Trip ASEAN : Bangkok @Grand Palace @Wat Poh ( Hari Kedua )

Tanggal 30 Oktober 2013

@Grand Palace - Bangkok

Memasuki hari kedua di Bangkok, Thailand, objek wisata yag pertama kami kunjungi adalah Grand Palace, Istana Raja yang menjadi icon kebanggaan masyarakat sana. Seakan berburu dengan waktu yang telah ditentukan sesuai dengan itenary yang sudah disusun, berangkat dari hotel, sekitaran Pratunam, kami memutuskan memakai jasa taxi meter. Yang artinya adalah taxi berdasarkan argo, begitu kata orang yang kami tanya, tapi pada kenyataannya, sebelum masuk kedalam taxi, kita harus melakukan negosiasi terlebih dahulu.Untuk tarif dari Pratunam ke Grand Palace, kami mengeluarkan uang Baht 200 ( 1 baht = Rp 370,- ).

Silahkan baca juga postingan sebelumnya : cerita awal , trip KL -Penang, Trip Bangkok dan Dinner Cruise.


Pagi yang cerah dan panas terik matahari yang menyengat. Kami butuh waktu sekitar 30 menit untuk bisa sampai disana. Dari kejauhan , sudah terpampang nyata ( Syahrini kali yee...) Istana Raja yang agung dan gagah itu. Sangat jelas warna keemasan yang melapisi setiap sudut Istana. Disambut oleh keramaian turis manca negara yang sibuk lalu-lalang. Ramai sekali, padat dan teratur. Saran buat kamu yang mempunyai rencana berkunjung ke objek wisata ini, payung , topi , lotion ( biar tidak gosong ) , minuman menjadi salah satu perlengkapan pendukung yang harus kamu sediakan selain kamera yang menjadi perlengkapan wajib. Perhatikan pakaian juga, harus sopan karena harus dibawah lutut, no sandal , dan no " u can see". Untuk lengkapnya, bisa kunjungi situs resmi Grand Palace.


Grand Palace dibuka setiap hari mulai dari jam 8.30 - 15.30 dan harga tiket masuk adalah bath 500 / orang. Untunglah, sekitaran Istana banyak petunjuk dalam bahasa Inggris, sehingga kamu tidak perlu khawatir. Bagi kamu yang ingin mendapatkan pengetahuan lebih jelas dan lengkap, kamu boleh menyewa tour guide sesuai bahasa yang kamu inginkan. Tour guide berbahasa Indonesia juga ada ya...

Tiket sudah ditangan dan saatnya petualangan dimulai. Takjub dan ajaib. Iya benar, secara kasat mata saja, kemewahan dan keagungan dari Istana Raja inilah yang sanggup menarik begitu banyak para wisatawan manca negara untuk berkunjung kesana. Ditata begitu rapi, tidak ada sampah, tidak ada semberawutan, tidak ada fasilitas yang rusak/ dirusak, kamar kecil yang bersih dengan petugas yang ramah. 


Lihat saja foto- foto yang berhasil saya abadikan. Istana utama Raja yang dilapisi emas, patung Dewa yang juga terbuat dari lapisan emas. Hingga dinding dan pilar istana juga dilapisi emas. Pada kesempatan itu, kami juga menyempatkan diri untuk berdoa disalah satu Istana Raja. Disana terdapat patung Buddha Sakyamuni. Saya lihat, bukan hanya yang beragama Buddha saja yang terlihat berdoa saat itu, semua orang , semuanya terlihat begitu khusuk berdoa. Tidak tahu apa yang mereka ucapkan dalam hati , tapi ada yang sebentar , ada yang lama. Ya .. apapun itu doanya, semoga harapan yang telah disampaikan , bisa dikabulkan. Amin.


@Wat Poh - Bangkok


Setelah selesai menjelajahi Grand Palace sekitar 2 jam lebih, kami bergegas menuju ke Wat Poh, yang lebih dikenal dengan Sleeping Buddha. Kedua objek wisata ini sangat dekat, jika berjalan kaki butuh 10 menit-an. Pilihan lain adalah tuk-tuk jika kamu takut panas atau kecapaian. Tapi berjalan kaki tentu memberi sensasi yang berbeda lagi, karena sepanjang jalan yang dilalui, kamu akan menjumpai banyak sekali orang yang berjualan. Apa saja. Minum ? Buah- buahan? Souvenir ? Banyak deh... 


Oh ya, harus berhati- hati dengan informasi yang kamu dapatkan dari orang yang kamu jumpai. Karena dengan modus ingin menawarkan paket wisata ke Wat Arun yang notabene hanya seberang sungai. Mereka akan kasih tahu bahwa Wat Poh ditutup sampai jam 3 sore , karena keluarga Raja sedang ada acara di Wat Poh. Kita harus tunggu sampai keluarga Raja selesai baru bisa masuk, kemudian kita ditawarin boat untuk menyebarangi sungai menuju Wat Arun. Dan itu tidak benar. Sesampainya kami disana, malah keramaian para turis yang terlihat. Buru- buru memastikan ke loket tiket, eh.. benar, dibuka untuk umum kok. Harga masuk baht 100 / orang sudah mendapatkan 1 botol air minum.


Tidak semua sudut  Wat Poh kami telusuri. Yang paling penting adalah Sleeping Buddha. Untuk memasuki area ini, harus memakai pakaian yang sopan , kita diberi satu kantongan untuk menyimpan sepatu kita. Karena kita diharuskan untuk menanggalkan sepatu kita selama berada didalam. Suasana didalam sangat nyaman, tidak tahu kenapa? Tidak juga karena terbawa perasaan, tapi benar- benar saya merasakan ketenangan sejenak. 



Melihat patung Buddha yang besar sedang tidur sungguh takjub. Tidak ketinggalan, doa- doa juga sempat kupanjatkan. Tentram dan damai. Semua berbaris rapi dan antri untuk bisa mendapatkan angle yang bagus. Selain itu, bagi kamu yang ingin menyumbang, dipersilahkan. Tapi sumbangan kali sedikit berbeda. Dengan bath 20 ( kalau tidak salah ) kita dikasih satu mangkok yang berisikan sejumlah koin ( tidak tahu pasti berapa jumlah koin itu ), dimana koin - koin dimasukkan kedalam mangkok- mangko yang ada didepan kita. Satu per satu koin itu dimasukkan. Katanya, jika kamu berhasil memasukkan koin hingga mangkok terakhir, berarti itu pertanda bagus. Ya baiklah. Tapi arti sebenarnya saya kurang paham. Sebagus apa? Akan seberuntung apa ? Karena ada yang sampai setengah jalan saja koinnya sudah habis, ada yang hampir sudah sampai ujung mangkok koinnya habis, ada yang bahkan sudah habis mangkoknya , koinnya masih ada. Syukurlah, saya berhasil sampai dimangkok terakhir.


Di sini, Wat Poh, adalah pusat pijat tradisional ala Thailand yang paling terkenal karena metode dan teknik yang diberikan kepada para pelanggan. Dengan menggunakan jurus ampuh sesuai dengan ilmu yang sudah lama ada di Thailand,  pusat pijat ini menjadi salah satu tempat pijat yang harus kamu coba. Dan kami, karena berburu dengan waktu, kami melewati kesempatan itu.


Begitulah cerita hari kedua saya di Bangkok, setelah dari Wat Poh, kami bergegas kembali naik taxi menuju ke pusat keramaian kota.Tujuan kami selanjutnya adalah Maddam Tussaud, dimana disana saya bertemu dan berfoto langsung dengan Bapak Presiden Pertama Republik Indonesia, Sang Proklamator, Bapak Ir Soekarno. Penasaran ?? Tunggu saja dipostingan berikutnya.

With Love,

---semoga semua mahluk hidup berbahagia---





Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts