Ambil Paket Tour Ke Phi- Phi Island, Thailand.

Tanggal 9 November 2016.
Patong Beach..
Karena tidak mendapatkan tiket tour ke Phi- Phi Island, jadinya, hari ini, aku tidak mempunyai kegiatan apa- apa di Patong. Hanya bermalas- malasan saja. Bangun agak siang, kemudian mandi dan berencana keluar untuk cari sarapan. Walaupun sudah jam 9 pagi, ternyata masih agak susah untuk mendapatkannya. Tidak ada tujuan lain, ya, kaki ini melangkah mengikuti irama yang ada, mengikuti langkah orang lain, menuju ke Patong Beach.


Hanya perlu jalan kaki 5 menit, Patong Beach sudah ada dihadapan mata. Pagi itu, cuaca sedikit mendung. Belum terlalu ramai, tapi ada saja yang sudah main air di pantai. Aku hanya berjalan dibibir pantai, entah apa yang aku pikirkan waktu itu, mungkin tidak ada dan tidak penting juga kali ya. Hahahaha...

Sulit untuk dapat sarapan, alhasil, sepotong crepe seharga 95 Baht menjadi pilihan satu- satunya saat itu. Sembari duduk santai menikmati deburan ombak Pantai Patong, crepe itu perlahan nan pasti masuk ke dalam perutku tanpa bekas. Sebelum kembali ke hostel, aku sempat makan sepotong ayam bakar seharga 50 Baht. 

Sebenarnya punya niat untuk sewa motor keliling Phuket, inginnya melihat Sunset disudut lain dari Phuket island ini. Karena malas akibat cuaca mendung yang tidak jelas, ya sudahlah, kembali ke hostel saja. Berleha- leha sambil mengerjakan beberapa pekerjaan. Bersantai didalam hostel kayak orang benar saja, kayak bule- bule itu yang tidak ada kegiatan apa- apa, selain baca buku dan nonton tv. 

Kemudian, siang menjelang sore, aku keluar cari makan deh. Padthai selalu menjadi favorit sih. Sepiring padthai di Patong seharga 70 Baht, itupun yang jualan dipinggir jalan. Kenyang dan melanjutkan perjalanan kaki yang tidak jelas sama sekali. Tidak lupa, aku mampir untuk beli paket tour ke Phi- Phi Island untuk keesokan harinya. Untuk paket lengkap, sudah termasuk antar jemput dari dan kembali ke hostel, makan siang, minum dan masuk ke Maya Bay yang notabene menjadi taman nasional, aku harus bayar 1300 Baht. Oh ya, buat kamu yang punya rencana beli paket tour itu, jangan pernah beli di hostel ataupun hotel, carilah pembanding dibeberapa travel agent sepanjang Bangla road dan sekitarnya. Yakinlah, kamu akan mendapatkan harga yang lebih cocok dikantungmu. 

Sisa sore hari itu menjelang malam, tidak ada kegiatan. Aku nongkrong di Starbucks, malamnya, cari makan di Banzaan night market yang dekat dengan salah satu mall terbesar di Phuket. Selebihnya, pulang hostel, mandi dan tidur, bersiap untuk paket tour ke Phi- phi Island. 

Tanggal 10 November 2016.

Sekitar jam 7 pagi, aku dijemput untuk ke Phi- Phi Island. Aku menjadi orang pertama yang dijemput dan diajak keliling untuk jemput tamu lainnya. Aku lupa, berapa lama proses penjemputan itu berlangsung, hingga akhirnya kami semua diturunkan di dermaga keberangkatan. Total peserta dari operator yang aku beli paket ada sekitar 30 orang. 

Di dermaga, sebelum berangkat, setiap peserta akan diberi penjelasan tentang rute perjalanan hari itu, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan lain sebagainya. Setelah itu, semua peserta akan dipersilahkan naik ke kapal dan cekrek... kamu akan di foto secara group, untuk alasan, jika terjadi apa- apa dan penjualan hasil jepretannya diakhir perjalanan. 

Aku memilih untuk duduk didepan dek, ya bareng dengan 4 bule lainnya, kami berlima menjadi peserta paling seru diantara semua peserta yang ada. Benar- benar menikmati perjalanan itu, benar- benar menyatu dengan alam, dekat alam dan aku gosong akibatnya itu
Suasana Maya Bay...
Tempat pertama yang didatangi, Maya Bay, tempat syutingnya Leonardo Dicaprio di film The Beach yang melegenda itu. Tempatnya, luar biasa, bagus, view-nya bagus, cakep dan keren. Alamnya indah dan tidak heran, kenapa tempat ini dijadikan sebagai tempat syuting si Leo? Apa yang kamu dapatkan secara kasat mata itu jauh lebih indah dibandingkan apa yang kamu lihat dari hasil jepretan, siapapun itu. 

Sungguh, Maya Bay sungguh bagus, hanya saja, sayangnya, terlalu ramai, terlalu padat dan terlalu penuh dengan manusia yang berlomba ingin menikmatinya. Aku bahkan sama sekali kehilangan mood begitu turun dari kapal, aku berusaha untuk menikmatinya, alam yang sesungguhnya ada disana. Tapi aku gagal. Belum lagi, ditambah sebagian dari mereka terlalu berisik dan ribut. Alam yang semestinya keren dan kece ini berubah, aku seakan sedang berada dipinggir dermaga, melihat sejumlah orang yang sedang sibuk menantikan dagangannya.


Asal kamu tahu saja, jangankan untuk menikmati alamnya, untuk mau turun dari kapal dan untuk kembali ke kapal saja, kamu harus antri, beratus orang berebut untuk menjadi orang yang pertama ingin turun. Begitu juga saat harus meninggalkan Maya Bay, bagaimana awak kapal harus berjuang mati- matian, agar kapal bisa meninggalkan tempat ini? 

30 menit waktu yang diberikan untuk menjelajah perut Maya, bagiku, ini terlalu cepat dan tidak akan mendapatkan apa- apa. Belum lagi, dari ujung ke ujung yang dilihat bukanlah si Maya, melainkan, barisan manusia dengan berbagai macam warna kulit, bahasa, bentuk badan dan sebagainya sebagai pemandangan yang harus dan mau tidak mau, kamu nikmati.


Setelah dari Maya Bay, kami diantar ke sebuah pulau yang penuh dengan monyet. Jujur, aku sama sekali tidak tertarik untuk turun. Bukannya apa, semua bule sih tertarik banget dan sangat antusias, lah aku, dinegaraku sendiri juga banyak, rasanya, tidak ada yang istimewa banget untuk turun dan melihat monyet- monyet itu. Kataku pada bule yang menanyakan alasanku kenapa tidak tertarik? Belum lagi, si monyet juga rada jahil. Seperti biasa, monyet itu akan merampas semua barang yang ada ditanganmu. 

Kemudian, kapal kembali jalan. Kami dijelaskan didekat satu pulau bahwa bukti Columbus pernah mampir ke sana. Tidak boleh masuk, hanya foto dari luar saja. Kegiatan selanjutnya, snorkeling. Aku ikut turun sejenak, melihat bagaimana bentukannya didalam saja, tapi cuma sebentar. Sadar diri banget, sebagai manusia yang mengandalkan contact lens, aku tidak boleh berlama- lama dibawah sana. Hasilnya, ya biasa saja. 

Dari snorkeling, ternyata, matahari sudah berada tepat diatas kepala manusia. Saatnya makan siang di Phi- Phi Krabi, sebuah pulau berpenduduk dan ramai. Banyak hotel, hostel dan restoran, banyak toko yang jualan souvenir disini. Makan siangnya ala buffet, makan sepuasnya. Waktu yang diberikan juga cukup banyak, kalau tidak salah 1,5 jam. Setelah makan siang, aku sempatkan diri untuk keliling pulau dan beli beberapa kartu post buat dikirim.


Hari itu, cuaca sangat bagus, cerah, matahari terik dan panas. Itulah yang diharapkan jika berwisata ke pantai. Kami semua dibawa ke sebuah pulau kecil, Kha Nai Island. Pulau kecil ini yang terletak ditengah - tengah laut itu, tidak berpenghuni, tapi setiap hari, mereka, para penduduk lokal datang membawa daganganya ke sana. 

Selama 2 jam di pulau ini, aku habiskan untuk tidur disalah satu pondok yang agak jauh dari keramaian. Sembari tidur menikmati angin sepoi dan melihat mereka yang berjemur dan main air, aku merasakan, aku rindu kamu... #halah... hahahah... 
Kha Nai Island..
Crew kapal juga membagikan buah alakadarnya. Oh ya, jangan berpikir, hanya ada kamu dan teman sekapal kamu saja sepanjang tour itu. Karena banyak sekali operator lainnya yang menawarkan paket wisata yang sama dengan rute dan cara yang sama. Alhasil, penuh dengan turis.


Kalau kamu tidak mau pakai speedboat seperti yang aku pilih, kamu bisa naik kapal berukuran besar dan lebih pelan. Harganya lebih murah, mungkin sekitar 800 Baht, tapi tidak sampai ke Maya Bay. Atau kamu harus membayar extra lagi untuk transfer dari kapal ke Maya Bay. Toh, hitungannya juga sama sih. 

Ada perbenhentian lainnya lagi, aku tidak sebutkan lagi disini. Intinya, hari itu, Maya Bay menjadi tujuan utamaku walaupun aku tidak terlalu menikmatinya. Ya sudahlah, namanya juga tempat umum, ya untuk dinikmati bersama. Hari itu, paket wisata itu berakhir dengan selamat dan segalanya berjalan dengan lancar. Kami semua diantarkan pulang ke tujuan masing- masing. Aku, diturunkan didekat Bangla road. Aku satu- satunya turis asal Indonesia dalam team itu. 

Sisa hari itu, aku kembali ke Banzaan night market. Selebihnya, pulang ke hostel, istirahat. Keesokan harinya, aku akan berpindah ke Krabi dengan menggunakan bus umum. Tungguin ya....

With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts