Cara Paling Mudah Jalan-Jalan Ke Malaka

Sebelum bercerita tentang Malaka, sisi lain dari Malaysia yang dinobatkan sebagai " UNESCO WORLD HARITAGE CITY ", aku mau berbagi pengalaman, lebih tepatnya, bagaimana caranya bisa sampai di Malaka? 

Malaka hanya berjarak sekitar 2,5 jam dari Kuala Lumpur International Aiport 1 atau 2. Malahan, sebagian review travelblog bilang hanya berjarak 2 jam perjalanan saja menuju Kuala Lumpur City. Artinya, memasukkan Malaka kedalam list tempat wisata yang mau kamu kunjungi, sudah tepat. 

Jika kamu mendarat di KLIA 1/2 , kamu tidak perlu harus ke KL dulu, kecuali kamu memang berniat mengunjungi Kuala Lumpur. Begitu keluar dari imigrasi, carilah penunjuk arah untuk bisa sampai di bus stop di basement. Dari sana, tinggal cari loket penjualan tiket. Ambillah jam keberangkatan terdekat dan jangan sampai ketinggalan bus. Karena selain rugi uang, kamu juga pasti rugi waktu. Pasalnya , menunggu bus selanjutnya butuh 2 jam lebih lagi. Dengan jedah waktu itu, kamu sudah bisa sampai di Malaka. 

Singkat cerita, ada bus langsung dari KLIA 1/2 dari dan ke Malaka. Harga dari KLIA sih aku tidak tahu, karena waktu berangkat ke Malaka, aku dari Penang. Tapi harga Malaka Sentral ke KLIA, waktu itu, aku bayar 24,1 RM. Sedangkan aku dari Penang langsung menuju Malaka tanpa transit di KL, aku bayar RM 50 dan membutuhkan 5 jam perjalanan. Ada yang bilang 6 jam perjalanan. Mungkin tergantung kondisi lalu lintas ya. Aku ambil jadwal berangkat paling malam. Sehingga aku masih bisa jalan- jalan sejenak di Penang dan tidak diburu waktu. Sebelumnya baca ini juga ya : Uniknya Street Art di Penang.

Aku ingat, bus berangkat tepat jam 11.45 PM. Padahal jadwalnya sih 10.30 PM. Tunggu sana sini, terus ambil penumpang di terminal Sungai Nibong dulu. Aku sendiri naik bus dari terminal Komtar. Biarinlah, pikirku, toh kalau tiba di Terminal Malaka Sentral sebelum subuh juga percuma. Hitung- hitung, telat berangkat termasuk buying time. 

Kami sempat diminta pindah bus saat berhenti di rest area. Entah dimana itu. Dalam keadaan setengah sadar, nyawa belum terkumpul sepenuhnya, sehabis dari toilet, yang menuju ke Malaka diminta pindah bus. Asumsiku sih, sudah sampai KL. 

Bus kembali melanjutkan perjalanan. Ganti driver dan bus tidak menghilangkan rasa kantuk. Lanjut tidur lagi sampai bus berhenti dengan sempurna di Terminal Malaka Sentral, hampir semua penumpang sudah turun, aku baru terbangun. Ternyata baru sekitar jam 5 pagi. Toko belum ada yang buka, hanya 7/11 dan 1 toko yang baru mulai buka. 
Suasana Terminal Malaka Sentral
Teminal Malaka Sentral pagi itu masih sepi banget. Terminal Malaka Sentral adalah pusat terminal dimana bus segala jurusan berhenti disini. Baik antar kota dalam negeri Malaysia maupun antar negara sampai ke Singapore. Sebagian ibu- ibu sudah dijemput oleh saudaranya. Terakhir tinggal aku dan seorang cewek asal Spanyol. 

Oh ya, tentang cewek Spanyol itu, kami sempat bertegur sapa saat baru naik bus dari terminal Komtar. Kemudian sempat ngobrol sejenak saat menunggu penumpang lain di terminal Sungai Nibong. Karena mempunyai tujuan dan mengalami kondisi yang sama, menunggu pagi datang, menunggu terminal beroperasi dan menunggu bus datang yang akan membawa kami ke inti kota, kami ngobrol panjang lebar didepan Mc Donald dari yang belum buka sampai ramai pengunjung. 

Namanya Maria, perokok berat, berumur sekitar 35 -an. Backpacker sendirian dari Penang dan Malaka menjadi last stop sebelum akhirnya bertolak ke KL untuk terbang kembali ke negaranya. Maria, belum pernah datang ke Indonesia. Aku merasa sedih, karena dibayangan Maria, Indonesia itu negara yang kurang aman. Dalam benaknya, tragedi 98 yang menghebohkan dunia itu menjadi garis merah pandangan Maria terhadap Indonesia. Dia juga bertanya, bagaimana nasib orang keturunan Tionghoa saat ini? Tentu, aku, yang kebetulan sebagai keturunan, aku menjelaskan, Indonesia sudah sangat aman. Tragedi masa lalu itu lewat dan tidak akan pernah terulang lagi. Aku juga kasih tahu kalau Indonesia mempunyai banyak tempat wisata yang bisa kamu kunjungi. Seakan mempromosikan negeri sendiri, aku memperlihatkan foto- foto objek wisata yang pernah aku datangi. Aku cerita tentang indahnya Bali, Bromo, Lombok, Yogyakarta dan tempat keren lainnya, termasuk keanekaragaman budaya, bahasa dan kuliner yang kami miliki. Semoga saja, Maria bisa merubah pandangannya tentang Indonesia. 
Maria dan saya
Maria juga bertanya banyak tentang agama Islam dan sholat 5 waktunya. Dia sangat kagum kepada teman- teman Muslim yang taat beribadah, apalagi saat sedang menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan. Dia sendiri adalah atheis, dia tidak percaya akan adanya Tuhan. Alasannya, dia tidak mendapatkan hal terpenting apa yang dinamakan agama. Dia tidak merasakannya. 

Tidak terasa, ngobrolan sederhana itu harus kami akhiri. Kami harus segera mencari tiket kembali ke KL sesuai dengan jadwal masing- masing. Aku ambil bus jurusan KLIA langsung dari Malaka Sentral 2 hari kemudian. Sedangkan Maria, ambil jurusan Puduraya sore itu juga. Sayangnya, aku kehilangan email yang Maria berikan kepadaku. Semoga kita bisa bertemu lagi dibelahan bumi lainnya, lebih tepatnya, aku menunggumu Maria, untuk main ke Indonesia.

Info buat semuanya, Jumat , Sabtu dan Minggu di Malaka ramai sekali. Jadi, sebaiknya setelah sampai Malaka Sentral sebelum masuk ke kotanya, ada baiknya beli tiket kembali dulu, entah mana itu jurusanmu. 
Ramainya Terminal Malaka Sentral
Sampai di Terminal Malaka Sentral saja, bukan berarti kamu sudah tiba ditujuan akhirmu. Kamu masih harus melanjutkan perjalanan sekitar 15-20 menit ke pusat kota dengan menggunakan bus dalam kota. Cari bus Panorama no 17 warna merah , bayar RM 2 per orang. Kebanyakan traveler pasti turun di Red Square / Dutch Square, yang menjadi inti keramaian di Malaka. Dari sana, silahkan explore sepuas kamu kota Malaka, sehari , 2 hari atau 3 hari, atau mungkin sampai berminggu dan berbulan. Kalau kamu sudah melihat barisan bangunan berwarna merah, itu berarti, kamu sudah sampai di pusat kota. 

Bus Panorama no 17
Sama, kamu harus kembali ke Terminal Malaka Sentral untuk bisa sampai di KL atau tujuan kamu selanjutnya. Dengan memakai bus yang sama, dan naik dari tempat yang sama pada umumnya.

Oleh crew hostel yang baik banget itu, dia kasih tahu ke tamunya, kalau mau ke terminal jangan dari Dutch Square, lebih lama dan macet.
Kalau sudah lihat bangunan warna merah, berarti kamu sudah tiba ditujuan 
Dan benar saja, sesuai dengan petunjuknya, pagi itu, aku jalan kaki sampai ke ujung jalan Jonker Street dan menunggu di bus station. Tidak sampai 15 menit, bus lewat. Untuk menyakinkan, aku tanya ke bapak driver, bus ini akan membawa aku sampai di terminal. Hemm.. dan hanya bayar RM 1. Demikian juga disampaikan crew hostel, jangan pernah tanya berapa, cukup berikan RM 1 saja. 
Gerry dan Saya
Pasalnya, sehari sebelumnya, ada teman dadakan asal Yogyakarta, namanya juga backpacker, menunggu bus cukup lama, aku rasa ada 1 jam di Dutch Square. Kami juga menghabiskan waktu bersama sekitar 2 jam. Ngobrol panjang lebar, saling berbagi pengalaman dan pendapat tentang daya tarik wisata luar negeri dan dalam negeri kita sendiri. Namanya Gerry Utama, mahasiswa jurusan Geografi asal Yogyakarta itu barusan pulang dari Moskow. Selama 2 bulan dia sana dan mengunjungi banyak negara lainnya. Dia cerita banyak tentang pengalaman serunya saat traveling, tentang kuliahnya, dan tentang bagaimana mendapatkan sponsor tripnya. Salam kenal Gerry, semoga bertemu di kesempatan lain dan bisa traveling bareng lagi. 

Penting, perhitungkan waktu kamu dengan matang, terutama weekend, Malaka itu macet. Dari pada kamu ketinggalan bus, lebih baik berangkat lebih awal. Tidak ada salahnya kok. Lagian, Terminal Malaka Sentral, bersih dan adem. Demikian, semoga informasi ini bermanfaat buat kamu yang sedang merencanakan trip kamu ke Malaka. 
Bus dari Terminal Malaka Sentral ke KLIA
Tungguin ya, selanjutnya, artikel wisata sejarah tentang Malaka dan kulinernya, termasuk Night Marketnya. 

With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---  














Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

13 komentar :

  1. kemarin niatnya mau lanjut ke malaka pas lagi di johor, tapi nggak jadi XD naik bus paling murah ya caranya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, kok gak mampir, padahal uda dekat banget tuh Johor ke Malaka.

      Delete
  2. oooo... familiar dengan malaka ketika pelajaran sejarah dulu :)

    ReplyDelete
  3. nice review.. aku pgn ke malaka tahun depan, cari yg low budget.. :D

    ReplyDelete
  4. Maaf mau nanya, bus operator komtar-melaka sentral apa namanya ya? Amankah kalo beli on the spot? Atau lebih baik online saja? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak kok di Komtar. Aman kok... beli on the spot saja, kalau takut kehabisan seat, beli dulu saja beberapa sebelumnya, terus bisa keliling Penang .

      Delete
    2. Oke. Terimakasih banyak. Berarti sampai di penang langsung booking aja ya di komtar.

      Delete
  5. Halo Pak.

    Aku rencana bulan Mei 2017 ini mau main2 ke Malacca. Nah klo dari Malaka Sentral ke KLIA ada rekomen PO Bus mana, berapa Ringgit dan lama perjalanan? Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Operatornya sama saja sih menurutku. Harga sudah disebutkan diatas. Seingatku, tidak banyak operator yang buka rute Malaka - KLIA.

      Delete
  6. infonya ngebantu bgt mas, dari ngga tau apa2 tentang meaka jd tau mau kemana aja hehe
    oiya bus dari jongker ke melaka sentral bus nomor berapa mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Naik nomor yang sama saja.

      Delete

Powered by Blogger.

Popular Posts