Trip ASEAN : Kisah Suka Duka Perjalanan dari Pattaya ke Simreap dan menikmati indahnya Pattaya Beach - Mini Siam ( Hari Kelima )


Meneruskan cerita postingan- postingan sebelumnya, kesempatan kali ini, saya ingin membagi cerita perjalanan saya selanjutnya hari terakhir di Pattaya. Hari itu menjadi hari yang paling kesal, paling capek , butuh tenaga lebih sekaligus menjadi hari yang seru dimana akan menjadi bagian pengalaman hidup yang tidak pernah saya lupakan. Keseruan itu terjadi pada saat kami melakukan perjalanan menuju Simreap, Kamboja, yang harus melewati perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Sebelum sampai pada perjalanan itu, saya ingin cerita tentang pagi hari di Pantai Pattaya ( Pattaya Beach ) dan Mini Siam Pattaya. 

Pattaya Beach

Pattaya Beach
Tempat favorit bagi para turis terutama bule. Sekitar jam 10-an pagi, kami ada di pantai itu dengan menggunakan tuk-tuk ( Baht 10 / orang , 1 Baht = Rp 370,- ). Pantai itu sekilas mirip dengan Pantai Kuta , Bali. Tapi airnya lebih bersih dan agak tenang. Satu lagi, tidak ada sampah yang bertebaran dimana- mana. Jam segitu, sudah banyak bule yang berjemur, berenang atau sekedar duduk ngobrol bersama, baca buku. Tersedia tenda dan kursi - kursi. Banyak pedagang lokal yang sudah berjualan, minuman dan makanan mulai dari seafood , air kelapa dan sebagainya. Ada yang berkeliling seperti pedagang asongan.


Hari itu, panas sekali. Terik matahari siap menusuk lapisan kulit tubuh siapa saja yang ada disana. Dibagian sisi lainnya, ada kegiatan water sport. Sedangkan, saya sibuk menikmati indahnya pantai itu. Sibuk mengambil foto dan berkeliling disekitar sana. Tidak lama kami bermain dipantai, dari sana, kami main ke mall sebentar disekitaran pantai. Kemudian langsung mengunjungi Mini Siam dengan menyewa tuk- tuk. Tips buat kamu yang ingin pergi kesana, dari sekitaran pantai, kamu cuma perlu naik tuk-tuk terus turun di ujung jalan ( tanya orang, turun dimana ) kemudian sambung tuk- tuk yang mengambil rute ke arah Mini Siam. Total , hanya menghabiskan 20 Baht / orang. Dan kami, lagi, harus bayar 200 Baht dengan menyewa tuk-tuk yang seharusnya tidak perlu. Salah satu alasannya, karena diburu waktu. Memang , banyak hal yang bisa terjadi diluar dari rencana kita. 

Mini Siam Pattaya

Mini Siam
Tiket masuk ke Mini Siam 300 Baht / orang. Mini Siam , semua icon dunia ada disini. Dari Paris , Singapore, China, Sydney, Roma dan lainnya. Tempat ini sih lebih ke acara foto- foto. Bagi kamu yang suka bergaya dan berpose , jago didepan kamera, atau kamu yang hobby fotografi ,mengunjungi tempat ini adalah wajib. Banyak sekali spot dengan berbagai angle keren yang bisa kamu ambil. Dan kamu tidak perlu jauh- jauh pergi ke setiap negara, karena disini kamu sudah melihat miniatur dunia , negara yang ingin kamu kunjungi. 

Mini Siam
Melewati pintu masuk, disebelah kanan dinding, tersedia payung yang boleh dipakai secara gratis. Harus dikembalikan saat sebelum pintu keluar. Didalamnya hanya ada 2 tempat , sejenis kantin , menjual makanan dan minuman ringan. Untuk mengelilingi semua icon yang ada disana, mungkin membutuhkan waktu lebih dari 2 jam. Karena faktor cuaca yang panas, saya tidak sanggup untuk berkeliling, saya lebih memilih duduk dibawah pohon rindang sambil menikmati icon - icon yang ada disekitar dan orang yang lalu lalang, orang yang bergaya untuk foto. 

Mini Siam
Dari Mini Siam, sudah hampir jam 2 siang, kami langsung ke hotel. Kemudian kami meminta tolong pihak hotel untuk mencarikan tiket bus dari Pattaya - Simreap , Kamboja. Kemaren, pas waktu check in, saya sudah minta tolong carikan informasi, jam berapa saja bus menuju Simreap? Jawaban pastinya, setiap jam ada. Dan saya langsung shock berat, panik , sepanik-paniknya, kenapa tidak? Sudah tidak tiket bus lagi. Iya, marah. Saya langsung protes, kemaren saya dikasih informasi bahwa setiap jam ada bus. Saya sedikit memaksa, kemudian pihak hotel berusaha mencarikan tiket bus untuk kami. Butuh hampir 1 jam proses pencarian tiket itu berlangsung, akhirnya tiket ada. Tapi kami harus tunggu dipinggir jalan, kayak lagi tunggu angkot gitu kalo di Jakarta. Tidak masalah, yang penting ada tiket bus. Karena, malam ini juga kami harus tiba di Simreap, sesuai dengan itenary yang kami susun. Kamar hotel disana sudah siap menanti.

Mini Siam
Mendapatkan bus yang berangkat jam 5 sore, sementara harus mulai menunggu dipinggir jalan jam 4 sore. Sebelum berangkat, kami memutuskan untuk mencari makanan terlebih dahulu. Waktu 1 jam , kami manfaatkan untuk jalan- jalan disekitar hotel setelah makan. Tepat jam 4 sore, kami naik tuk-tuk dengan harga 100 Baht menuju tempat yang telah disepakati. Karena tidak tahu dimana lokasi yang dimaksud, jauh dekatnya, ya sudahlah, eh... ternyata tidak terlalu jauh. Aduh.. merasa tertipu lagi. Hanya bisa ngedumel saja.

Mini Siam
Duduk dipinggir jalan menjadi pengalaman yang seru dalam trip itu. Was- was, sedikit khawatir , panik dan takut bus yang dimaksud sudah lewat atau terlewatkan. Dengan seksama melihat setiap bus yang lewat didepan kami, apakah plat nomor yang dimaksud atau bukan? Karena itu , satu- satunya bus yang bisa mengantarkan kami sampai Simreap. Bus akhirnya muncul jam 5 lebih sedikit. Tiket bus dari Pattaya menuju Simreap 150 Baht / orang. 

Mini Siam
Well, berasa lega dan mulai tenang ketika sudah berada diatas bus itu, pikirku demikian. Ternyata, itu tidak menjamin segalanya. Supir bus itu tidak bisa berbahasa Inggris, ada satu penumpang yang terlebih dahulu naik juga tidak bisa berbahasa Inggris. Kami hanya ingin memastikan , bus inilah yang akan membawa kami sampai ditujuan yang kami maksud. Dan sekitar jam berapa, kami akan sampai disana. Panik sesi kedua mulai menyerang. Jangan- jangan kami salah bus, jangan- jangan kami direkomendasikan pihak hotel , bus yang salah tujuan pula. 

Mini Siam
Dengan segala cara, kami berusaha mendapatkan informasi yang kami inginkan. Dari tulis menulislah, kami mendapatkan titik terang. Bahwa kami tidak akan sampai di Simreap . Kamboja. Pingsan. Langsung puyeng saat itu juga. Karena kami tidak akan lewat perbatasan. Besok pagi kami baru bisa sampai di Simreap, demikian informasi sedikit yang saya dapatkan dan yang saya ambil kesimpulannya. Berusaha tenang, teman saya, tetap ngotot, bahwa dia pasti tidak mengerti yang kami tanya, makanya dia tidak bisa kasih informasi yang tepat.  Sampai sudah menggunakan bahasa tubuh dan sebagainya, tetap , tidak mendapatkan informasi yang konkrit. 

Mini Siam
Sepanjang perjalanan, bus ini sembari mengambil penumpang. Bukan asal berhenti , tapi penumpang yang memang sudah telepon pesan tiket. Kondisi seperti ini yang membuat perjalanan menuju ke tujuan lebih lama. Setelah lengkap semua penumpang, sekitar 10 orang. Bus ini mulai melaju dengan kecepatan maksimal. Asal tahu ya, satu bus, tidak ada yang bisa memberi informasi yang kami inginkan. Satu bus, tidak ada yang bisa berbahasa Inggris. 

Mini Siam
Beberapa kali, mampir di rest area, kesempatan itu kami gunakan untuk bertanya- tanya. Ajaib. Tidak ada yang bisa kasih informasi. Karena mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Benar- benar, komunikasi menjadi kendala utama bagi kami saat itu. Menenangkan diri dengan blogwalking ke beberapa rumah blogger yang menceritakan objek wisata seru di Simreap dan Phnompenh.

Tunggu Bus
30 menit sebelum tiba ditujuan yang sebelumnya kami tidak tahu dimana itu. Tiba- tiba seorang penumpang perempuan muda, tanya kami dengan terbata- bata. Secara singkat, kami akhirnya lega walaupun berakhir dengan kecewa. Perbatasan Thailand dan Kamboja buka setiap hari mulai dari jam 7 pagi - 8 malam, sedangkan saat itu sudah jam 10 malam. Berarti kami sudah tidak bisa menyebrang ke Kamboja malam itu. Artian yang lain, kami harus menginap di perbatasan, yang akhirnya kami tahu nama daerah itu, Aranyaprathet , Thailand. 

Suasana pagi disekitar hotel Aranyaprathet
Sisa penumpang hanya tiga orang , kami berdua dan perempuan muda itu. Kami diturunkan supir bus didepan hotel ala Aranyaprathet. Mau tidak mau, voucher hotel di Simreap malam itu hangus dan kami harus menginap satu malam disini. Dengan dibantu perempuan muda itu, kami check in disalah satu hotel disana ( 1 malam 150 Baht / kamar ). Guest house sih, tapi bersih , nyaman, ber-AC dan murah. Kami ditawarin si perempuan muda untuk menumpang mobil dia besok pagi menuju ke perbatasan. Dari hotel butuh sekitar 30 menit lagi. Seharusnya, kami diturunkan di hotel yang dekat perbatasan, jadi kami hanya perlu jalan kaki saja untuk menyeberang melewati perbatasan.

Suasana sekitar perbatasan
Yang penting sudah dalam rute yang benar. Tidak khawatir lagi, sudah tenang dan  bisa bernafas panjang. Malam itu, malam diperbatasan Thailand yang jauh dari keramaian ibukota, yang entah kapan lagi baru bisa kembali ke perbatasan itu. Kami kemudian menikmati malam itu dengan berjalan santai disekiling hotel. Melihat kehidupan malam perbatasan yang sepi, tenang dan nyaman sambil menikmati sepiring Pad Thai Aranyaprathet.

Kookkai 
Kembali ke hotel, bertemu dengan rombongan bule yang juga bernasib sama dengan kami. Ngobrol sebentar, kenalan, menjadi penutup hari kami yang indah penuh suka dan duka. Keesokan harinya, jam 8 pagi, kami sudah ditunggu di lobby sama perempuan muda itu yang bernama Kookkai, asal Aranyaprathet yang kebetulan sedang pulang ke kampung halamannya. Dengan membawa mobil sendiri, Kookkai mengantarkan kami sampai di perbatasan. Kami berpisah didepan imigrasi Thailand. Untuk alasan apapun, terima kasih sudah membantu kami. Dan dari saat itu, kami menambah satu teman baru yang kini sedang menyelesaikan kuliahnya di Pattaya. 

Gerbang Perbatasan
Melewati pintu imigrasi Aranyaprathet ,Thailand, hanya perlu berjalan kaki beberapa menit saja sudah sampai dipintu imigrasi Poipet, Kamboja. Bagaimana kondisi imigrasi Kamboja, bagaimana suka dan duka kami lainnya dari Poipet menuju Simreap, Kamboja. Tungguin ya... Terima kasih.



With Love,

---semoga semua mahluk hidup berbahagia---


Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

7 komentar :

  1. suka postingannya.
    lengkap n detil bangeet

    ReplyDelete
  2. Ada kenalan taxi yg bs antar keliling bangkok city n pattaya ga? Ksh info dunk pls

    ReplyDelete
    Replies
    1. selama trip disana, kami gunakan transportasi umum, soalnya kemana- mana jadi lebih murah dan gampang kok... jadi tak ada kenalan taxi disana.

      Delete
  3. boleh minta itin trip ke bangkok nya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba cek disini http://www.husinpeng.com/2013/11/trip-4-negara-tetangga-asean-malaysia.html ...

      Trims...

      Delete

Powered by Blogger.

Popular Posts