Ya Ampun... Srilanka Itu Diluar Prediksi !!!

Tanggal 31 Oktober 2016.

Setelah transit hampir 10 jam di KLIA2, saatnya melanjutkan penerbangan selanjutnya ke Colombo, Srilanka. Tiba di Bandaranaike International Airport sudah hampir tengah malam. Jadwalnya sih jam 10 malam waktu setempat mendarat disana, karena delayed tidak jelas dari Airasia, hampir jam 12 baru sampai. 


Sama seperti Maldives yang menjadi tetangga dekat Srilanka, mereka lebih lambat 1,5 jam dibanding waktu Indonesia bagian barat. Mata uang yang dipakai adalah Srilanka Rupee. Hitunganku kemaren sih 1 Srilanka Rupee itu sama dengan Rp 88,9. Okey, artinya, mata uang mereka masih lebih besar dibanding kita. Mau baca tentang trip ke Maldives, klik disini saja.
Pemandangan sepanjang perjalanan menuju Little Adam`s Peak...
Kalau mau dibilang, memang kenyataannya seperti ini, kita jauh lebih maju dibanding mereka. Istilah komputerisasi masih belum ada disana. Hampir sebagian besar pekerjaan masih manual. Saat menunggu kereta api dari Ella ke Colombo di station Ella yang kecil itu, aku sempat ngobrol dengan petugas, aku hanya tersenyum ketika melihatnya sedang menghitung jumlah tiket yang ada, kemudian dicatat satu per satu ke dalam sebuah buku besar. Petugas lainnya, sedang membuat laporan harian, sama, disebuah buku besar. Si petugas kemudian bilang, di negara kamu, harusnya tidak demikian lagi ya, pasti sudah canggih, semua sudah pakai komputer. Si bapak malah penasaran, tanya, susah tidak pakai komputer? Lah...

Kecuali kamu beli tiket kereta secara online, kamu akan print tiket kamu sendiri, kalau beli di station, tiket yang kamu dapatkan, masih tiket tempo dulu, tiket kecil, kertas karton keras yang masih harus digunting pakai pemotong khusus.

Itulah artinya, jangan pikir, dunia telah berubah, zaman sudah berubah, segalanya sudah canggih. Semuanya tinggal klik dan langsung bisa jalan. Nyatanya, masih ada saudara – saudara kita dibelahan bumi lainnya yang masih belum berkesempatan untuk menikmati hebatnya teknologi. Bersyukurlah…

Cuaca di Srilanka saat aku kesana sedang musim hujan.  Satu hal sih, walaupun traveling bukan di musim hujan, ada baiknya kita sediakan payung kecil. Apalagi, musim hujan, bawa payung besar… #lebay….
Srilankan...
Srilankan, begitu sebutannya kali untuk orang lokal Srilanka, asli, baik banget. Sungguh luar biasa, diluar dari pemikiran aku, diluar dari apa yang aku bayangkan sebelum aku sampai disana. Mereka semua, mulai dari petugas bandara, orang- orang yang ketemu di bandara, sepanjang perjalanan, dari naik turun bus, warteg, rumah makan, terminal bus, pasar, tempat wisata, hostel, kereta api, semuanya begitu ramah, sangat peduli dan membuatku nyaman. Memang, ada, 1 – 2 yang modus, ketika di Colombo, hari terakhir, itupun, dia ingin dapat komisi dari pihak hostel jika bisa membawa turis ke hostel tersebut. 
2 cowok dibelakangku, backpacker asal Cina, akan menghabiskan waktu 3 minggu di Srilanka. Cowok sebelah aku, akan menjelajah bumi ini 6 bulan, sedangkan paling belakang, 4 bulan. 
Apalagi aku, cina sipit, sendirian putih diantara mereka semua yang berkulit gelap. Dari awal perjalanan hingga trip aku selesai, aku satu- satunya kulit putih yang naik turun bus, yang pakai transportasi umum. Bersama travelmate asal Malaysia yang baru aku kenal di airport, hanya kami berdua, ketika itu, kami sama- sama tidur di Hotel Empire alias ngemper di bandara. Karena merasa cocok dan satu jadwal, kami- pun explore bareng Srilanka. Jee, begitu aku sapa biasanya, Malaysian keturunan India yang notabene berkulit gelap juga, bisa komunikasi dalam Bahasa Tamil, jadi keuntungan buatku. Sebagian Srilankan, bisa Bahasa Tamil

Aku sih bilang, tidak perlu bawa uang banyak ke Srilanka. Hahahah.. serius… Murah banget. Aku bilang, Vietnam murah, Srilanka jauh lebih murah lagi. Bedehhh… terutama transportasinya. Inilah yang sangat menekan budget perjalananku kali ini. Okey, transportasi yang aku maksud disini adalah transportasi umum ya, kayak bus AKAP ala Srilanka dan kereta api. Gambaran kasarnya ya, dari bandara ke Colombo naik bus bayar 50 Srilanka Rupee atau setara dengan sekitar Rp 5.000,- untuk perjalanan yang membutuhkan waktu 1,5 jam kalau tidak macet. 

Karena ini adalah transportasi umum dengan biaya yang sangat murah, jangan berpikir untuk bisa lega dan enak- enakan, untuk bernafas saja kamu harus rebutan sangking padatnya penumpang bus. Pengalamannku, turis sangat dihargai. Hahaha… Aku jadi malu banget, ketika sudah mau terbang pulang ke KL, naik bus dari Colombo ke bandara, kan padat banget. Beberapa bus aku lewatin, sampai terakhir, aku paksa masuk saja, ikutan deh, bodoh amat, mau desak- desakan, eh buset… aku malah dikasih tempat duduk sama orang lokal. Kalau ingat itu, entah mau taruh dimana muka ku ini….

Mau ke Srilanka jangan cuma sebentar deh. Aku sangat tidak puas untuk perjalananku yang super singkat ini ke sana. Srilanka itu luar biasa, benar- benar diluar prediksi aku. Srilanka itu indah banget. Paling sedikit 10 hari – 15 hari baru terasa. Karena, jarak antar kotanya sangat jauh. Kemudian, ke Srilanka, bukan berarti ke Colombo-nya. Ibukotanya sih tidak terlalu banyak hal yang bisa dilihat. Aku samapi sehari bego di Colombo, tungguin postingan selanjutnya ya. Hehehee… 

Kebanyakan, Srilankan itu bisa Bahasa Inggris, jadi komunikasi tidak terlalu susah. Ada tourist information yang siap membantu kamu. Ada kantor khusus gitu, kayak di Colombo, letaknya di Colombo Port, dan di Kandy, dekat Kandy Port juga. 

Balik lagi tentang murahnya Srilanka, bukan saja di transportasi umumnya, untuk hostel dan makannya juga murah. Dapatkan informasi ini selanjutnya dipostingan selanjutnya ya. #Maksa banget. 
Sekilas kota Kandy
Jika Vietnam kerap dikenal sebagai negara yang penuh dengan motor. Nah, Srilanka, penuh dengan bajaj. Dimana – mana ada bajaj. Aku 2 kali naik bajaj, pertama saat dari bandara ke terminal bus, kedua di kota Kandy, ketika, aku dijemput teman Couchsurfing Srilanka. 

Okey, begitu mendarat di Bandaranaike, terkejut nih, setelah melewati imigrasi, ini Glodok apa bandara sih? Kalau bandara lain mah sudah biasa-lah ada duty free shop kayak parfum, souvenir, coklat, rokok, alkohol dsb. Mungkin mereka mau buat antimainstream, mereka jualan barang- barang elektronik. Mereka jualan kulkas, tv, kipas, ac gitu. Coba, apa aku tidak pikir, aku jauh- jauh naik pesawat, landed-nya di Glodok juga. #Fiuhhh…. Dan anehnya, ada saja yang beli-loh. Tidak mendapatkan jawabannya, apa mungkin di kota tidak jual ? Atau di bandara lebih murah? 
Glodoknya Srilanka di bandara.
Murahnya Srilanka tidak berlaku untuk biaya masuk objek wisata ya teman- teman. Bisa tergolong mahal. Sekali masuk ke Lion RockSigiriya harus bayar 30 Usd. Mendadak pingsan. Begitu juga, kalau kamu naik tuk –tuk atau rental mobil. Tidak sebanding dengan ongkos bus, jauh banget. Tapi, disini, menurutku, walaupun kamu sewa mobil atau tuk- tuk, hitungannya masih murah juga dibanding jika naik hal yang sama di negara lain. 
Lion`s Rock, Sigiriya.
Biar tidak bingung, transportasi kayak tuk- tuk itu murah, tapi kalau mau lebih murah lagi naik bus saja. Taxi? Kok aku merasa tidak melihat ada taxi ya disana. Taxi itu ya tuk- tuk. Hahahaha...

Untuk kamu yang berniat terbang ke sana dan ambil flight malam seperti aku, kamu bisa bermalam di bandara kok. Ada free wifi yang bisa menemani kamu semalam suntuk. Pengalaman kocak selanjutnya adalah setelah lewati pasar Glodoknya bandara, lewati bagasi, sampailah di ruangan serba guna. Hahaha.. aku sebut serba guna, disitu ada banyak money changer yang rate-nya sama semua, tukarlah dollar kamu, tidak perlu keliling cari yang paling murah, habis waktu dan capek. Pilih saja, yang sepi. Ada yang heboh jualan simcard, banyak baca, operator Dialog yang paling luas jangkauannya sampai ke pelosok, harganya mahal 10 Usd. Terus ada travel agent yang siap menggorok lehermu. Entahlah, bagiku sih, tidak perlu. Masing- masing orang punya cara dan gayanya.
Ruang serba - serbi.
Dan yang kocak, ditengah- tengah ruangan gitu, disediakan 2 tv, yang masing- masing hadap ke arah yang berbeda. Ada kursi- kursi, mereka- mereka itu, duduk disana, nonton tv itu. Kocaknya dimana? Bayangkan, mereka itu entah siapa? Sedang jemput kerabatkah? Atau siapa? Untuk apa, tengah malam gitu sampai pagi duduk disana nonton tv? Atau mereka juga sama kayak aku, baru mendarat dan sedang menunggu pagi datang? Rasanya, kok tidak demikian. Tidak habis pikir…

Bandaranya tidak kecil, tidak besar juga. Cukup sibuk, dari aku tiba hingga pagi, tidak ada hentinya pesawat yang mendarat. Pesawat yang datang, sebagian besar adalah turis loh. Pesawat yang aku tunpangi, 80 % turis, banyak bule dan orang Cina.  Kamu perlu visa untuk bisa menembus pertahanan imigrasi Srilanka. Visa kamu bisa apply online atau bisa VOA. Biar tidak repot, aku buat online seminggu sebelum berangkat. 

Kota- kota di Srilanka, bersih, tidak ada jalanan yang berlubang untuk ukuran kota ya. Kecuali ada beberapa jalanan rusak saat perjalanan dari Colombo ke Dambulla. Selebihnya sangat bagus, mulus bahkan untuk ukuran negara yang notabene “mungkin : disepelekan” ini, sekali lagi, diluar dari bayanganku.
Melewati Nuwara Eliya.
Saat perjalanan dari Kandy ke Nuwara Eliya, pemandangan alamnya indah banget. Aku tidak habis pikir, negara yang didominasi mayoritas Buddhis ini kok  bisa sebagus ini ya. Hahahah… Inilah yang disebut, jangan menilai sesuatu dari kulitnya saja. Alam di Ella, kota kecil yang butuh 10 jam perjalanan pakai kereta api dari Colombo itu indah banget. Kotanya sejuk dan tenang, nyaman, tidak berisik dan suguhan atas ciptaan Sang Semesta, luar biasa.  
Pantainya Colombo.
Untuk pengalaman lebih detail dan lengkap, aku akan buat postingannya satu per satu. Semoga segala informasi sesuai dengan pengalamanku bisa bermanfaat bagi siapa saja yang ingin ke Srilanka. Untuk kamu, masukanlah Srilanka ke dalam wishlist kamu, kalau Srilanka belum pernah kamu kunjungi. Aku kok yakin, kamu juga akan seperti aku, bakalan jatuh cinta sama Srilanka. Eh tapi, balik lagi, tergantung selera masing- masing juga ya. Saksikan sendiri, karena apa yang kamu lihat dengan matamu jauh lebih indah dibanding dengan apa yang kamu lihat hanya lewat sebuah foto. 
Sisi lain, Sigiriya.
With Love,

@ranselahok


---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts