow- kongkow saja disalah satu cafe.

Karena sudah night market, berarti bisa dikunjungi pada malam hari saja. Bukanya dari Kamis sampai Minggu. Lokasinya di belakang pasar Chatuchak market. Naik MRT turun di Chatuchak station, kalau naik BTS ya turun di Mochit.

4. Night Market disekitaran Siam Square.


Aku tidak tahu nama pastinya. Tapi kalau siang kesana, trotoar disini masih  biasa saja. Tapi mulai dari sore, berubah menjadi pasar malam yang sesak. Nah kalau disini, fokusnya memang jualan fashion gitu. Dekat dengan Siam Center. Terus Hardrock juga ada disini.

5.Night Market disekitaran Victory Monument.
Ya, kalau disini, begitu turun dari station BTS-nya, sudah langsung dipenuhi kios- kios yang jualan. Disini juga ramainya jualan fashion sih. Aku sempat keliling sana - sini tidak jelas, tetap saja, setiap sudutnya ada yang jualan. Jalan ke sisi jalan bagian lainnya, eh... juga ramai dengan kuliner.

Aku hanya makan saja disini. Kalau di Jakarta, kayak mie kari ayam. Harganya cuma 35 Baht. Serunya adalah dimeja disediakan pilihan sayuran mentah. Bebas ambil sesukanya. Sempat juga makan nasi sama telur. Masakan rumahan dipinggir jalan.



Masih banyak pilihan night market lainnya yang bisa kamu kunjungi kalau sedang ada di Bangkok. Kayak Khaosan Road yang didominasi sama bule- bule, lebih banyak pub, bar dan cafe-nya. Aku kesini cuma buat makan Padthai- nya sih.


Kalau mau belanja, bisa juga ke Pratunam , Platinum Mall atau di MBK. Terus sekarang ada Terminal 21. Satu kesimpulan : Bawa uang yang banyak kalau memang niatnya mau belanja.

With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---

Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts