Jalan-Jalan Ke Greenland.

Tanggal 23 Juni 2019.

Akhirnya trip ke Greenland berhasil diwujudkan, setelah pembahasan hampir 3 bulan. Sempat bingung, jadi atau tidak, terkait jadwal yang tidak ada kepastian. Bersama seorang travelmate, tanggal 10 Juni kemaren, kami terbang dari Copenhagen Airport ( CPH ) ke Kangerlussuaq Airport yang menjadi gerbang masuk bagi dunia luar di Greenland kemudian melanjutkan penerbangan ke Ilulissat Airport, tujuan akhir yang menjadi destinasi pilihan kami, Ilulissat.
Iceberg while Whale Safari.

Kenapa dari terbang dari CPH ?

Sejauh pengamatan saat hunting tiket ke Greenland, untuk bisa menikmati pulau didunia dengan jumlah es yang banyak itu adalah dari CPH. Sedang penerbangan lainnya, bisa dari Iceland, tapi untuk musim tertentu saja.
Kangerlussuaq Airport
Hanya ada 1 pesawat saja yang terbang yakni Airgreenland yang mengunakan tipe pesawat Airbus A330-200. Menempuh perjalanan sekitar 4,5 jam tiba di Kangerlussuaq Airport, kemudian terbang lagi ke Ilulissat Airport tidak sampai 1 jam perjalanan yang menggunakan pesawat tipe DHC 8-200.
View dari atas pesawat.
Harga tiket pp dari CPH – Ilulissat Rp 18.800.000,-. Harga ini aku issued 3 minggu sebelum tanggal keberangkatan. Aku pernah cek harga tiket 3 bulan sebelumnya diangka 14 jutaan.

Kemana kota mana di Greenland?

Ada beberapa kota yang bisa kamu datangi. Setelah baca dan pelajari apa yang mau dilihat, akhirnya, memutuskan untuk mengunjungi Ilulissat saja, tanpa berniat untuk mampir di kota lainnya. Untuk berpindah dari 1 kota ke kota lainnya, kamu harus mengambil jalur udara atau laut, sedangkan untuk darat, tidak memungkinkan. 
Ilulissat city view.
Ilulissat, kota kecil yang menyenangkan, rada sepi, nyaman dan tenang. Penduduk lokalnya ramah. Untuk berkeliling kota Ilulissat, tidak perlu sewa mobil, karena mau kemanapun gampang banget, tinggal jalan kaki. Ada taxi juga, buat kamu tidak doyan jalan kaki. Karena saat ini, sudah mau masuk musim panas, jalanan lebih gersang, berdebu dan banyak nyamuk, mana nyamuknya gede- gede lagi. 
Ilulissat city view.
Untuk cuaca di Greenland, khususnya di Ilulissat, matahari terik, tapi dingin, kadang dibawah 10, kadang sekitar belasan. Terkadang anginnya super kencang. Yang asiknya dan menjadi pengalaman pertama buat aku adalah, matahari bersinar 24 jam, artinya tidak ada malam. Sunset dan sunrise terjadi diwaktu yang bersamaan. Ketika sunset terjadi, disaat itulah terjadi sunrise. 
Ilulissat city view.
Rumah – rumah di Ilulissat berwarna- warni. Kabarnya, setiap warna punya arti tersendiri. Buat aku, cari makan di Ilulissat sih gampang, ada Asiafood yakni Hongkong Café ( buat teman- teman Muslim, kudu cek tentang masakan halal-nya ya ), sedangkan makanan lokal ataupun western gitu, bisa coba di Restaurant Mamartut dan Cafe Iluliaq. Sekali makan, sekitar 75- 100 DKK, kalau di restoran, bisa sampai 200 DKK.
Ilulissat city view.
Untuk komunikasi, carilah hotel yang support wifi dan gratis. Selain itu, dimanapun, tidak ada yang sediakan layanan Wifi apalagi gratis. Wifi di bandara saja berbayar, 1 jam 40 DKK di Kangerlussuaq, sedangkan 60 DKK di Ilulissat. Ada jual simcard sih, cuma, kemaren pas landed di Kangerlussuaq, hari itu libur, jadi toko tutup.
Egi Glacier Tour.
Kapan baiknya ke Greenland? 

Tergantung kamu maunya lihat apa? Mau lihat fenomena alam, Northen Light, datanglah dimusim dingin. Selain dapat auroa, kamu juga bisa merasakan sensasi berbeda, 24 jam tanpa matahari, artinya tidak ada matahari yang bersinar. Terutama di November – Januari. ( Tepatnya kapan itu, cek lagi di Om Google). Tapi ya itu, dinginnya tidak ketulungan. Kabarnya sih, air laut juga beku. 
Ilulissat city view from Sermermiut.
Kalau seperti aku kemarin, sudah hampir summer, matahari bersinar 24 jam nonstop, yang artinya, tidak ada malam, terang terus, begitu detik sunset terjadi, saat itu juga, sunrise terjadi. Aku memang tidak bermasalah dengan suasana terang untuk bisa masuk kedalam alam mimpi, atau berisik seberisik apapun, jika sudah ngantuk, ya tidur saja.. 

Justru, penasaran dengan Winter-nya yang 24 jam malam terus? Setress gak ya ???? Semoga punya kesempatan untuk merasakan sensasi 24 jam tanpa matahari.
View infront Zion`s Church.
Ngapain saja di Greenland?
World of Greenland Travel Agent Office.
Hal pertama yang dilakukan ketika sudah tiba di hotel adalah cari paket tour. Hanya butuh jalan kaki 5 menit saja dari Hotel Ilulissat Bed and Breakfast ke World of Greenland. Sepertinya, mereka travel agent terkemuka disana dan bekerja sama dengan beberapa hotel terkemuka disana. Harusnya, beli paket langsung di kantornya bisa lebih murah, dibanding dengan beli dari hotel. Terlebih lagi, bisa lihat langsung papan jadwal paket tournya dalam seminggu. Tinggal pilih jam dan hari yang available.
Timetable Tour Packages
Hari pertama, hari landed di Iluliisat sudah sore. Alhasil, hanya bisa jalan- jalan santai sekitaran hotel. Setelah makan di Hongkong Café, tinggal jalan kaki sekitar 10 menit sudah tiba di Zion`s Church, yang terletak disalah satu sisi bibir pantai Ilulissat. Orang – orang kesana untuk menikmati alam, berjemur santai sambil melihat bongkahan es yang terapung sampai didepan gereja tersebut. 
Zion`s Church.
Hari kedua, masih main sekitaran kota Ilulissat. Tepatnya, menyusuri kota Ilulissat-nya. Jalan kaki, struktur jalanannya yang naik turun. Hitung- hitung, olahraga sih. Tidak terlalu banyak ketemu dengan warga lokal, turis juga hanya beberapa saja. Ya, lumayan sepi sih. Menjadi kota ketiga terbesar di Greenland berdasarkan jumlah penduduk, 4.563 jiwa. 
Students.
Walaupun begitu, tetap ada supermarket, ada rumah sakit, sekolah, spbu, restoran dan toko- toko souvenir. Belum ketemu Mcd, BK dan kawan- kawannya. Selama di Greenland, soal bayar- membayar, aku bayar pakai kartu kredit. Currency yang dipakai adalah DKK. Oh ya, dari bandara ke hotel, sekitar 10 menit naik taxi,  tidak ada bus. Kerennya, naik taxi bayar pakai kartu kredit. 
Fish and Chips = DKK 145,-
Setelah makan siang di Restoran Mamartut, kami main ke Sermermiut, salah satu situs UNESCO HERITAGE. 
Seafood Platter = DKK 185,-
Sermermiut semacam tracking area gitu untuk menikmati alam keren dimana menyuguhkan Iceberg. Ada 3 track yang bisa kamu pilih, gampang, tapi tidak ada apa-apanya, rute sedang, tidak tahu apa yang bisa dinikmati, sedangkan yang berat, ini adalah yang paling keren dan paling direkomendasi. 
Sermermiut View
Yellow track/ rute berat, sebenarnya ya tidak berat- berat banget. Apalagi buat kamu yang suka hiking, itu mah kecil. Aku saja, yang tidak hobi hiking, bisa, ya pakai ngos- ngosan. Dan yang pasti, setelah sampai diatas, jangan cepat puas diri, ikutin rutenya, jalan sampai ke titik paling ujung, jalan kaki butuh naik turun, kamu bakalan puas. 
Sermermiut View
Lelah,letih, lesu dan segala capek akan sirna seketika melihat apa yang ada didepan mata. Jika punya waktu banyak, tidak perlu cepat- cepat kembali lagi. Turun lagi dari titik paling ujung tadi, akan ada pemandangan jauh keren lagi. 
Egi Glacier Tour.
Hari ketiga, ikut Egi Glacier tour. Bayar 2.295 DKK per orang. Durasinya, sekitar 10 jam. 4 jam perjalanan menuju ke Egi Glacier, 4 jam perjalanan pulang ke Ilulissat, sedangkan 2 jam, menikmati Egi Glacier. 1 Ferry sekitar 30-an orang. Tour dimulai dari jam 9. Semua berkumpul didepan kantor World Of Greenland dan akan diantar kembali ( bisa request, antar ke hotel) saat tour selesai.
Egi Glacier.
Peserta diantar ke dermaga, kemudian langsung boarding, diberi arahan. Kemudian bebas, mau duduk diatas, deck terbuka, atau dibawah. Ada teh dan kopi gratis sepanjang perjalanan. Ada sarapan gratis, roti, ketika ferry baru mulai jalan. Kemudian makan siang gratis didalam ferry juga. Ada toilet, ada penjualan snack, CUMA TIDAK ADA WIFI. 
Egi Glacier.
Sepanjang perjalanan, yang kamu lihat, air, bongkahan es, deretan gunung tanpa es, burung- burung berterbangan, air terjun sampai pada akhirnya kamu ketemu glacier. 
Whale Safari.
Hari keempat, ikut 2 tour, Whale Safari ( 1.195 DKK / orang ) dan Midnight Sun Sailing ( 695 DKK / orang ). Whale Safari berdurasi 3,5 jam. Tujuan utama adalah melihat beberapa tipe whale yang beredar sekitaran Iceberg. Berangkat dari kantor World Of Greenland. Sama, ada pemandunya juga, diberi arahan, kemudian bebas. Ada teh dan kopi sepanjang perjalanan. 
Whale Safari.
Hari itu, kami kurang beruntung. Tidak bertemu satu ekor-pun whale-nya. Jadinya, kayak tour mengeliling Iceberg. Yang muncul sih SEAL. Ya itulah, namanya juga hidup dan kehidupan, tidak ada jaminan. 
Whale Safari.
Sedangkan, Midnight Sun Sailing itu tujuan utama adalah melihat matahari tengah malam. Berlangsung 2,5 jam. Main ke tempat yang sama, Iceberg tapi lebih explore Iceberg.
Whale Safari.
Maksudnya, lokasi sama, tapi yang Midnight Sun Sailing lebih masuk ke lorong- lorong, ke gang- gang, lebih membelah Iceberg-nya. Dan, walaupun yang dilihat hampir sama, tapi, suasananya, nuansanya, feel-nya beda. Melihat, sinar matahari yang memantul bias, jatuh ke Iceberg, ataupun, ke bongkahan- bongkahan kecil es yang terapung disana, beda saja. Apalagi matahari senja, tidak terlupakan. 
Midnight Sun Sailing.
Worth it gak ke Greenland? 
Itu semua tergantung. Semua kembali ke masing- masing. Ibaratnya, jika ditanya main ke gunung, harus hiking capek- capek dan sebagainya, kamu jawabnya apa, suka atau tidak? Mau apa tidak ? 

Dan yang pasti, ke Greenland itu, tidak ada shopping, tidak ada bar yang cetar, tidak ada hiburan keren. Greenland itu alam, Greenland itu identik dengan es. Orang – orangnya juga sedikit. Tidak ramai. Pilihan makanannya juga tidak banyak.  Dan ke Greenland itu tergolong mahal dan antimainstream. Mungkin, bagi sebagian orang, Greenland itu bukan tujuan wisata, walaupun orang tersebut sanggup ke sana secara finansial. 
Midnight Sun Sailing.
Greenland itu terletak diantara Benua Amerika dan Benua Eropa. Meskipun pulaunya lebih dekat ke Canada, Greenland itu masuk bagian dari Denmark, yang notabene Denmark itu bagian dari negara- negara persekutuan Schengen. Begitupun, ke Greenland, wajib apply Visa tersendiri walaupun kamu sudah punya Schengen. ( Akan dibahas terpisah ).
Midnight Sun Sailing.
Buat aku, Greenland itu memberi pengalaman tersendiri yang mengagumkan. Greenland menyisakan pengalaman luar biasa yang belum pernah aku dapatkan dari belahan bumi lainnya. Ternyata, Inuit, sebutan buat orang- orang Greenland, mirip dengan Chinese, mirip orang Mongolia. ( Bisa tanya ke om Google ya, asal usul mereka ).
Midnight Sun Sailing
Mereka bahkan punya tanda yang sama seperti aku, “mungkin” kamu dan sebagian banyak orang keturunan Chinese, yang punya bekas goresan ditangan kanan/kiri. Warna bola mata cokelat. Selain berbahasa Inuit, mereka juga fasih berbahasa Danish. 

Greenland itu mengesankan.
Iceberg.

With Love,

@ranselahok
---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---









Share on Google Plus

About ranselahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts