Pilih Phuket Atau Krabi, Liburan Di Thailand?

Tanggal 10 November 2016

Kesalnya di Krabi adalah ketika baru mulai rebahan dan santai, masuklah pesan kalau aku diminta segera pulang. Mau bagaimana lagi? Ya pulanglah. Beruntungnya, Airasia masih jual 500 bigpoints-nya. Alhasil aku cukup bayar airport tax sahaja. Tidak sampai Rp 200.000,-

Karena hanya satu malam saja di Krabi, aku urungkan niat untuk rebahan. Bergegas untuk keluar dari K- Bunk Hostel ( bisa baca disini ) untuk menikmati Aonang Beach. Sudah hampir jam 4 sore. Aku pilih jalan kaki dibanding naik tuk - tuk. Sekalian explored kotanya-lah. Jalan kaki perlahan sambil melihat apa yang ada disana. 

Tentu, tujuan pertama menuju ke pantainya. Dari hostel sampai ke pantai, sepanjang jalan, kanan- kiri dipenuhi cafe, restoran, dan travel agent. Akan ditambah night market kecil- kecilan ditrotoar gitu ketika matahari telah kembali ke peraduaannya. Yang aku lihat sih, bersih, nyaman untuk jalan kaki karena udaranya cukup sejuk, merasa aman, santai dan enjoyed banget. Mampir makan Padthai karena baru sadar sedari pagi dari Phuket ( bisa baca disini, cara ke Krabi dari Phuket ). Sepiring Padthai 50 baht, juice pisang 40 baht

Tiba di pantai, masih sepi. Mendung dan berawan. Aku pikir, hujan bisa segera tiba dan tidak akan ada sunset indah disana hari itu. Duduk santai di pantai. Tidak ada kegiatan apa- apa. Orang - orang yang main air juga tidak seberapa. Sebagian dari mereka, tiduran sambil menghadap ke langit, entah apa yang mereka pikirkan, ada yang baca buku, ada yang duduk saja, anak- anak, kejar- kejaran tidak jelas tapi happy, sebagaian lagi, main air di pantai, mereka basah- basahan. Ada juga yang datang hanya buat foto- foto, sebelah kanan- sebelah kiri, depan, belakang. 

Aku masih duduk diam disana. Diam. Menikmati deburan ombak, suara ketawa anak- anak. Beberapa kali, aku memejamkan mata. Mencoba untuk menembus awan, aku tidak berhasil. Sadar ketika badan merasa panas akibat sinaran matahari yang kembali beraksi. Tapi, sang Mentari masih dibalik awan hitam diujung sebelah sana. Masih malu menunjukkan dirinya. 

Tidak berharap banyak, aku beranjak. Menyusuri sisa perjalanan yang ada. Sama, yang bisa dilihat, cafe, restoran dan travel agent, kemudian kayak pasar, banyak yang jualan souvenir. Sampai bosan, entah mau lihat apa lagi, aku putuskan ke night market saja di kota Krabinya. Sudah hampir jam 6 sore. Stop-in tuk- tuk yang mau ke Night market. Eh, saat lewatin pantai yang ramai tadi, matahari-nya keluar, bersiap untuk menunjukkan kehebatannya. Sunset-nya luar biasa indah. 

Buru- buru minta turun disana saja. Batal ke pasar malam. Bayar 20 baht. Ya sudah. Akhirnya, hari itu, aku menikmati Golden Sunset yang luar biasa indahnya. Betah, aku tunggu sampai mataharinya hilang. 

Niat ke pasar malam yang sempat batal tadi, aku lakukan setelah matahari pulang. Naik tuk -tuk butuh waktu sekitar 30 menitan. Lupa, berapa lama pastinya. Yang aku ingat, aku turun didekat pasar malamnya, si supir tuk- tuk bilang, tar kan mau pulang ke Aonang, jam 9 kumpul disini ya. Aku cuma anggukan kepala kemudian menghilang. 


Sebenarnya bosan. Akunya, bukan pasar malamnya. Ramai banget. Menjadi pasar malam favorite bagi turis yang datang ke Krabi dan Aonang. Ya sama sajalah. Jual makanan, jual souvenir. Karena tidak tahu mau ngapain malam itu, ya keliling - keliling sambil cari makan. Sesekali berhenti untuk melihat jika ada yang menarik. 

Lalu aku pulang cepat. Jam 8 saja, aku sudah pulang ke Aonang. Pikir, besok pagi- pagi harus bangun. Jam 5.30 pagi, aku akan dijemput minivan ke airport. Yups, dari hostel kamu inap, kamu bisa pesan minivan ke airport. Sebenarnya, kamu bisa naik bus umum, sudah pasti lebih murah. Aku tidak ada pengalaman soal ini, tapi aku lihat ada bus umum tujuan bandara didekat pantai. Karena naik pesawat pagi, mau tidak mau, naik minivan. Kemaren itu bayar 160 Baht. 

Malam itu, tidak ada yang istimewa. Dari pasar malam, aku langsung pulang ke hostel. Bahkan hari itu, aku merasa tidak ngapa- ngapain. Belum mulai menikmati alamnya, belum mulai merasakan alamnya. Dan anehnya, aku suka Krabi. Aku suka Aonang Beach. Aku lebih suka Krabi dibanding Phuket. Krabi jauh lebih nyaman dan lebih santai. 

Jika kamu yang tipe suka musik dan dunianya, maka Phuket menjadi duniamu. Aku bukan tidak suka musik, bukan tidak suka ke bar, atau apalah itu. Cuma, menurutku, Krabi lebih cocok buat kamu yang lebih doyan santai tanpa kebisingan. Krabi lebih cocok buat kamu yang suka berleha- leha tidak jelas. 

Sama kok, dari Krabi juga bisa ke Phi- phi Island yang terkenal itu, bisa ke James Bond Island. Paket wisata yang ditawari di Phuket, sama persis dengan yang ditawari di Krabi. Bedanya, mungkin harga. 

With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts