Jalan-Jalan Ke Shuri Castle Di Naha Okinawa, Jepang.

Tanggal 26 September 2017.
Setelah 4 hari dari Nago, sisa 3 hari di Okinawa, aku habiskan di Naha, kota terbesar dari Okinawa, dimana transportasi lebih maju, pusat ekonomi dan pusat perkantoran ada disini. Dari Nago ke Naha hanya 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan bus umum. Tapi, harus tunggu cukup lama di bus stop. Aku bayar 2.065 Yen turun tepat di Naha Terminal Bus. 

Cara naik bus di Okinawa, begitu naik, ambil tiket dari mesin tiket didekat tempat duduk pak supir. Tiketnya kudu disimpan baik- baik dan dimasukkan ke dalam mesin untuk menghitung berapa biaya yang harus kamu bayar ketika sudah tiba ditujuan kamu. Biaya dihitung berdasarkan jarak tempuh. Ada baiknya, sediakan uang pas, kalau tidak, ada kembalian sih, cuma, kamu perlama orang yang ada berada di belakang kamu.
Di Naha, aku nginap di Cam- Cam Guesthouse, kalau dari informasi yang aku dapatkan, hanya 100-an meter saja dari station monorail. Terus, cukup dekat juga dari Naha Terminal Bus. Cek dari google maps, tidak terlalu jauh. Maka, siang itu, aku jalan kaki bopong backpack depan belakang. Kenyataannya, siang itu, cukup melelahkan. Aku jalan kaki melewati 2 stations monorail. Hahahaha.. Padahal ya, kalau aku tidak ngeyel terhadap diriku sendiri, sudah tiba di hostel lebih cepat, tidak capek dan bodohnya adalah, bisa beli 2 days free pass monorail. 

Ngomongan tentang monorail Okinawa, seperti yang pernah aku singgung dipostingan sebelumnya, bisa baca disini, ada 15 stops dimulai dari airport dan berakhir di Shuri Castle dengan jarak kedatangan monorail agak lama. Bisa beli oneway pass, 1 day pass atau 2 days pass, yang terhitung untuk pemakaian 24 jam sejak pemakaian untuk yang 1 atau 2 hari punya. Memang, station-nya tidak terlalu besar, tidak sepadat di Japan mainland, tapi jangan coba- coba menggunakan monorail dipagi hari, ketika semua pada berangkat kerja, padatnya luar biasa, aku sendiri, harus merelakan 3 kereta lewat begitu saja, bahkan untuk masuk saja aku tidak berhasil. 
Sedikit tips buat kamu yang merencanakan liburan ke Naha, pastikan jadwal kamu dulu mau seperti apa rutemu. Jangan seperti aku, kebiasaan buruk, detik- detik terakhir baru memutuskan mau kemana, terus bisa berubah sesuka hati kapan saja. Karena, begitu kamu beli 1 day pass, ya kamu kudu gunakan seefektif mungkin, jangan ada rute yang kudu naik bus, karena tidak bisa pakai untuk bus. Catat, monorail Naha hanya ada di Naha saja, 15 stops saja. Mau keluar kota seperti ke Chatan, kudu pakai bus, bayarnya bisa pakai cash. 
Kawasan Shuri Castle.
Okinawa itu tidak besar, setiap harinya, kamu bisa explore pinggiran- pinggiran kotanya, pergi ke pantai- pantai yang berbeda dari setiap sudut pulau Okinawa. Atau kamu bisa menyebrang ke pulau – pulau lainnya yang lebih kecil. Pilihannya bisa nginap ataupun bisa (pp), tergantung pulau apa yang kamu datangi. 
Kawasan Shuri Castle.
Setelah checked in, aku langsung ke Shuri Castle. Tujuannya memang menikmati liburan, bukan berburu waktu ditengah liburan. Jadinya, ya aku, santai- santai. Menikmati setiap proses yang aku lalui. Untuk menuju ke castle, yang menjadi tempat favorite para turis di Okinawa, mudah sekali. Petunjuknya juga jelas, dimulai dari station monorail sampai kamu menginjakkan kaki di castle. Kalau bingung, tinggal ikutin orang lain saja, kan ketahuan ya, dia lokal atau turis? Kalau turis, sudah pasti, tujuannya ke castle juga. 
Pemandangan dari Shuri Castle.
Aku tidak masuk sampai ke dalam castle. Selain karena berbayar, castle sedang dalam proses renovasi. Menurutku sih tidak worth it saja. Sedangkan, dari depan sampai pintu utama castle, banyak sekali yang bisa dinikmati. Banyak catatan sejarah yang menjelaskan sejarah itu sendiri. Begitupun, aku menghabiskan waktu hampir 2 jam. 
Kawasan Shuri Castle.
Dari Shuri castle aku berpindah ke Kokusai Street, district paling ramai di Okinawa. Semacam pasar malam gitu. Ada pasar buat kuliner, pasar buat belanja, terus banyak café dan restoran yang bertebaran. Terus kalau mau beli oleh- oleh juga disini. Di Okinawa, selain makanan khas Jepangnya, olahan makanan Amerika juga gampang sekali ditemukan disini. Dan menurutku, makanan di Naha lebih mahal 15% dibanding di Nago, aku rata- ratain saja. 
Kokusai Street.
Setelah itu, pulang hostel, mandi terus bertapa, errr maksudnya bertamu ke warung mbah Google. Cari informasi, besok kudu kemana. Lama bongkar sana- sini, sudah jam 1 dini hari, belum juga dapat keputusan, besok mau kemana. Ya sudah tidur, besok pagi baru diputuskan saja. 
Jam 9 pagi, baru benar- benar bangun, aku terus mandi, termasuk gosok gigi. Kaki melangkah keluar hostel, tujuan pertama, ya station Monorail. Aku putuskan berhenti di station Naha Bus Terminal. Kemudian pindah ke jalur bus untuk bisa sampai di pinggiran kota Ginowan. 
Ada apa di Ginowan ?
Pantai…. Yups, ada pantai…
Dari Naha naik bus ke Ginowan bayar Yen 530 untuk sekali jalan. Perjalanan sekitar 30 menit sih, kalau tidak salah. Aku turun di depan Okinawa Convention Center. Tropical beach berada tepat di belakang convention hall ini. Jalan kakinya sih butuh 15 menit-an. Jalan kaki sih enteng, panasnya yang buat amsiong. Hahahaha…
Terus ada apa di Tropical Beach ?
Sebagaimana pantai di Okinawa pada umumnya, bersih dengan pasir pantai yang putih dan lembut. Cuaca yang cerah saat itu sehingga menghasilkan momen yang sulit dilupakan. Air yang sejuk dengan teriknya matahari yang membakar kulit. 

Pantai yang asik. Tenang. Sepi karena bukan musimnya.  Orang – orang Jepang yang ramah dan nyenangin. Terlihat sekelompok anak muda bermain bola dengan hebohnya di tengah panasnya bumi. Beberapa orangtua mengajak anak-anak berenang, bermain air hingga bermain pasir. Lainnya, menikmati panasnya matahari itu sendiri dengan berjemur. Ada juga yang berteduh

Aku? Cukup lama di Tropical Beach. Sekitar 2 jam. Aku bilang lama, karena aku tidak ngapa- ngapain. Tidak bermain air, tidak berenang, tidak ngobrol. 2 jam itu aku hanya diam membisu dan bengong. Menikmati alam indah yang entah kapan bisa kembali lagi kesana. 
Merasa cukup, aku beranjak dan berniat langsung ke Chatan, American Village. Ceki- ceki google maps, eh ada pantai yang terdampar di antara Ginowan dan Chatan. Ya udah. Cus…
Kembali ke bus stop tadi diturunkan. Bermaksud menggunakan salah satu bus untuk bisa sampai di Araha Beach, ya itu, pantai yang ada diantara Ginowan dan Chatan itu. Ternyata, tidak ada bus dari sini. Kalkulasi dari google, katanya 1jam-an jalan kaki. Aku ladenin. Lagi, yang buat sakit kepala cuma satu, panasnya ketika itu. 
Untuk menghibur diri, aku kembali ceki- ceki google lagi, kali saja ada hal seru yang bisa dimampiri sepanjang perjalanan. Dan betul saja, ada Uniqlo. Intinya sih buat ngadem sejenak. 
Sesampainya di Araha Beach? 
Bagus? Lumayan. Tidak sebagus Tropical Beach. Ada orang? Ada, tidak sebanyak orang yang ada di Tropical Beach. Kesimpulannya, aku hanya sekilas lewat saja di Araha Beach. Tidak betah. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Chatan. Dengan tujuan, berhenti di Sunset Beach untuk menikmati sunset sore itu. Dari Araha Beach ke Chatan sudah tidak terlalu jauh. Untuk naik bus, musti pindah 2 kali. Bahkan pakai jalan kaki lebih cepat deh. Kalau naik bus, kan musti tunggu bus-nya datang. Lah, di Okinawa, tunggu bus itu lama loh. Lagian sudah sore, sudah mulai kerasa angin sore yang berhembus. 

Begitu sampai di Chatan, aku tidak langsung menuju ke pantai. Aku memilih untuk bersantai di Blue Seal dulu. Makan eskrim dan sepiring pasta. Dari pagi belum makan cuy… Blue Seal ini menjadi yang favorite di Okinawa. 

Jujur, Mihama Sunset Beach yang ada di Chatan itu tidak sebagus Tropical Beach. Di sini, jauh lebih ramai dibanding kedua pantai sebelumnya yang aku datangi. Untuk kebersihan, tidak perlu diragukan. Untuk ketenangan, okey. Tapi banyak turis. Ya itu, karena ini kan sudah dekat di kota, di Chatan. Untuk turis yang baik nginap di Chatan ataupun di Naha, mainnya pasti ke pantai ini, termasuk untuk warga Jepangnya sendiri. Untuk menikmati suasana sore hari sembari menunggu matahari kembali ke peraduannya, menunggu sunset. 

Walaupun bernama Sunset Beach, sore itu, sunset-nya tidak sempurna. Ketutup dengan banyaknya awan yang entah kenapa mendiamkan dirinya disana. 

Di Chatan, terkenal dengan American Village-nya. Di sini, banyak sekali restaurant yang berjejer ala America. Disini juga, lumayan banyak ketemu sama bule gitu. Aku sendiri tidak terlalu mengeksplore, karena sudah mulai malam. Yang dikhawatirkan, tidak dapat bus pulang ke Naha kan gawat. 

Untuk mendapatkan bus, aku harus jalan kaki cukup jauh dari pusat keramaian American Village. Jalan kaki sampai ke jalan utama. Oh ya, di Chatan ada pusat informasi turis kok. Jadi gampang buat kamu kalau ingin bertanya- tanya. Kebanyakan turis yang kesini menggunakan jasa travel agent dari Naha. Kamu bisa bergabung dengan turis lainnya. Kamu tinggal daftar saja ke travel agent. 

Aku tunggu bus hampir 30 menit. Perjalanan pulang ke Naha sejam lebih deh. Dari Chatan ke Naha aku bayar Yen 730. Sampai di Naha, aku tidak langsung pulang ke hostel. Aku ke Aeon yang ada di Oroku Station. Ingin saja, kalau mall-nya di Okinawa seperti apa? Setelah itu, pulang ke hostel dan bertapa lagi, mencari tempat untuk bisa dikunjungi keesokan harinya. 
Zamami Island.
Hari terakhir di Okinawa, aku pakai buat nyebrang ke Zamami Island. Ada ferry PP setiap harinya. Ada 2 tipe ferry yang bisa kamu pakai. Karena sudah cek jadwal keberangkatan ferry. Aku sudah bangun pagi- pagi. Sesegara mungkin ke pelabuhan yang hanya butuh jalan kaki 15 menit dari Cam- Cam Guesthouse. 
Sesampainya di pelabuhan, ramai sekali. Banyak sekali turis. Jadi, kalau kamu mau pakai ferry tipe Queen, dimana berangkatnya lebih cepat, jam 9 pagi dan jadwal pulangnnya lebih lama yakni jam 5 sore, kamu wajib beli online. Sedangkan untuk ferry biasa, bisa beli on the spot, tapi ya itu, berangkatnya jam 10 pagi, pulangnnya jam 3 sore. Buat kamu yang menginap di pulau sih tidak terlalu ngefek. Tapi, buat yang pulang hari, aduh ruginya…

Seperti aku, mau tidak mau, kan harus pulang hari. Besoknya sudah terbang kembali ke Hongkong. Dengan terpaksa, aku pakai ferry yang biasa dan bayar Yen 4.030 ( PP ). Ferry-nya berangkat tepat waktu. Ferry-nya bagus. Kamu bisa mengambil posisi duduk dimana saja. Mau indoor atau outdoor. Terserah. 

Lama perjalanan 2 jam dengan berhenti terlebih dahulu di Aka Port Terminal untuk turun dan naikkan penumpang. Kalau indoor, adem karena ac, ada tv, ada plihan kursi ataupun lesehan. Kalau outdoor, adem karena hembusan angin alami. 

Kenapa ke Zamami Island? Mau ke Ishagaki Island, tidak cukup waktu. Pulau yang bisa didatangi dan pulang hari ya Zamami island, begitu rekomendasi dari staff hostel. Ada beberapa pantai yang bisa kamu datangi. Yang paling favorit, Furuzamami Beach. 
Sebenarnya, ke Zamami Island, sebaiknya bermalam sih. Entah semalam atau dua malam. Jangan seperti aku, hanya 3 jam saja di Zamami Island, 2 jam di Furuzamami Beach. 
Setelah ferry berhenti sempurna di dermaga Zamami, aku langsung ke Furuzamami Beach. Selain karena favorite orang Jepang, pantai ini yang terdekat ke dermaga. Bisa jalan kaki 15 menit tanpa harus sewa motor, sepeda ataupun mobil. Cukup jalan kaki menanjak melewati 1 tikungan saja sudah sampai. Kalau memang beberapa hari di pulau ini, lebih baik sewa motor. 

Ramai tapi tidak berisik. Banyak turis. Entah lokal ataupun mancanegara. Lokal itu maksudnya orang Jepang yang datang dari wilayah lain. Apapun itu, kalau ke pantai memang tidak boleh tergesa- gesa. Kan buat bersantai. Harus punya waktu lebih untuk bersantai dan menikmatinya. Entah apalah kegiatan yang kamu ingin lakukan. Berenang. Berjemur. Membaca. Tidur sembari mendengarkan suara alam. Ada tenda yang bisa kamu sewa. Atau bisa gratisan, gelar tikar sendiri. 
Selalu salut buat orang Jepang, ke manapun, pasti bersih ya. Heran! 

Ada warung kecil di dekat pantai dan menjadi warung satu- satunya yang menjajahkan dagangannya disana. Harga, sudah pasti mahal. Tidak heran, untuk warga Jepang, mereka ke sana sudah membawa serta makanannya sendiri. Kebanyakan sudah persiapkan dari Naha
Karena hanya punya waktu sampai jam 3 sore saja. Aku sudah beranjak dari pantai jam 2.15. Butuh jalan kaki kembali ke dermaga. Tidak lucu kan kalau ketinggalan ferry. Rentetannya berarti ketinggalan pesawat pulang ke Hongkong.
Setibanya di Naha jam 5 sore, aku pulang ke hostel untuk mandi dan istirahat sejenak. Kemudian ke Kokusai street lagi untuk cari makan dan belanja sedikit- sedikit-lah. 
Kesimpulannya, Okinawa itu menyenangkan. Okinawa itu boleh dikunjungi buat kamu yang suka pantai. Aku suka Okinawa. 

Noted: Baru saja terjadi kejadian tidak menyenangkan yaitu kebakaran yang melanda Shuri Castle ( 31 Oktober 2019 ). Aku beruntung sekali bisa menikmati peninggalan sejarah ratusan tahun lalu saat mengunjungi Shuri Castle tahun 2017 lalu.
With Love,
@ranselahok
---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---



Share on Google Plus

About ranselahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a comment

Powered by Blogger.

Popular Posts