Misteri Pohon Kembar di Alun - Alun Yogyakarta

Ke Yogyakarta, tidak main ke Alun- Alun Kidul, rasanya seperti apa ya? Asam, manis, pedas, asin atau malahan sepet ya? Bukan itu.. 

Karena takut dibilang tidak afdol dan tidak sah, jadinya, aku dan rombongan dalam touring Jawa - Bali bela- belain main ke alun- alun Yogyakarta. 

Malam itu, ya sudah lebih dari 2 tahun yang lalu sih. Sudah lama benar kejadian ini. Hitung deh, kalau dikonversi ke detik, Sudah berapa detik yang lalu kejadian itu berlangsung? #capek ya... abaikan saja..

Suasana sekitar alun- alun ramai dipenuhi warga lokal. Rupanya ada pawai, dalam acara apa, aku lupa. Seingatku, mobil pada dihiasi dan dibawa keliling. Iya pada malam hari. Kalau tidak salah ya, maap- maap saja jika salah.


Eh, tujuan utama ke alun- alun bukan untuk melihat pawai ataupun melihat keramaian orang- orang berkumpul disana. Bukan !!! Bukan juga untuk cari pacar, apalagi mencari putri yang tertukar.. halahh.. sinetron banget ya.. 

" Jadi apa maksud kedatangan saudara kemari? " tanya pemuda setempat.
" A...a...akkuu... " pakai gemetaran ya... " a..aaa.kkuu... turis mas... mau lihat -lihat saja " 
" Lihat apa ? Atau jangan- jangan, kamu mau ganggu keamanan disini. Aku sikat nih..." 
Ini bohongan ya.. tidak ada percakapan seperti ini sama sekali. Hehehe... 

Sudah pastilah, ke alun- alun, karena penasaran sama misteri pohon beringin kembar. Misteri ? Iya, sebuah misteri... Sejak dengar misteri pohon kembar ini, rasa penasaran ini muncul. Ingin membuktikan, kebenaran misteri yang sampai saat ini masih menjadi misteri. 

Aku pikir, semua orang sudah tahu akan misteri ini, atau semacam mitoslah. Tapi aku lebih suka sebut misteri saja. 

Well, misteri pohon beringin itu adalah... #crengcrengg....

Ditengah - tengah lapangan / alun- alun Yogyakarta, terdapat 2 pohon beringin kembar yang berjarak sekitar 4- 5  meter satu dengan lainnya. Lah, apa misterinya? Apa hebatnya pohon kembar itu?

Benar, jika dilihat sekilas , memang sama dengan pohon lainnya, rindang, dan membuat kita betah diantaranya. Karena rindang, apalagi sore hari, angin pasti kencang dan asoi deh..

Misterinya justru jarak diantara kedua pohon beringin kembar itu. Misteri dalam bentuk tantangan sih lebih tepatnya. Setiap orang, termasuk aku, merasa tertantang, seperti ceritanya, untuk berjalan santai dari batas luar lapangan terbuka itu menuju ke pohon kembar dan harus bisa melewati jarak sela kedua pohon kembar itu. 

Tua muda, cowok cewek, semua orang berlomba menerima tantangan itu. Entah tantangan dari orang sekitarnya atau menantang dirinya sendiri. Aku lebih ingin membuktikan misteri yang ada. 

Banyak orang yang mencobanya, dan banyak orang yang gagal melewati sela diantara pohon kembar itu. Aku sendiri mencoba 6 kali dan 4 kali berhasil, setelah 2 kali pertama gagal. 

Caranya juga terserah masing- masing, boleh jalan santai, boleh pakai lari, boleh tiduran sambil gelindingkan badan. Tapi syarat utamanya MATA HARUS DITUTUP. Ada juga yang mencobanya dengan pakai sepeda. 

Dinyatakan berhasil jika berhasil melewati sela kedua pohon itu. Tapi jauh dari kata berhasil, adalah hasil dari perjalanan kita yang justru menjauhi kedua pohon kembar itu. Padahal dalam hati, ketika mata ditutup dan mulai berjalan, sudah mantap dan yakin, sudah jalan pada tempatnya, sudah yakin berjalan sesuai dengan jalan menuju kepohon kembar tersebut. 

Hasilnya tetap nihil. Parah. Makin jalan, makin menjauhi, tidak jarang juga, kita malah membuat satu keliling dan berjalan kembali menuju titik dimana kita memulai perjalanan itu. Misteri bukan???

Menurut temans, mungkin selama perjalanan, jangan terlalu banyak pikir, apakah sudah benarnya atau tidak kaki kita melangkah? Apakah masih dalam rutenya atau sudah keluar dari rutenya? Lebih baik , jalan saja. Karena pikiran kita sedang dipengaruhi mistik yang ada disekitar sana. Katanya begitu. 

Oh ya, karena banyaknya orang yang mencoba tantangan ini, kadang bisa tabrakan loh satu sama lain. Mungkin, saat sedang berjalan, ada teman yang melihat kita, kasih kode-lah, kalau akan menabrak sesuatu. Tanpa boleh dikasih tahu sama sekali, aba- aba kanan kiri. 

Versi aku, lebih melihatnya dari geografi. Ceillee.. geografi. Begini, kondisi ini dalam keadaan mata tertutup ya. Langkah awal menentukan segalanya. Jika langkah awal sudah miring 0,1 derajat saja, entah ke kanan atau ke kiri, maka langkah selanjutnya akan mengikutinya, semakin miring sekian derajat sampai selanjutnya, akan menjauhi target yang telah ditentukan. Bisa bayangkan dong? 

Gampangnya gini deh, langkah pertama, kita pijak miring sedikit dan selanjutnya akan miring juga. Setuju tidak sih, kok diam saja ? 

Soal pikiran kita dipengaruhi mistis sekitarnya. Menurut aku, bukan mistis sih, lebih ke psikologi saja. Kalau kita jalannya pelan, justru sangat gampang langkah selanjutnya keluar dari rute. Sebaliknya, jalan cepat tanpa pikir panjang, melangkah saja, justru yang berhasil menuju target. 

Tapi bingung juga sih. Ada juga yang jalannya cepat, tetap saja tidak berhasil. Bingung. Toh misteri tetap menjadi misteri. Seperti sekarang ini, artikel ini, seperti sedang dipengaruhi mistis tentang pohon kembar itu. Ngelantur dan tidak fokus. Hehehe...

Paling tidak, aku sudah mencobanya. Misteri atau tidak, aku sudah pernah melewatinya. Tidak ada salahnya kan jika kita menantang diri kita sendiri. Misteri yang menjadi buah bibir masyarakat setempat. Misteri yang menjadi daya tarik wisatawan. Cerita dari sebuah kota yang melegenda. Itulah indahnya traveling. Itulah serunya traveling

Karena itu,

Lihatlah dunia dan jejakan kaki dimana saja, kamu akan mendapatkan pengalaman hidup yang berbeda. Melihat dunia orang dan kamu akan mengerti, betapa indahnya hidup ini yang sesungguhnya.

With Love,

@ranselahok




Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts