Cara Murah Dari Phuket Ke Krabi,Thailand.

Tanggal 10 November 2016

Dari Phuket, tujuan selanjutnya ke Krabi. Rencana awal sih, minta bantuan pihak hostel aturkan tiket mini van ke Krabi. Berangkatnya 11.30 siang dan akan dijemput langsung dari hostel kemudian diantarkan sampai didepan penginapan saat sudah tiba di Krabi. Ya, bayar 600 Baht. Ada juga yang berangkat jam 4.30 sore, tergantung dengan jadwal masing- masing. 
Tunggu bus-nya disini...
Itu sih rencana, setelah ngobrol sama staff hostel yang jadi teman ngobrol saat nginap disana. Dia bilang, naik bus umum saja, lebih murah. Gampang kok, tunggu saja bus didepan plang Patong Beach, dekat pos polisi. Cuma bayar 20 Baht, bus itu akan antarkan kamu ke terminal bus 2 antar kota. Ya sudahlah, tidak perlu begitu manja-lah. Ngakunya kan backpacker, bukankah proses perjalanan itu lebih asik ketimbang tujuan akhir dari perjalanan itu sendiri. 
Kali saja kalian butuh...
Jam 8 pagi, aku sudah tunggu bus didepan pos polisi dekat Patong Beach. Awalnya, bingung banget, busnya yang mana sih? Beberapa mini van yang lewat, aku coba kasih kode, ehh, tidak ada yang mau berhenti. Tanya ke orang, sudah benar, tunggunya disana. Eh, 20 menit kemudian, muncul 1 bus gede yang hampir seluruh body bus-nya terbuat dari kayu, kayak odong- odong gitu. Ternyata, busnya itu lewat 1 jam sekali. Bus-nya itu jalannya pelan banget. Hadeh, rasanya tidak sabar. Untung ada 1 cewek tanggung didalam bus, ya jadinya ngobrol sepanjang perjalanan sampai ke tujuan. Thai girl itu banyak cerita tentang kehidupan lingkungan Kerajaan. Bagaimana orang- orang Thai begitu mencintai Raja mereka, bagaimana kebaikan Sang Raja dan sebagainya. Termasuk kesedihan mereka saat Raja mereka meninggal sampai tentang Raja baru yang akan segera naik Tahta. 

Satu kenyataan baru bahwa bus itu tidak sampai ditujuan, tidak mengantarkan kamu sampai di terminal bus 2. Kamu akan diturunkan di satu persimpangan. Artinya, kamu wajib ganti bus lain yang arah terminal bus 2. Begitu yang dibilang cewek yang satu bus denganku. Dia ajak aku turun. Dia kemudian buru- buru menghilang naik ojek. Dia sih bilang, dia lagi buru waktu, jadi naik ojek. Aku kemudian bingung. Lha,, bagaimana ini? Naik ojek? Bayarnya 200 Baht pula. Halah, kalau tahu begini, lebih asik naik bus dari hostel saja. 

Si abang- abang ojek terus maksa, katanya, tidak ada jalan lain lagi kalau mau ke terminal ya harus naik ojek. Aku bersikukuh tidak mau. Eh, muncul sepasang bule yang baru turun dari bus. Aku tanya ke mereka, sedang dari mana dan mau kemana? Hahaha.. mereka baru saja dari terminal bus 2 dan sekarang mau ke Patong dan harus ganti bus arah ke Patong. Mereka bilang, naik bus disebelah sana saja, sambil menunjuk ke tempat mereka turun tadi. 

Akhirnya, si abang- abang ojek gigit jari. Aku naik bus ke terminal. Aku pastikan ke supir kalau aku harus diturunkan didepan terminal bus. Bayarnya juga sama 20 Baht. Kali ini, busnya penuh dan aku nyempil diantara ibu- ibu Thai yang sedang heboh banget. Ntah apa saja yang sedang bahas, sepertinya penting banget. Semuanya sih ramah, senyum- senyum terus sama aku. Setiap kali saling bertatap mata, pasti diajak senyum. Ngobrolnya pakai volume tingkat tinggi. Seru sih... 

Terminal bus ini termasuk baru. Bangunannya sih standart, tapi bersih dan teratur, tertata rapi. Tetap, begitu masuk kedalam terminal, sudah ada encik- encik Thai yang teriak- teriak. Cukup sebutkan kota tujuan, kamu langsung diarahkan ke loket penjualan tiket. Bayar, dikasih tiket, kemudian tunggu jam berangkatnya. Saat itu, waktunya sangat pas, 10 menit lagi bus akan berangkat. Buru- buru cari nomor bus. Kalau butuh cemilan dan minum, ada beberapa kios yang menjajahkan dagangannya. Aku lupa, serius lupa, tiket ke Krabi-nya berapa ya yang membutuhkan 2 jam perjalanan itu, sekitar seratusan baht gitu, mungkin 120 Baht. 
Salah satu sudut didalam terminal bus 2.
Nah, ketika naik ke bus, ada 2 hal lucu yang buat tersenyum geli. Pertama, ada si cewek yang buru - buru tadi. Dia sapa aku dengan senyum malu- malu meong. Kedua, gila aja, ada motor didalam bus. Hahahaa... Langsung keingat, adegan dalam film- film gitu, ada yang bawa ayam, bebek dan sebagainya kedalam bus. Ihh, waktu itu, tersenyum geli sih. 
Motor yang menemaniku sepanjang perjalanan...
Hebatnya bus ini, ada free wifi yang super kencang sepanjang perjalanan dari Phuket sampai ke Krabi. Rencananya yang ingin tidur cakep dalam bus, jadinya berselancar tiada henti didunia maya. Tidak banyak hal yang bisa dilihat sepanjang perjalanan. Oh ya, terkadang melewati gunung kapur gitu. Rumah penduduk yang jarang- jarang. Yang pasti, jalanannya bagus dan tidak berlubang. 

Ditengah perjalanan, naik satu orang cewek Thai asal Krabi yang barusan liburan entah dari mana. Dia bawa koper gitu dan pakaiannya masih berasa habis dari liburan. Atau mungkin, dia sedang perjalanan pulang ke kampung buat liburan. Ahh.. lupakanlah dia. Tidak ada percakapan penting. Sebatas basa-basi saja. Kerasa banget, dia sedang bete. Marah - marah sih ditelepon, entah ke siapa? 
Pemandangan ...
Ketika tiba di terminal bus Krabi. Aku tanya dong ke dia, kalau mau ke Aonang Beach, bagaimana caranya? Eh, dia tujuannya memang ke sana. Naik tuk- tuk, ikut aku saja, katanya begitu saat itu. Lagi, aku lupa bayar berapa? Kalau tidak salah ingat, bayar 40 atau 60 Baht deh. Tuk - tuk tidak full, tapi langsung berangkat. Karena sudah pasti, tidak ada penumpang lain lagi. 
Kota Krabi...
Tuk - tuk berhenti ditengah kota Krabi. Kotanya bersih. Kota kecil. Tidak terlalu bising. Tidak banyak mobil yang lalu lalang. Lumayan panas. Tuk- tuk berhentinya dekat pasar. Kali ini, si bapak supir tunggu tuk- tuknya penuh. Total perjalanan dari Phuket sampai ke Aonang Beach, yang menjadi tujuan akhir aku sekitar 4 jam -an. Semoga tidak salah ingat. Hahahaha...

Saat perjalanan itu, didalam tuk- tuk, cewek terakhir aku ketemu tanya, di Aonang Beach, aku nginap dimana? Ya, daripada repot sebut, aku kasih lihat saja email hasil bookingan di Agoda.com. Dia bantu aku bilang ke bapak supir pakai bahasa Thai. Sampai pada kesimpulannya, aku turun didepan hostel yang aku maksud. 

Intinya, proses perjalanan ini lebih murah. Sekitar 200 Baht, dibanding naik mini van langsung dari hostel 600 Baht. Bedanya, perjalanan ini lebih lama, butuh proses dan ketemu banyak orang lokal. Semuanya asik, baik dan ramah. Ketemu 2 cewek yang bantu aku hingga aku tiba di hostel. Ketemu sekelompok ibu- ibu heboh sedang gosip. Aku nikmati banget perjalanan ini. Walaupun, mereka semua, hanya sekilas lewat dalam hidupku dan sepertinya, tidak pernah akan muncul kembali didalam hidupku selanjutnya. Proses itu begitu indah. Proses itu mengajariku menghadapi hidup, menyesuaikan diri dalam lingkungan baru, menghadapinya dan bagaimana bertahan. 

Note : Sayang, foto didalam bus saat dari Patong ke Terminal tidak ada.

With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---



Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts