Megahnya Tembok Raksasa China - Great Wall

Hari kedua di Beijing menjadi puncak dari impianku yang menjadi kenyataan. Yang kutunggu - tunggu selama ini, bisa ke Great Wall - Tembok Raksasa China bersama mama sudah didepan mata. Kenangan yang akan tetap hidup dihatiku. Terima kasih Tuhan, telah memberikan kado terindah dalam hidupku.


Tentang Tembok China yang begitu kokoh dan luar biasa mencerminkan sejarah hidup orang jaman dahulu, yang diluar nalar pikiran aku, betapa hebatnya mereka- mereka yang berhasil membangun Great Wall yang panjangnya 8.850 kilometer, atau menurut survey terbaru, malahan mencapai 21.196,18 meter. Bagaimana bisa? Bagaimana caranya? Setelah menginjakkan kaki disana, rasanya semakin tidak percaya. Tembok China itu bukan seperti benteng yang ukurannya kecil, yang terbentang datar. Tembok China itu naik turun gunung.

Mama dan aku
Ya ampun, bagaimana caranya orang jaman dulu itu mengangkat batu- batu itu ke atas gunung dan menyusunnya menjadi sebuah Tembok Raksasa yang hingga kini masih ada, eh.. bukan masih ada saja, tapi masih kokoh ( walaupun , menurut sumber berita, sebagian sudah ada runtuh akibat proses alam dan tangan jahil dari wisatawan) dan telah menjadi pengakuan dunia internasional akan keberadaannya sebagai sejarah masa lalu, sejarah peninggalan jaman Kekaisaran China, sejarah tembok terpanjang didunia yang pernah ada dan dibuat oleh tangan manusia. 

spot lainnya
Karena Tembok China sangat panjang dan berkelok- kelok, tidak tahu awalnya dimana, akhirnya yang mana ? Tidak mungkin juga bisa melihat secara utuh Tembok yang telah diakui UNESCO sejak tahun 1987. Tembok ini juga dikenal sebagai Tembok Raksasa 10.000 Li atau Wan Li Chang Cheng dalam ejaan bahasa Mandarin. Pada jaman Kekaisaran dulu, tembok ini berfungsi sebagai tembok pertahanan. 
Disini , penanjakan menuju ke pos 1
Kesana, aku tidak tahu, waktu yang tepat untuk mulai naik? Menurut aku, setiap waktu, entah pagi, siang, atau sore, memiliki kenikmatan pemandangan alam yang tersendiri. Tergantung dari sudut pandang masing- masing. Aku sendiri mulai naik jam 2 siang. Okey, aku merasakan sesuatu yang sangat luar biasa. Aku , speechless, melihat bebatuan melingkar dan mengular dari satu bukit ke bukit lainnya, sambung menyambung dari satu sisi gunung yang satu ke sisi gunung yang lain. Merinding... Tidak tahu , berapa banyak darah dan keringat yang mengalir disana, berapa banyak nyawa yang dipertaruhkan untuk sebuah Tembok China? 

Menuju ke Pos 2
Yang pasti, terdapat beberapa spot buat para traveler untuk bisa mulai menapaki tembok itu. Dan setiap spot itu mempunyai pemandangan dan keindahan yang berbeda. Mempunyai sudut pandang tersendiri. 
Naik ke Pos 3
Di spot aku, terdapat beberapa pos untuk bisa sampai puncak. Awal naik masih terasa ringan dan gampang. Masih ramai dan penuh dengan wisatawan. Lebar tembok ada sekitar 5 m. Setelah sampai di pos 1, terlihat banyak orang tua yang istirahat, duduk santai melihat sekeliling, menikmati indahnya pemandangan kebawah. Setelah menapak sekitar 15 anak tangga, jalanan menanjak naik tanpa tangga. Disekitaran pos 1, juga masih ramai. Tentu satu kegiatan yang tidak bakalan ketinggalan yaitu sibuk foto. Karena setiap sudut, setiap angle punya keseruannya masing- masing. 

Menuju ke Pos 3
Puas menikmati pemandangan di pos 1, aku menanjak naik. Kondisi mulai berubah. Mulai menapak naik pakai anak tangga. Tapi tinggi anak tangga masih normal. Menapak naik terus tanpa berhenti. Lebarnya pun sudah mengecil sekitar 2-3 m saja. Kanan kiri, dipasang pegangan dari besi. Menuju pos 2 membutuhkan perjuangan yang tidak gampang loh. Kelihatannya sih hanya menanjak naik saja. Tapi percayalah, ngos- ngosan. Apalagi yang jarang atau yang tidak pernah olahraga, lelah, letih lesu. Gempor deh...
Gempor...
Aku, jujur, dari pos 1 ke pos 2, 3 kali berhenti , duduk ambil nafas, sembari menikmati pemandangan yang berbeda dari setiap ketinggian yang aku lewati. Saat naik ke pos 2, dibutuhkan ekstra hati- hati. Disini masih banyak turis yang naik turun. Lebar tangga, ada yang tidak lebih dari 50 cm. Ada yang hanya cukup buat duduk saja. Apalagi kamu yang mau foto ditangga saat banyaknya turis sibuk naik turun, terutama mau selfie. Jangan asik mundur- mundur biar dapat view yang bagus, atau jangan sampai terdorong turis lain. Jika sampai terjatuh, bahaya sekali. Bayangkan saja sendiri deh. 
Pos 3
Sampai di pos 2, hiruplah udara dalam- dalam. Nikmati alam sekitar diatas ketinggian dari pos 2 yang akan memberimu kenangan tersendiri. Istirahatlah sebentar sambil melihat sekeliling kanan- kiri sebelum naik ke pos 3. Karena perjalanan masih panjang dan butuh perjuangan yang semakin besar.

Menuju pos 3, tinggi tangga-pun mulai berubah, ada yang sampai 1,5 m. Turis-pun mulai berkurang. Hanya terlihat anak muda saja. Orang dewasa paruh baya terlihat beberapa. Terasa banget setiap kali langkah kaki menapak naik menuju anak tangga selanjutnya.


Intinya, aku berhasil mencapai pos 5. Walau tinggal selangkah lagi sampai di pagoda, Seperti yang aku tulis diatas, setiap spot, setiap pos disetiap ketinggian yang berbeda memberikan kamu kenangan yang pasti berbeda. Pengalaman aku sih, ketika naik, ngos- ngosan, turunnya, kaki gemetaran.

Bersatulah dengan alam. Lupakan sejenak semua kepenatanmu akan rutinitas keseharianmu. Waktu akan membawamu kembali ke jaman ratusan tahun yang lalu. Renungkanlah, masuklah ke dunianya, seakan kamu ikut didalam proses Tembok China itu sedang dibangun.

View ke bawah dengan zoom hingga 40 m
Mau berapa lama , tergantung tersedianya waktu yang kamu miliki. Tergantung seberapa kamu mau menikmatinya. Sebelum naik, setelah melewati gerbang masuk, ada gerai yang menawarkan sertifikat yang bisa menuliskan nama kamu dan tanggal kedatanganmu. Harga RMB 90. Bisa diambil setelah kamu turun.
Sertifikat
Tips buat kamu yang mau datang ke Tembok China :

1. Bawalah payung, topi, kacamata hitam dan pakai sunblock. Walau udaranya cukup sejuk, tapi matahari sangat terik. Panas banget.

2. Buat kamu yang hobi fotografi, harus siapkan bateri dengan maksimal. Atau yang suka bergaya didepan kamera. Ini penting. Banyak sekali spot bagus yang bisa diambil. Banyak sekali nilai sejarah yang tertinggal disana. Banyak barang peninggalan jaman kuno. Apalagi kamu benar- benar hunting dari 1 spot ke spot yang lainnya.

3. Saat masuk kesana, bawalah air minum. Karena panas dan jalan kaki terus- terusan. Menanjak naik pakai tangga yang bisa sampai ratusan hingga ribuan anak tangga. Tergantung seberapa jauh kamu ingin berjalan.

4. Walaupun kelihatannya aman, tetap harus waspada. Karena banyaknya manusia yang ada disana. Terutama keselamatan.

5. Dan yang paling penting diantara yang terpenting adalah stamina. Jagalah kesehatan biar stamina kuat saat tour ke Tembok China. 


Video kompilasi China Trip :



With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---



Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts