Sayang Sekali,Pulau Samalona Dan Pulau Kodingareng Keke Itu.

Seakan tidak kenal rasa lelah dan capek setelah 2 hari non stop keliling dengan perjalanan dari darat dari Makassar - Tana Toraja - Tanjung Bira - Apparalang kemudian kembali lagi ke Makassar. Setibanya di Makassar sudah jam 9 malam, bukannya istirahat, kami malah langsung capcus kulineran. Dibawa teman, kami dibawa makan, entah dimana itu, chinese food sih. Hampir jam 11 juga kami kembali ke rumah, iya ke rumahnya teman. Kami numpang dirumah teman, jadinya hemat biaya penginapan selama 2 malam di Makassar.

Menunggu boat di dermaga dekat Rotterdam Port
Besok pagi-pagi, kami sudah bangun. Si teman sampai kaget. Pikirnya mereka, kami bakalan tidur sampai siang. Tentu tidak. Liburan kayak gini, tidak akan digunakan buat tidur saja. Sangat disayangkan, waktu sungguh berharga. TIDAK MAU RUGI.... Kami semua sudah beres, wangi dan tinggal berangkat, eh ternyata, si teman dan keluarganya belum ready to go. Hahaha... 

Aku persingkat saja ya. Hari ketiga di Sulawesi Selatan, kami mengunjungi Pulau Samalona dan Pulau Kodingareng Keke yang hanya butuh perjalanan via laut sekitar 30 menitan - 1 jam. Kami rental boat sendiri, bayar Rp 800.000,- untuk 4 orang , diluar dari safety jacket @ Rp 10.000,- per orang, alat snorkeling @ Rp 60.000,- per alat.
Penampakan Pulau Kodingareng Keke
Berangkat dari dermaga dekat Rotterdam Port, kami tidak diberikan safety jacket, padahal perjalanan menuju ke Pulai Samalona membutuhkan 30 menit. #AnehGakSih. Safety jacket-nya baru bisa disewa dari Pulau Samalona, berikut termasuk alat snorkeling-nya. Ya sudahlah... 

Tujuan pertama kami Pulau Kodingareng Keke. Kami mampir sebentar di Pulau Samalona untuk mengambil alat- alat yang kami sewa. Perjalanan ke sana masih harus 30 menit lagi. Selama perjalanan, tidak banyak yang bisa dinikmati.

Di pulau pribadiku, hahaa...
Excited banget sih hari itu. Sudah memikirkan sesuatu yang sangat indah dan menakjubkan menanti didepan mata. Membayangkan foto- foto yang dilihat dari om Google, hasil review dari para traveler yang sudah kesana duluan.

Ketika boat mendekati Pulau Kodingareng Keke, benar saja. Aiz, bagus banget pantainya. Lebih seru lagi, karena pulau ini adalah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Kalau mau jalan dari ujung- ke ujung, mungkin 30 menit saja sudah bisa kelarkan semua. Tapi bukan itu intinya. Fokusnya tetap satu, ingin main air, snorkeling-an, seru- seruan digaris pantainya. Apalagi cuaca hari itu sangat mendukung.
Silahkan datang saja ke pulau pribadiku ini, kapan saja ya...
Ternyata kami kesananya dibulan yang tidak tepat. Sedang bertiup angin Barat, sehingga keasrian dan birunya air pantai tidak dapat kami nikmati. Harusnya, menurut orang lokal, datanglah bulan 3 atau 4 gitu, dijamin 100 % airnya jernih , biru, hijau dan kamu akan sangat puas. Jika tidak, biaya boat dikasih free.

Belum lagi, sekitaran pantai, banyak sekali bulu babi yang menyambut kedatangan kamu. Silahkan saja turun kalau berani. Niatan snorkeling hari itu, gagal. Masih memberi secercah harapan kepada diri sendiri, bisa snorkeling kok di Pulau Samalona. Iya, begitulah, untuk menutupi kekecawaan diri.

Terus ngapain di Pulau Kodingareng Keke ???

Iya tidak ada. Cuma basah- basahan sebentar disana. Foto - foto doang.. Sampai bosan... begitu saja. Karena tidak berpenghuni, tidak ada yang jualan disana, tidak kios yang jualan minuman dan makanan. Jadi, belilah makanan dan minuman dari Makassar, entha itu makan siang atau hanya sekedar cemilan. Ingat... setelah makan, sampahnya dibawa pulang...
Ada kamu, rasanya lebih lengkap... 
Hal ini tidak akan kamu alami, jika kamu kesananya dibulan yang tepat. Bukan berarti pulau ini tidak bagus loh. Aku akui, disini indah. Hanya saja, waktu yang tidak tepat. #ngulang....

Seakan private island, kamu bebas menikmatinya sesuka hatimu. Terasa banget, pulau itu milik pribadi. Tidak ada orang lain sama sekali, tidak ada yang menghalangi spot kamu saat foto. Benar- benar bebas...
Masih di Pulau Kodingareng Keke...
Kembali ke Pulau Samalona...

Dengan hati yang riang gembira. Apapun yang terjadi, aku harus bisa melihat keindahan biota dibawah laut sana. Dari kejauhan, terlihat sekelompok anak muda sedang snorkeling, berarti aman. Artinya, disana bisa snorkeling.

Mendekati spot untuk snorkeling, airnya kok sama saja, keruh. Dari atas boat, tidak kelihatan sama sekali isi dalamnya. Hadeh.. perasaan tidak enak nih. Benar saja, ketika seorang teman turun untuk mengecek, sama sekali tidak bisa melihat, air lautnya butek, buram, keruh. Halah... sungguh kecewa. Balik lagi, ya itu... datang pada musim yang tidak tepat.
Sekitaran Pulau Samalona
Kami mengurungkan niat snorkeling dan menepi ke garis pantai di Pulau Samalona. Sekedar berenang saja. Daripada sama sekali tidak. Hari itu, kami tidak menikmatinya. Tidak sesuai harapan dan keinginan. Tidak sesuai rencanalah.


Didalam Pulau Samalona...
"Begitulah hidup, manusia hanya bisa merencana, Tuhan juga yang menentukan... "

Parahnya, baik di Pulau Kodingareng Keke maupun di Pulau Samalona, banyak sekali sampah. Saat di Pulau Kodingareng Keke, sampah bahkan nongkrong diatas pulaunya. Tidak tahu, sampah hasil peninggalan traveler sebelumnya atau sampah yang terbawa arus laut. Ketika berenang di Pulau Samalona, eh.. tiba- tiba didekati sampah- sampah yang mendadak datang tanpa permisi. Oalaa... Langsung kabur...

Karena itu, marilah kita menghargai alam dan mencintai lingkungan dimanapun kita berada. Alam telah memberi segalanya untuk kita, sudah sepantasnya kita merawatnya, untuk siapa? Ya untuk kita juga, untuk kelestarian hidup kita... Setuju???

Pulau Samalona sendiri dimiliki oleh 7 orang. Nama- nama pemiliknya ditulis dipapan pengumuman dekat dermaga. Tidak tahu persis bagaimana silsilah keluarga dan sejarah kepemilikan pulau tersebut. Tentu, pulau ini ada penghuninya. Ada penginapannya juga. Ada cafe dan toko yang jualan makan dan mnum. Pasti, mahal...

Pemilik pulau...
Dikelola oleh beberapa orang yang berbeda, jadi kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah jika rajin menawar, termasuk harga penyewaan alat snorkeling. Kabarnya, sewa di pulau lebih murah dibanding kita menyewa langsung saat negosiasi boat di dermaga Makassar. #tips

Sekilas info saja, mau tukar pakaian kering, kamu harus bayar Rp 5.000,- per orang tanpa ada air. Jika mau mandi, Rp 10.000,- per orang. Itu saja...

With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---





Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

5 komentar :

  1. *nanya dong*
    800.000 per boat itu bisa buat maksimal kapasitas berapa sih? waktu itu karna solo trip ke Makassar jadi mikir-kiri mau ke Samalona euy :))

    ujung-ujungnya jadi milih ke rammang-rammang aja deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin maks bisa 6-8 orang kali, kebetulan saat itu kami pakai boat lumayan sih..

      Delete
    2. wah mahal amir 800rb. Kalau Samalona doang biasanya 400rb, kalau plus Kodingareng keke paling tinggi 600rb, bisa sampai 10 orang. Alatnya snorkel normalnya 25 rb

      Delete
  2. bisa dengan tenang melihat laut itu memang menyejukan ya

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts