Trip ASEAN : Melihat Pertunjukan Ladyboy , Menikmati Kuliner dan Dunia Malam "Walking Street " di Pattaya ( Hari Keempat )

1 November 2013


"Pokoknya jam 11 siang , selesai tidak selesai, harus balik ke hotel ", begitulah bunyi kesepakatan bersama. Karena kemaren, sesi belanja masih kurang puas, makanya sisa beberapa jam dihari terakhir di Bangkok dimanfaatkan untuk menghabiskan sisa budget untuk belanja lagi. 


Rencana awal sih ( sesuai itenary ) , kami bertolak ke Pattaya menggunakan minivan yang ada di daerah Victoria , yang notabene adalah terminal bus dari Bangkok tujuan Pattaya. Saya tidak tahu pasti , apakah disana juga merupaka pusat terminal bus tujuan mana sana dari Bangkok. Dari hotel , kami naik taxi meter menuju kesana dengan biaya Baht 200 ( 1 Baht = Rp 370,- ). Berhubung melihat hasil belanjaan yang begitu banyak, sudah melewati kuota yang kami targetkan sendiri, ditambah lagi tawaran dari supir taxi itu yang mau mengantarkan kami langsung ke Pattaya, dengan pertimbangan- pertimbangan itu, jadinya kami memutuskan pakai jasa taxi menuju Pattaya. Biaya perjalanan dengan taxi Bath 1200. 

Tuk-Tuk Pattaya
Perjalanan itu cukup menyenangkan, supir taxi itu cukup ramah dan berusaha komunikatif dengan kami. Perawakan yang masih muda , mungkin hanya sekitar 25 tahun, dia dengan keterbatasan bahasa Inggris-nya menjawab segala keingin-tahuan kami tentang Bangkok dan Pattaya, terutama tentang objek wisata yang terkenal dan banyak dikunjungi para turis. Terkadang juga harus memakai bahasa isyarat, memakai tulisan bahkan ngakak terbahak- bahak karena susah menjelaskannya. 


Perjalanan hari itu menuju Pattaya dari Bangkok memakan waktu sekitar 3 jam- an. ( atau mungkin lebih, saya lupa sih ). Dan tanpa terasa kami telah sampai dan diantarkan langsung ke hotel yang kami maksud. Kota Pattaya jauh dari perwujudannya dari kota Bangkok. Hiruk pikuknya, keramaiannya dan kehebohannya tidak sama. Di Pattaya, kehidupannya terasa lebih santai, lebih tenang. Kami tinggal di hotel yang terletak dipusat keramaian para turis. Jadi , nuansa liburannya sangat kental. Jika dibandingkan dengan Indonesia, mungkin Bali bisa disandingkan dalam hal turis manca negaranya, terutama bule. Khususnya di daerah Legian, Kuta, bagaimana para turis berjalan kaki santai, ada yang naik tuk-tuk, ada yang naik motor sewaan, sepeda, main di pantai, bertelanjang dada. 


Setelah check in, berbenah diri sebentar, mandi dan sebagainya. Hal pertama yang kami lakukan adalah berburu kuliner. Kebetulan sekali, hanya dengan berjalan kaki tidak lebih dari 5 menit, hanya diseberang jalan hotel saja, sudah berjejer kuliner yang siap memuaskan kamu. Manggo rice, durian Bangkok, tom yam gong, seafood, juice, Pad Thai, air kelapa Thai dan lainnya. Nikmat dan lezat. 




Puas makan, hal kedua yang kami lakukan di Pattaya malam hari itu , menikmati The Alcazar Show atau yang lebih dikenal dengan Ladyboy show. Sama, hanya butuh jalan kali tidak kurang dari 10 menit, dari tempat makan tadi, kami sudah bisa sampai ditempat show itu. Jam menunjukkan pukul 7. 15 lebih ( malam ) , suasana disana sudah sangat ramai, penuh dengan para turis, rombongan tour dari berbagai negara. Bergegas ke loket untuk mendapatkan tiket masuk, dan sedikit kekecawaan yang didapatkan. Tiket untuk pertunjukan jam 8 malam sudah sold out, karena kebanyakan mereka dari agency tour sudah mengatur petunjukan ini untuk para tamunya. Tidak boleh terlewatkan. Iya ... tetap harus nonton malam ini juga, jika tidak, sudah tidak mempunyai kesempatan lagi. Besok sudah saatnya ke Kamboja, atau harus balik lagi pada next trip. Untunglah, kami ditawarin bangku tempel pada petunjukan sesi berikutnya , jam 9.30 malam dengan harga yang sama. Pikir- pikir ya sudahlah, tidak terlalu bermasalah juga, lagian begitu ditunjukan spot bangku tempel itu, tenyata best view,cuma beda di tempat duduknya saja. Untuk jadwal The Alcazar Show setiap malam, ada sesi yaitu jam 6 sore, jam 8 malam dan jam 9.30 malam , ada tambahan sesi jam 11.00 malam setiap hari Sabtu. Tiket masuk 500 Baht / orang termasuk satu gelas minuman.


Untuk mengisi waktu luang yang masih banyak, kami memutuskan untuk pergi ke Walking Street , Pattaya yang dekat dengan Pattaya Beach. Jalan kaki sekitar 10 menit, menyusuri jalanan yang agak sepi , lumayan terang , tapi aman. Sampai diujung jalan, kami naik tuk-tuk dengan harga Baht 10 menuju ke Walking Street. Jasa angkutan umum di Pattaya adalah tuk-tuk. Ada beberapa trayek tuk-tuk yang berfungsi memudahkan transportasi orang lokal maupun turis. Tidak peduli, jauh dekat , yang pasti, masih dalam lingkaran trayek itu, bayar Baht 10. Dan sepanjang jalan utama maupun di Walking Street , banyak sekali yang menawarkan jasa reflexi.

Aksi sulap di Walking Street
Walking Street , satu jalan yang penuh warna, tidak ada kendaraan yang masuk (blocking area) , hingar bingar, ramai, banyak orang yang lalu-lalang, permainan lampu dan musik yang kencang, ditambah satu , nona- nona ( penuh tanda tanya ??? ) yang berdiri disetiap restoran / cafe / diskotik yang sedang memanggil siapa saja yang melewati mereka. Tentu, tugas mereka menawarkan promo yang sedang ada ditempat kerja mereka. Jangan kaget, jika berkunjung Walking Street ini. Sisi wild-nya berasa banget. So.. persiapkan diri dan mental , jika memang ingin sekedar tahu, seperti apa sih suasana disini, atau mungkin lebih... Silakan saja...

Sadar waktu The Alcazar Show akan segera dimulai, kami segera pulang ke tempat pertunjukan itu dengan menggunakan tuk-tuk juga. Barisan didepan pintu masuk ke hall sudah penuh dan sesak, ikut antri sejenak, kemudian semua tamu sudah memenuhi hall sesuai dengan nomor tempat duduk yang tertera ditiket, penuh. Tidak lama kemudian, The Alcazar Show-pun dimulai.


Bagus, The Alcazar Show sangat bagus. Dari segi setting soundsystem , lighting, stage, backdrop , semuanya terasa begitu sempurna dan memang telah diperhitungkan dengan matang. Pergantian tema, pemunculan talent, isi acara, kostum, tata rias, talent-nya sendiri, tema acara, dan entah apalagi, semuanya lengkap dan terasa begitu pas. Satu lagi yang saya salut adalah mereka mengangkat tema dari negara- negara ASEAN hinnga Korea, Jepang dan India untuk setiap pertunjukannya. Menggunakan kostum negara itu, menyanyikan lagu negara itu dan menarikan tarian negara itu serta latar belakang panggung juga merujuk ke negara itu. 

Talent- talentnya, ya... Ladyboy- Ladyboy itu, cantik sekali ya.. dan langsing. Bahkan menurutku mengalahkan perempuan asli yang ada. Pertunjukan itu memakan waktu lebih kurang 2 jam, setelah itu, para talent berbaris rapi  di outdoor , untuk memberi kesempatan para turis bisa berfoto bersama. Tapi bayar yeah... Sekali foto Baht 20. Dan kamu harus hati - hati ya.. terkesan, sebagaian dari mereka , rada kasar dan agak "mata duitan".


Postingan selanjutnya adalah bermain di Pattay Beach dan Mini Siam Pattaya. Mini Siam Pattaya, ibarat bola dunia , semua icon dunia ada disini. Jadi tidak perlu susah-susah Paris untuk melihat Menara Eiffel. Disini aja, tungguin ya... 




With Love,

-semoga semua mahluk hidup berbahagia---

Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 komentar :

  1. di foto itu satu porsi makanan kamu mas? hehehe

    salam
    http://jarwadi.me

    ReplyDelete
  2. Kl boleh tau, nama hotel yg di pattaya ap ya? Tx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya inap di Ibis Pattaya... Terima kasih...

      Delete

Powered by Blogger.

Popular Posts