Serba Jumbo Kuliner Di Makassar

Serangkaian trip Makassar telah selesai dilalui. Pada hari sebelum berangkat ke Bandara Sultan Hassanudin dan terbang kembali ke Jakarta, kami sebenarnya masih jalan- jalan ke Pegunungan Malino yang harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam. Mungkin karena sisa waktu yang terbatas, sehingga ketika sedang berada di Malino, tidak menikmatinya. Tempat yang dikunjungi juga sekedarnya saja. Tidak pergi ke air terjunnya yang menurut orang lokalnya, bagus. Bahkan, buat aku, terkesan kurang bagus aja tuh Malino. Hehehee... 


Diluar dari semua itu, trip Makassar dipenghujung tahun 2015 lalu tetap memberi kesan tersendiri dan pengalaman seru yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Bagaimana tidak? Begitu landed di Makassar tengah malam, langsung naik mobil 8 jam perjalanan menuju ke Tana Toraja. Tidak sampai 18 jam di Tana Toraja, setelah mengunjungi 2 objek wisata yakni Kete Kesu dan Londa, kami langsung balik kanan menuju ke Tanjung Bira yang memakan waktu 11 jam. Tidak lebih dari 10 jam berada di Bira, kami kemudian naik mobil lagi, kembali ke Makassar. 

Di Makassar, fokus utama selain main ke Pulau Samalona dan Pulau Kodingareng Keke adalah kuliner. Yupss, kuliner. Kabarnya, kuliner Makassar tidak kalah dari daerah lainnya di Indonesia tercinta ini. Sebagai artikel penutup trip ke Makassar, aku akan berbagai pengalaman kuliner yang aku cicipi selama 4 hari disana. 


Paling seru kuliner selama di Makassar adalah porsinya yang serba jumbo. Makanan apa saja, ukurannya 2 kali lipat dari porsi yang biasanya aku makan di Jakarta. Dari makanan kaki lima hingga di restoran. Benar- benar jumbo. Sarapan pagi saja di pasar, porsinya gede- gede. Ampun, aku sampai minta ampun. Ukuran segitu, biasanya sudah bisa buat 2 orang makan, atau mungkin bisa 3 orang.

Selain bicara soal porsi, taste-nya juga tidak kalah loh. Aku suka. Enak dan cocok dilidah. Tidak salah jika si teman yang warga Makassar selalu promosi tentang kuliner mereka. Harganya juga sepadan dengan apa yang didapat.


Kayak Pisang Ijo yang asal Makassar. Aslinya jauh lebih enak dibanding dengan yang dijual di Jakarta. Ukurannya, benar - benar pisang bok, hahahaha... Kami juga sempat makan bakso ala Makassar, nasi goreng, mie goreng sampai bakmi yang ada dipasar. Seafood sudah pasti tidak ketinggalan donk.

Intinya, 4 hari trip Makassar, hati senang , timbanganpun mengembang...

Note : baru sadar, dokumentasi foto kuliner kok tidak ada ya...

With love,

@ranselahok
--- semoga semua mahluk hidup berbahagia---


Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts