Rahasia Besar Kuliner Manila, Philippines

Bagian akhir dari trip Philippines Maret lalu yaitu tentang kuliner di Manila. Sebagai penutup, tidak perlu berpanjang lebar deh. Rasanya cukup bosan dan capek untuk mengakhirinya dengan tulisan yang panjang- panjang. 

Postingan ini bakalan dipenuhi foto - foto makanan khas Philippines , terutama yang paling hits. Kecuali 1, balut.. yang paling nyentrik, embrio telur yang setengah matang. Ini yang aku lewatkan. Bukan pengecut, tapi tidak berani saja. Hahaha... Tidak cukup kuat hati dan rasa geli tidak bisa mengalahkan rasa penasaran aku tentang si balut itu. BUKAN SI BADUT ITU. 

Kalau ke Manila.. inilah rahasia kuliner yang wajib kamu cicipi. Tentu, kita, Indonesia, masih lebih kaya kulinernya, jauh lebih enak dan jauh lebih alami. Mereka, untuk Pinoy, junk food adalah kesehariannya. Tersebar disetiap sudut kota dan ada dimana saja. 

1. JOLIBEE 
Tidak hanya jual fried chicken doank, spaghetti juga menjadi menu andalan mereka. Seharusnya sih halal. Walaupun begitu, kudu waspada bagi teman- teman muslim yang hendak main kesana. Make sure tidak ada unsur baboynya ya.


Aku sendiri lebih suka spaghetti-nya dibanding ayam gorengnya. Rasanya sama sajalah dengan kebanyakan gerai fastfood yang menawarkan menu yang sama. Bedanya sih, ketersediaan rasa pedasnya tidak akan bisa memuaskan lidah kamu. Per paket sudah ada ayam goreng, spaghetti dan minum per orang bayar sekitar RP 32.000,- sudah termasuk tax.

2. YELLOW CAB 
Gerai ini menawarkan pizza. Seperti Jolibee, Yellow Cab juga selalu ramai dan dipadati pengunjungnya. Pizza dengan berbagai variannya ini uniknya menyediakan ukuran super gede. Ini yang menjadi favoritnya. 

Kami memesan ukuran gede dengan 4 variasi rasa yang dicampur jadi 1. Lagi, menurutku biasa saja. Pizza Hut Indonesia masih lebih enak. Mungkin karena lidah kali ya. Aku kurang cocok. Total bayar Rp 340.200 untuk satu pizza gede dan 4 minuman. 

3. MANG INASAL
Kalau di Jakarta, mereka seperti pecal ayam atau pecal lele gitu. Menu andalannya ayam bakar. Jadi teringat saat di Boracay, Mang Inasal, setiap kali aku lewat pasti penuh dan banyak yang antri. Karena itu, aku, saat sudah di Manila, menjadi keharusan memburunya. Tidak perlu susah payah sih, karena Mang Inasal juga tersebar disetiap pelosok Manila. 


Aku sendiri pesan, ayam bakar dan nasi putih. Okey.. yang ini aku suka. Tidak seperti kebanyakan ayam bakar yang ada di Indonesia, daging ayamnya terasa gurih dan lembut. Tidak terasa bumbu - bumbu aneh yang ikut dibakar. Aku rasakan sih, murni daging ayamnya dibakar gitu doank. Tapi enak dan enak. Selebihnya, kita disediakan kecap dan cabai. Ya kita siapkan sendiri sesuai selera. 


Mang Inasal juga punya Halo - halo Pinoy. Lucu ya.. namanya. Halo - halo Pinoy itu bukan sapaan. Ini nama menunya. Sejenis es campur. Lucu saja sih, untuk rasa, hahaha. standartlah. Pastikan menu yang order itu halal dan tidak ada unsur baboy ya. Makan disini 4 orang kena Rp 179.685 ( 4 menu utama, 1 Halo - halo Pinoy dan minuman Juice ).


4. KAKI LIMA
Malam terakhir di Manila, kami coba makan dipinggiran jalan. Sebenarnya ya bukan pinggiran banget-lah. Ada tokonya. Hanya saja terletak dipinggir jalan doank. Tepat disebarang hostel Where2 Next, tempat kami menginap di distrik Malate. 

Sepertinya, masakan disini lebih enak dan paling enak selama aku makan di Manila. Tidak tahu namanya apa. Tempatnya agak panas, agak semberawut sih. Dan intinya makanannya cocok di lidah aku.

Lah.. rahasia besarnya apa ? Nagih nih? 
Ya itu, junk foodnya menjadi rahasia besar kuliner di Manila. Selain itu, masih banyak kuliner lainnya juga. Cuma, yang inilah yang hits-nya. Semoga bisa jadi rekomendasi buat kamu. Beginilah perjalanan kami ke Philippines. Trip 5 hari yang dimulai dari Boracay dan diakhiri di Manila sangatlah menyenangkan. Khususnya Boracay, sangat ngangeni... Dan satu hari, entah kapan itu, aku akan kembali ke Philippines, aku akan ke Palawan Island, mau ke Puerto Princessa. Amin...

With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

5 komentar :

  1. Kalo menurut gw, mang inasal juara nya cocok sesuai lidah. Yang gw demen di sana itu makanan murah banget hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar... murah- murah... bang cumi lebay... trims sudah mampir...

      Delete
  2. Pernah nyobain yang jolibee, dan rasanya lumayan buat menahan lapar hehehe

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts