Di Macau, Cukup Sehari Saja.

Tanggal 31 Maret 2017.

Akibat hujan, aku memulai trip aku di Macau dengan keluar masuk hotel mewah yang memanfaatkan fasilitas bus gratisnya. Bisa baca disini. Pagi itu, udara Macau cukup baik, perasaanku sih ada sinar matahari, tapi dingin. Iya, Macau dan sekitarnya seperti Hongkong, Taiwan dan tetangganya yang lain masih musim dingin. 

Terakhir makan di KLIA2 sore kemaren, begitu checked out dan titip tas, aku hunting makan. Niatnya sih makan disekitaran hotel saja. Tidak ada yang berhasil menarik hati. Sambil menikmati sekitaran hotel, tanpa tujuan jelas, tidak tahunya, ketemu pasar pagi. Sudah jam 8 lebih, kehidupan di Macau masih sepi. 

Sarapan semangkok kwetiau kuah ala Macau. Letaknya di gang dekat pasar pagi itu. Tidak jauh dari Senado Square. Porsinya jumbo. Harganya 35 HKD. Oh ya, di Macau, kamu boleh bayar Hongkong Dollar asalkan kamu bersedia menerima uang kembalian dalam uang Macau. Kebanyakan sih, kembalian dalam HKD juga kok. Sedang menikmati kwetiau, hujan-pun datang. Harusnya sih tidak halal, makanan disini...

Rencanaku sih, setelah sarapan, jalan- jalan di Senado Square sampai ke Ruins Of St. Paul dan sekitaran sana. Apa dikata, alam tidak bisa ditahan, alam memberi berkah. Rencana juga berubah. Keluar masuk hotel mewah sajalah. Indoor, hujan selebat apapun tidak ada masalah. Harapanku, sejam dua jam kemudian, Sang Mentari akan kembali menampakkan dirinya. Ternyata tidak, sampai malam-pun , dia tidak datang. 
Margaret.
Berpayungan, aku jalan kaki sampai ke Hotel Wynn. Pernah baca sekilas, kalau sudah di Macau, wajin makan egg tart Portugis yang terkenal punya Margaret. Tidak terlalu di-niat-in sih. Tapi, ketika ditengah perjalanan, mata melihat sebuah plang bertuliskan nama Margaret didekat Hotel Grand Emperor. Padahal masih kenyang, baru saja sarapan. Ya sudahlah, mampir, beli 2 bj ( 1 pcs @10 HKD ). Rasanya, okey-lah. 

Cerita tentang keluar masuk hotel dan naik gratis busnya, baca saja disini ya.

Nasi Portugis di The Venetian...
Aku sempat makan siang di Hotel The Venetian. Seporsi nasi + daging ala Portugis seharga 80 HKD mengisi perutku. Porsinya jumbo. Iya, porsi makanannya di Macau jumbo – jumbo. Aku lihat orang lain makan, juga sama, porsinya banyak. Rasa dari menu itu, buatku biasa saja. Kenyang sahaja. 
A Ma Temple.
Selain ke Senado Square dan Ruins of St. Paul, aku juga ke A Ma temple, dekat dengan Menara Macau. Aku naik bus umum bayar 3,2 HKD. Hujan masih saja berlanjut. A Ma temple menjadi vihara legendaris di Macau. Turis yang datang, yupss, bule- bule dan orang Cina. Sejarah A Ma temple, cek di website resmi Macau ya. Dari A Ma Temple, aku memutuskan langsung saja ke Senado Square naik bus bayar 3,2 HKD. Sebenarnya, masih ada beberapa objek yang bisa didatangi. Diseberang A Ma Temple, bisa santai sejenak sih. Bisa nikmati pemandangan sekitarnya, mungkin kalau cuaca cerah, Menara Macau bakal tampak kokoh dengan jelas.
Pemandangan dari Menara Macau..
Jangan lupa, saat di airport, ambil peta Macau, informasinya jelas, objek wisata yang bisa kamu kunjungi dan no bus umum yang bisa mengantarmu kesana. 
Senado Square.
Di Senado Square, sesuai dugaanku, walaupun hujan, pasti ramai. Apalagi jalan setapak menuju ke Ruins Of St. paul, padat. Kanan kiri ada toko- toko yang siap menguras isi dompet kamu. Banyakan sih jualan kue ( pia ) gitu, souvenir juga ada. 
Jalan dari Senado Square ke Ruins Of St Paul.
Jika kamu suka sejarah, pastikan kamu melewati gerbang sisa peninggalan Gereja St. Paul itu ya. Jangan hanya puas berfoto didepannya saja. Dibagian dalamnya, ada mini museum, menceritakan sejarahnya sisa peninggalan ini. Aku lihat, sedikit sekali, turis yang masuk sampai kedalam. Mereka, hanya berfoto dan pergi. 
Ruins of St.Pauls.
Memang, sudah menjadi objek wisata utama yang harus dikunjungi. Sepertinya tidak sah kalau datang ke Macau tidak kesini. Untungnya, ( selalu ada kata untung ) saat di Ruins Of St. Paul, hujan berhenti, gerimispun tidak ada. Aku bisa santai duduk disekitaran halaman tangga naik. 


Tersadar, ketika ingat mau kirim kartu pos, sudah jam 5 lebih. Buru – buru cari kartu dan mengirimkannya disaat yang tepat, begitu kelar bayar, kantor posnya tutup. Setelahnya, kembali hujan, aku kembali ke hotel saja. Istirahat sebentar sebelum harus jalan kaki lagi sampai ke Hotel Wynn untuk numpang bus gratis ke Terminal Ferry buat nyebrang ke Hongkong. 

So far so good.  Hanya saja, aku kok kurang suka sama Macau. Bersih, nyaman, teratur, faslitas free juga okey, free wifi bisa gampang didapat. Di bus gratis dari hotel saja, ada wifi gratis. Entahlah, mungkin karena aku tidak ikutan berjudi. Hahaha.. Atau karena kamar hotelnya yang mahal? 

Malam itu juga langsung nyebrang ke Hongkong dengan Turbojet…. 

With Love,

@ranselahok
---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---

Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar :

  1. wiii ga perlu lama lama ya di Macau, btw nasi daging portugis kayak apa tuh rasanya?

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/one-day-trip-to-shirakawa-go.html

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts