Trip Bandung - Kawah Putih

Tanggal 25 Mei 2014

Berangkat dari Jakarta sudah jam 9 malam lewat. Padahal rencana awal adalah berangkat jam 7 setelah pulang kerja dari kantor langsung. Perjalanan malam itu menuju Bandung tidak macet, kecuali pas masih di Jakarta sebelum Cawang, agak tersendat. Setelahnya lancar sampai Bandung sudah lewat tengah malam. Check in Hotel kemudian kami memutuskan untuk hunting kuliner tengah malam. Tetap, tidak mau rugi waktu. Menuju ke Paskal, ternyata sudah tutup.


Waktu menunjukan jam 1 lewat. Akhirnya kami makan wedang ronde dan mie ayam di Jalan Gardujati. Suasana tengah malam yang dingin, jalanan mulai sepi, penjajah makananpun mulai merapikan tempatnya. Wedang ronde sedikit menghangatkan badan, jahenya terasa banget, terasa pedas, sedangkan isinya enak, ada beberapa pilihan rasa seperti kacang, kacang merah dll. Satu mangkok Wedang ronde Rp 10.000,-. Mie ayamnya seharga Rp 15.000,- / mangkok. Kuahnya kental manis, ada tambahan bakso. Dibawahnya ada sayuran. Habis makan, kembali ke hotel dan tidur deh.

#Selfie dipagi saat sarapan
Bangun pagi, keluar dari hotel jam 9-an. Kami sebenarnya ingin cari sarapan bubur dan sejenisnya, tidak kesampaian, akhirnya kami sarapan disalah satu cafe dipinggir jalan dekat salah satu hotel disudut kota Bandung. Tidak ada yang spesial dari sarapan kami kali ini, soalnya cafe ini juga banyak di Jakarta. 

Hal pertama yang kami lakukan adalah mengunjungi panti #KampusPeduli yang terletak didaerah Dago. Cerita seru kami bersama adik- adik di panti #KampusPeduli bisa dibaca disini ya.

Anak-anak Panti #KampusPeduli
Dari panti #KampusPeduli, kami langsung menuju ke Kawah Putih - Ciwidey. Perjalanan cukup lama, hampir 3 jam. Ketika mulai memasuki Ciwidey, jalanan mulai tersendat. Maklum juga, tempat wisata dan hari libur. Cuaca Kawah Putih dan sekitarnya kurang bersahabat hari itu, mendung , gerimis dan hujan. Begitulah kami berada disana. 

Kawah Putih

Eksis di Kawah Putih
Ramai pengunjung yang mengisi liburan bersama keluarga tapi tidak padat banget. Dimulai dari gerbang masuk Kawah Putih dimana kita diharuskan untuk membayar tiket masuk. Saya lupa secara detailnya, tapi satu mobil plus kami berlima , harus bayar Rp 250.000,- . Selain memakai mobil pribadi, juga disediakan fasilitas umum mobil angkutan. Kalau tidak salah tidak sampai Rp 10.000,- per orang, tapi kudu tunggu mobil penuh. 
Angkutan mobil 
Bau belerang hari itu cukup menyengat. Pas turun ke bawah, cuaca masih mendukung, mendung, tapi tidak gelap. Jadi masih bisa ada kesempatan menikmati sekeliling, udara segar tidak ada ya, makin bernafas dalam, makin tercium bau belerang. Tidak sampai 5 menit, gerimis mengundang deh. Kemudian berubah terang tanpa sinaran terik matahari. Eh.. cuaca berubah sangat cepat, tidak sampai 5 menit kemudian, hujan kemudian turun lagi, perlahan tapi pasti, mulai lebat dan bubar deh semua manusia yang ingin menikmati kehebatan Tuhan akan alam Kawah Putih. Dan memang tidak ada cerita spesial dari tempat wisata ini, tidak banyak yang bisa dinikmati kecuali melihat sekeliling kawah yang keren. Mungkin, sebagian besar dari kita sudah pernah mengunjungi Kawah Putih. Tapi, objek wisata ini bisa menjadi pilihan buat Anda dan keluarga dalam mengisi liburan. Atau jika memang sedang berada di Bandung, tentu tidak ada salahnya, meluangkan waktu untuk mengunjungi tempat ini.


Keburu hujan semakin lebat, akhirnya kami memutuskan untuk segera kembali ke Bandung. Sejak sarapan tadi pagi, itu terakhir kalinya, kami mengisi perut. Perjalanan pulang ke Bandung sangat membosankan, ditengah lapar dan jalanan yang lumayan macet. Kami tiba di Bandung jam 7 malam dari 4 sore berangkat dari Kawah Putih.
Hujan melanda Kawah Putih
Untuk mengisi perut, kami tancap gas ke batagor Kingsley. Seporsi batagor campur Rp 30.000,-. Sesuailah dengan ketenaran namanya, saya suka. Memang karena enak, terasa. Bumbu kacangnya juga enak, tapi sayang, bumbu kacangnya sudah ada campuran cabe, terasa pedasnya. Bagi yang tidak bisa makan pedas, saat pesan, harus note ke pelayannya. Sepiring siomay goreng juga tidak ketinggalan pada makan malam itu.


Kenyang dari Kingsley, kami mampir ke Kartika Sari sebentar, kemudian ke Rumah Mode. Waktu sudah menunjukan jam 10 malam. Tidak mau menghabiskan liburan Bandung begitu saja, kami memilih ke Paskal. Serasa merdeka, banyak sekali pilihan menu. Mau dari yang ringan sampai berat, ada. Kepikiran langsung siang tadi, yang sempat kelaparan, jadi saatnya balas dendam. Es cendol adalah bidikan pertamaku, setiap kali kesini, es cendol adalah menu wajib, menu lain seperti mie kocok, wedang ronde, serabi menjadi santapan kami.

Paskal
Begitulah liburan berempat kami di Bandung, kembali ke hotel sudah larut malam, masing- masing antri mandi, tidur, dan harus bangun jam 3.30 dini hari untuk kembali ke Ibukota Jakarta, menjalani rutinitas keseharian yang padat. Tiba di Jakarta sekitar jam 7 pagi, mandi dan masuk kantor. Liburan habis. Semoga masih mempunyai kesempatan lain untuk liburan ke objek wisata lokal lainnyayang tidak kalah kerennya.  

With Love,

---semoga semua mahluk hidup berbahagia---


Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

5 komentar :

  1. kalo jln2 ke bandung sy wajib ke kartika sari,molen sama brownies'y favorit sy bgt :D,ngomong2 batagor kingsley lokasi'y dimn ya mas?buat referensi nanti klo sy ke bandung lagi...

    ReplyDelete
  2. kawah putih memang sangat eksotis apalagi ketika hujan rintik turun, rasanya gak mau bergeming dari sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo aku karena takut hujan, kaburrr dehhh,,, heheeh,,,

      Delete
  3. Wah seru jalan2 ke Bandungnya :D

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts