Jalan Layang Level Kelima Di Cina

Sudah hampir 10 tahun berlalu, aku menginjakkan kaki di Cina. Kala itu, trip bisnis dari kantor bersamaan dapat jatah liburan ke Hongkong. Dan parahnya, sudah 3 kali ke Cina, tidak sekalipun mampir ke Beijing, tempatnya Greatwall dan pusat sejarah budaya Cina. Dan 3 kali itu pula, hanya trip bisnis, keluar masuk pabrik, restoran , pameran dan sesekali menikmati pijatan ala Cina, karena keletihan. ( Baca, pijat benaran loh.. )

Ya.. apapun itu, paling tidak, aku sudah jejakkan kaki di Cina, 3 kali, hehehe.. Dimana itu ? 3 kali itu ke Guang Zhou, pusatnya pabrikasi dan Shenzhen, sekedar lewat, karena naik kereta dari Hongkong.

Walaupun tidak ada pengalaman sejatinya sebuah liburan ke negeri tirai bambu, aku terkesan kok. Kemajuan ekonomi dan teknologi sangat terasa sudah terasa 10 tahun yang lalu. Apalagi sekarang ya? Saat itu, aku sudah menikmati jalan layang level kelima. Aku takjub. Iya level kelima itu artinya adalah hitungan aku sendiri. Level pertama untuk jalanan paling bawah, tumpukan jalan layang kedua sampai yang teratas. Ya kayak jalan layang di Jakarta juga, yang didepan Taman Anggrek gitu. Kan ada 3 level. Ini versi aku yee...hehe...


Sempat coba MRT-nya Cina juga. Dan yang membuat paling takjub, ketika dijalanan. Aku merinding. Merinding sampai bulu kuduk aku berdiri. Kenapa? Bukan ketemu hantunya Cina, yang loncat - loncat itu. Serius bukan... Terlebih, aku melihat sekumpulan semut yang banyak, sangat banyak. Aku termasuk diantara sekumpulan semut itu. Jalanan penuh semut, eh.. maksudnya, jalanan penuh dengan orang- orang yang sangat banyak. Tentu, ini memang karena Cina mempunyai populasi yang paling padat didunia ini. 

Cina, adopsi setir kiri. Jadi kalau mau nyebrang, harus lihat kiri dulu baru kanan. Kalau makan bareng sama orang Cina di restoran, agak ramai, hitungannya sih agak berisik, suara mereka ngobrol yang sangat kencang. Makanannya enak- enak, cocok sama lidah aku.

Trip bisnis itu, tidak ada shopping, tidak ada ngemall, tidak ada ke pusat wisata yang terkenal dan tidak ada kemana- mana. Bangun pagi, sarapan dijemput kemudian keluar masuk pabrik, terus makan dan pulang hotel. Begitu saja sampai selesai jadwal kunjungan kerja.

Tentu, masuk kedalam wish list traveling aku, satu hari, Cina, aku akan kembali, bukan ke Guang Zhou tapi , aku akan ke Beijing dan Shanghai. Pasti... Tungguin saja jejak kaki aku disana...

Karena aku..

Mau melihat dunia dan jejakan kaki dimana saja, aku akan mendapatkan pengalaman hidup yang berbeda. Melihat dunia orang dan  akan mengerti, betapa indahnya hidup ini yang sesungguhnya.

With Love,

@ranselahok

Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts