Tidak Ada Istimewanya Fairy Stream Muine.

Tanggal 7 Maret 2016

Sebelum main ke White Sand Dunes ( baca disini ) dan Red Sand Dunes (baca disini ), paket Sand Dunes yang aku beli disini, sudah termasuk menyusuri Fairy Stream dan mengunjungi Fishing Village. Kalau menurutku sih, ini pintar- pintarnya pemerintah setempat dalam mengola aset yang dimilikinya, termasuk bagaimana orang lokal pintar dalam mencari uang. Alasannya, sama seperti yang sering aku baca dari para travel blogger, kebanyakan dari mereka memang tidak memberi nilai plus terhadap kedua tempat ini. Begitu juga aku, tidak ada yang istimewa. Cukup tahu saja.


Tapi entahlah, ini hanya pandanganku. Tiap orang kan boleh punya pendapat yang berbeda terhadap hal yang sama. Bisa saja, kamu suka... Siapa tahu ? 

Okey, tentang Fairy Stream, lokasinya tidak begitu jauh dari pusat kota Muine. Maksud aku sih, ya dari hostel, kami dijemput. Fairy Stream, apa ya? Jadi kamu diminta untuk menyusuri sungai kecil gitu. Keknya bukan sungai deh. Aduh, pusing untuk mencari kata yang tepat untuk tempat satu ini. Airnya berwarna kecoklatan, dan hanya sebatas tumit saja. Sampai dimana ya perjalanan itu berakhir? Jujur, aku tidak sampai ke ujung, @Katexslah , traveler asal London bilang tidak ada apa-apanya. Bahkan diujung, air hampir sepinggang. So, tidak bisa lewat.


Lah, terus ngapain kamu ke Fairy Stream ? Apa ya? Paling buat foto- foto doang. Sepanjang kamu menyusurinya, kanan - kiri, kalau bukan batu kapur, ya pasir. Aku lihat yang lain, kalau tidak sibuk foto - foto, pasti ngobrol sepanjang perjalanan itu. Apa yang aku dapatkan? Tidak ada. Bisa saja, kalau kamu memang penasaran, bawa serta tour guide yang akan memberikan informasi terkait sejarah Fairy Stream ini. 
@iman @ranselahok @katexslah @maxj86
Satu- satunya yang menarik disini yaitu naik unta. Seru sih lihat orang yang naik unta. Bayar yo...

@maxj86 sedang balapan tuh
Dari Fairy Stream, langsung ke Fishing Village.  Sesuai dengan namanya, berarti desa nelayan dong. Yang disajikan hanya perahu- perahu saja. Bedanya, ada perahu yang berbentuk bulat. Thats it. Kamu cuma butuh 15 menit untuk foto- foto disana. Ya paling tidak, pernah tahu ada bentuk perahu seperti itu. Hahahaa... 

Saranku nih, tidak perlu terlalu lama dikedua tempat ini. Lebih baik waktu yang ada dipakai untuk menikmati White Sand Dunes, terutama saat mengejar matahari tenggelam di Red Sand Dunes.

Bagaimana? Tertarik ? 
Momen Golden Sunset di Red Sand Dunes
Bisa baca disini : Momen Golden Sunset Yang Tidak Terlupakan.

With love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts