Amphawa Floating Market, Pasarnya Turis Lokal Thailand.

Tanggal 27 Agustus 2016.

Sebelum mengakhiri trip ke Bangkok kemaren, aku mengunjungi pasar terapung yang lebih keren disebut dengan floating market. Singkat cerita, aku ke Amphawa Floating Market yang butuh perjalanan darat sekitar 2 jam dari Bangkok. Aku sih naik van. Sama seperti ke Ayutthaya sebelumnya, naik van-nya juga dari Victory Monument. Bisa baca disini. 

Harga tiket van 100 Baht per orang. Sudah menjadi kebiasaan, mengkhayal juga aku lakukan selama perjalanan dari Bangkok sampai ke tujuan. Selain untuk mengusir bosan dan membangkitkan semangat, ya biar tidak terasa saja, eh.. tak tahunya sudah tiba.. gitu ceritanya. 

Oh ya kenapa ke Amphawa, bukan ke Damnoen Saduak Floating Market? #tanyakenapa?

Oleh seorang teman Couchsurfing yang paham betul tentang Bangkok, dia menyarankan, Amphawa Floating Market lebih alami, dalam arti, masih terasa lokalnya. Kalau Damnoen Saduak sudah ramai banget dan penuh dengan turis. Intinya, turis asing banget-lah. Sedangkan Amphawa, yang kesana masih turis lokal. 

Karena belum pernah, ya aku ikutin saja. Dan.... benar saja, seisi pasar, 95% turis lokal. Aku tiba disana sekitar jam 12-an. Langsung saja jalan sesuka hati, ikutin langkah kaki yang menaati perintah dari mata. Yups, yang jualan Thai, yang beli mostly juga Thai. Mereka ya sahut-sahutan tidak jelas. Hahaha.. #akunyayangtidakngerti...

Belanja? Tentu tidak.. Makan? Iya..

Sebenarnya, yang buat menarik hati untuk bisa sampai di Amphawa adalah ada satu vihara Sang Buddha yang sudah tua dan bangunannya dililit oleh akar- akar pohon. Sebelum ikut tour yang memakan waktu 3 jam itu, aku keliling sejenak seisi pasarnya. Makan nasi goreng Thai yang dibungkus pakai daun teratai. Dan makananan ini yang paling aku suka selama di Thai pada trip kemaren itu. Model dan jenis makanan baru yang pernah aku temukan. Jadi tambah refrensi. Harganya 50 Baht. Isinya macam- macam. Ya nasi goreng gitu, nah tambahannya banyak banget, ada daging, telur, jatuhnya kayak nasi campur, tapi bukan nasi campur. Entahlah, lupa, apa saja isinya. Aku suka. Sambil jalan sambil makan. Tidak peduli... 

Paling terasa saat ikut tour keliling vihara - vihara yang ada disana. 1 kapal penuh dan aku satu- satunya turis asing. Satu kapal berbahasa Thai dan aku hanya diam dan bengong, tapi kangen situasi saat itu. Serius....

"Ketika berada disatu tempat asing dan tidak ada yang pedulikan kamu. Saat itulah, kamu akan mengerti, siapa kamu sebenarnya !!!"

Tentang floating market, sebenarnya, ya sama saja. Tidak benar- benar jualan dari atas kapal sih. Ada beberapa kapal saja yang jualan dan itupun adalah seafood. Selebihnya, jualan dalam kios dan bahu jalan. Sekilas mata sih, lebih banyak jual makan dan minum. Cendramata hanya beberapa saja. 
Operator yang jual river tour, kabarnya operator yang bagus. Letaknya pas dekat tangga.
Tentang Amphawa River Tour-nya, dibawa keliling dari satu vihara ke vihara lainnya. Wat- wat- an lagi deh. Aku tidak ingat seberapa banyak vihara yang aku lihat. Bayar 50 Baht untuk 3 jam-an. Satu - satunya yang aku ingat adalah Wat Bang Kung yang umurnya sudah ratusan tahun. Wat ini sangat ramai dan padat dengan turis lokal. Viharanya termasuk kecil dan viharanya dililit oleh akar pohon yang gede- gede. 

Amphawa River Tour bagiku adalah religius tour. Tour yang membawa tamunya berdoa dari satu vihara ke vihara lainnya. Dan hebatnya, turis lokal itu, semuanya, berdoa disetiap vihara yang dikunjungi. Kegiatan menarik setelah berdoa adalah menempelkan kertas warna emas ke badan patung Sang Buddha. Untuk apa? Hahaha.. kurang paham sih, asumsiku sih, mungkin biar doa-nya dikabulkan.. mungkin.. Amin...

Selebihnya, ya menyusuri sungainya. Tidak ada yang special sih. Tapi tetap, menyisakan kesan dan momen tersendiri. Bukankah traveling itu bukan tentang seberapa bagus tempat yang kamu datangi, seberapa keren tempat itu, seberapa mahal dan seberapa jauh kamu pergi? Bukankah esensi traveling itu lebih ke proses dan bagaimana kamu merasakan, mengagumi, menikmati dan menyatu dengan apa yang kamu lihat ? 

Setelah kembali dari river tour, aku sih bilang semakin padat dan ramai. Ketika itu sudah jam 4 lewat. Dan, turis asing juga semakin banyak. Okey, karena tujuan utama sudah kelar. Artinya, saatnya pulang ke Bangkok. Tiketnya sama, 100 Baht per orang. 

With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---

Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts