5 Objek Wisata Yang Harus Dikunjungi Di Luang Prabang, Laos.

Sebelumnya, baca dulu nih 1: Surga Di Kwangsi Waterfall yang ada di Luang Prabang. Karena setelah beberapa jam main air, seterusnya adalah mengunjungi Phou Si Mountain. Seperti saat berangkat, demikian juga perjalanan pulang, butuh waktu lebih kurang 1 jam. 

2. Phou Si Mountain 
Mekong River View 
Phou Si Mountain menjadi daya tarik tersendiri bagi turis yang datang ke Luang Prabang. Jaraknya yang sangat dekat dengan pusat kota, hanya butuh tenaga, jalan kaki dan naik tangga saja untuk bisa sampai di puncak. Waktu terbaik datang ke sini, kalau tidak pagi- pagi menikmati matahari terbit, ya, sore menjelang sunset. Boleh keduanya sih, tergantung selera masing- masing. 
City View
Dipuncak gunung Phou Si, ada sebuah vihara yang dipakai warga setempat untuk berdoa. Ada sejarah sendiri tentang gunung yang terletak ditengah- tengah kota ini. Monggo dibaca sekilas dari foto dibawah ini. 

Entrance fee 30.000 Kip ( 1 Kip = Rp 1,7 ,- ) / orang. Worth it-lah bayar segitu untuk menikmati keindahan alam seisi Luang Prabang dari atas puncak gunung. Menaiki ratusan anak tangga menjadi perjuangan tersendiri sebelum mencapai puncaknya. Jangan datang terlalu sore, atau kamu tidak mendapatkan spot yang pas untuk menikmati senja hari, menikmati indahnya langit Luang Prabang yang memerah ketika sang surya mulai kembali ke peraduannya. Jangan sampai kamu kehilangan momen itu. 
Sunset
Selain tujuan utamanya menunggu matahari tenggelam dan bersiap menyinari belahan dunia lainnya, dari puncak gunung Phou Si, kamu bisa menikmati pemandangan yang ada dibawahnya, seisi kota Luang Prabang yang dikelilingi pegunungan, termasuk melihat dengan jelas, sungai Mekong. 

Proses menikmati Kuasa Tuhan yang Luar Biasa itu hanya dalam hitungan menit. Sekejap kamu mengeditkan mata, sekejap itu kamu kehilangan satu momen saat itu juga.

Seberapa lama kamu mau bersatu dengan alam diatas puncak gunung, tidak ada batasan. Hampir semua turis, begitu matahari menghilang, balik kanan, pulang. Selanjutnya, kamu bisa langsung menghabiskan Kip yang kamu punya di Night Market.

3. Night Market

Iya, pasar malam berada tepat dibawah kaki gunung Phou Si. Sama seperti kebanyakan pasar malam yang ada, mereka mendirikan tenda- tenda bongkar pasang. Mereka menjual baju- baju hingga souvenir. Yang menarik, mungkin, minyak urut yang didalam botolnya ada ular cobra yang diawetkan. Selebihnya, biasa saja deh. Tapi meriah. Jika yang hobi belanja, cocok deh. Aku sendiri hanya beli 1 kaos bertuliskan Luang Prabang seharga 17.500 Kip ( hasil negosiasi pelik ) dan pajangan piring ukuran kecil seharga 20.000 Kip.
Pasar malam bukan pusat jajanan, bukan pusat kuliner. Ada satu gang kecil dekat pasar malam yang menjajahkan makanan lokal. Ramai, padat, dipenuhi hampir 95 % bule. Menarik, iya caranya aku suka, aku anggap beda dan anti mainstream.

Setiap orang ( yang mau makan disana ) mendapatkan satu mangkok ukuran sedang ( mungkin sedikit lebih gede dari mangkok bakso ) dan bayar 15.000 Kip. Namanya, buffet atau makan sepuasnya. Tapi, kamu hanya boleh ambil sekali saja, silahkan ambil semua menu yang tersedia sepuas kamu , sepenuh mangkok kamu. Tidak ada kesempatan kedua dan tidak ada mangkok kedua. Bedakan ?
Okey, tentang rasa makanannya. Aku kasih nilai 7. Atau dengan kata lain, rata-rata saja. Makanan yang tersaji dingin semua dan terbuka begitu saja tanpa ada penutup. Lupakan tentang kebersihan. Menu yang boleh diambil free itu semua sayuran atau paling tidak, umbi- umbian yang diolah menjadi beberapa variasi. Termasuk french fries ala Laos dan kripik kentang lainnya. Sedangkan daging, harus bayar 10.000 Kip lagi untuk setiap potongnya. Note penting, TIDAK HALAL. Kohei, asal Jepang, bahkan hanya beberapa suap saja sudah berhenti. Memang, aku setuju dengan dia, hanya Poh saja yang cocok di lidah. Kecuali kamu masuk ke cafe dan restoran bule.

Kehidupan malam di Luang Prabang sudah tentu jauh lebih sepi dibanding pagi dan siang hari. Udara sejuk, halah, dingin gitu. Kecuali disekitaran pasar malam, selebihnya, sepertinya sepi. Jalan pulang ke hostel saja sepi banget, cenderung gelap. Ya tidak terlalu gelap sih. Aku nyaman sih.

4. Ritual Tak Bat

Dan, jika sudah ada di Luang Prabang, rencanakan waktu kamu untuk menikmati proses Tak Bat. Butuh sedikit usaha sih, karena harus bangun pagi-pagi. Kemaren sih, aku bangun jam 5. Benar, jam 5 tidak termasuk pagi buta bangetlah. Tapi ini kan dalam rangka liburan, masak harus bangun sepagi itu.
Tak Bat, ritual setiap pagi sekitaran jam 5.30, dimana tradisi pemberian sedekah kepada para biksu. Prosesnya, orang lokal Luang Prabang masak sticky rice dan memberikannya kepada para biksu. Proses ini sudah berlangsung sejak dahulu kala. Sebenarnya, ritual Tak Bat juga ada dinegara dan kota lainnya yang menganut aliran Theravada. Di Luang Prabang ini, Tak Bat jauh lebih terkenal sehingga menjadi daya tarik wisata bagi para turis yang datang, siapapun dia.
Sekarang ini, ritual Tak Bat dijadikan bisnis. Sah- sah saja. Warga lokal menjual sejumlah paket kepada turis yang ingin memberikan sedekah kepada para biksu. Sebenarnya, kata Lao, traveler asal Malaysia, makanan yang dibagi, harus dimasak sendiri. Bukan beli. Menurutku, tidak menjadi persoalan yang berarti. Yang penting kan niatnya.
Sebagian sedekah yang didapat para biksu, mereka akan membagikannya kepada warga lainnya yang tidak mampu, yang sedang menunggu sedekahan dari para biksu tersebut. Proses ini hanya dilakukan sekali sehari. Para biksu hanya makan sekali sehari.

Sebelum kembali hostel atau hotel tempat kamu menginap, sempatkan juga mengunjungi pasar pagi Luang Prabang. Aku sih pergi. Tidak ada hal yang menarik dalam 15 menitku disana. Hahahaa... Bedanya, memang, bersih, tidak becek dan tertata. Itu saja. Mungkin, buat kamu yang suka dengan urusan dapur, boleh deh, bisa melihat jenis sayur- sayuran hingga bumbu- bumbu yang ada di Laos.

5. Mekong River

Punya budget lebih, boleh coba sarapan pagi ditepi Sungai Mekong yang ditawarkan salah satu pengelola disana. Aku tidak punya gambaran seperti apa, karena aku lebih memilih makan pagi gratis alakadarnya yang disediakan pihak hostel.

Walaupun begitu, sebelum naik boat mengunjungi desa penghasil kertas dan goa yang menurutku sama sekali tidak menarik itu, kami, Kohei dan aku sempat makan Poh ( 15.000 Kip ) ditepi Sungai Mekong.
Mekong River
Seharusnya, yang dikunjungi adalah Park Ou Cave, yang mempunyai daya tarik. Tapi butuh waktu perjalanan 4 jam pp. Sedangkan kami tidak punya waktu itu. Buat kamu, catat nih, biar murah, kamu harus ikut boat pagi jam 8.30. Itu boat umum, sehingga biaya kesananya jadi lebih murah daripada kamu harus sewa boat khusus. Seperti kami, yang akhirnya tidak jadi ke Park Ou Cave, malahan bayar 50.000 Kip per orang hanya mendatangi desa dan sebuah goa yang katanya sangat bagus itu.

Ya, secara sejarah dan peninggalannya, bagus. Tapi secara pengelolaannya, jelek sekali. Aku sama sekali tidak menikmati apa yang ada didalam goa itu yang katanya ada bebatuan yang berbentuk gajah, elang hingga mahluk lainnya. Kondisi goa yang gelap gulita, kurang oksigen dan yang menemani kami turun tidak bisa memberikan informasi apapun, keterbatasan bahasa. Waktu kesana, cuma kami berdua doang.

Trip yang seharusnya kami menikmatinya, kami segera mengakhirinya. Sebelum waktunya, kami sudah memutuskan untuk kembali ke Luang Prabang. Menyesal ? Tentu tidak. Apapun itu, kemanapun itu, seperti apapun itu kondisinya, tidak akan ada penyesalan.

Sisa hari itu, kami hanya berleha- leha di hostel. Penuhi baterai handphone dan kamera, istirahat dan mandi. Tujuannya selanjutnya, Hanoi dengan naik sleeping bus yang memakan total waktu 27 jam. Inilah tantangan sebenarnya bagi seorang backpacker. Jalur neraka ini yang sangat terkenal didunia backpacker, akhirnya, aku berhasil melewatinya.

With Love,

@ranselahok

---semoga semua mahluk hidup berbahagia---










Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts