Wajar Ardie Bakrie Murka karena Iklan Jokowi di VIVA.CO.ID

Tadi pagi, ditengah kesibukan yang tidak menentu dikantor, ditengah beberapa kerjaan yang harus dibereskan, saya sempatin buat cek notification yang masuk di icon Facebook yang ada dihandphone. Maksud hati sih, hanya cek notification doank, karena sedang menunggu kabar yang terkadang membutuhkan respon yang cepat. Tapi, setelah membaca pesan yang masuk, tak kuasa hati ini untuk scroll ke wall, seperti iseng- iseng berhadiah gitu, eh .. ada satu wacana yang sanggup menarik hatiku untuk masuk kedalamnya dan melihat apa sih isinya? Dari judul yang terpampang saja, memang sudah sangat berasa, berita ini sedang HOT dan PANAS. ( bedanya apa ya? bingung sendiri ) 

"Ardie Bakrie Murka Iklan Jokowi Muncul di Viva.co.id " Berikut itu adalah kutipan judul yang saya baca tadi pagi. Saya tidak share link disini, jika ingin tahu isi dalamnya seperti apa, boleh cari link-nya di Google. Tapi intinya, Ardie merasa dikhianatin oleh pasukannya sendiri. Pasukannya disini adalah para karyawan yang berada di VIVA.CO.ID mulai dari jajaran direksi dan mungkin sampai pada lapisan paling bawah. Murkanya Ardie terkait munculnya iklan Jokowi di portal VIVA, yang notabene yang menjadi hotspot dan paling strategis.

Kemurkaan Ardie melalui sebuah surat yang ditujukan kepada para jajaran Direksi yang dia anggap sangat bersalah dalam kecolongan ini. Secara umum, kita semua juga tahu bahwa keluarga Bakrie-lah yang menjadi pemilik dari portal VIVA.CO.ID sekaligus juga pemilik stasiun TV ( ANTEVE dan TV- ONE ). Dan satu hal pasti yang sudah menjadi berita nasional adalah Aburizal Bakrie yang dikenal dengan ARB merupakan Ketua umum Partai Golkar yang juga sekaligus Capres yang akan ikut bertanding pada PEMILU tahun ini. Lah... iklan Jokowi sebagai Capres muncul diportal yang pemiliknya juga Capres. Bisa dibayangkan? 

Saya tidak terlalu tertarik membahas politik, sekedar membaca, tahu dan memahami saja sih okey. Tapi mendalami sih kurang. Artikel ini juga tidak ada unsur apapun, tidak ada titipan , bukan juga artikel berbayar. Saya cuma merasa tergelitik dengan wacana , sedikit kepo deh dengan hal yang terjadi dikeluarga besarnya ARB. Tentu, saya bukan bagian dari keluarga mereka juga. Saya sih tahu mereka, mereka sudah pasti, tidak kenal dan tidak tahu saya sama sekali. Ini murni pemikiran saya dari sudut pandang saya sebagai orang awam, bukan dari sudut pandang politik sama sekali, yang selalu membingungkan  saya. Bukan simpatisan partai Golkar dan bukan anti partai PDI-P. 

Kemudian, isi surat tersebut juga memaksa, iklan tersebut harus segera diganti dengan attachment file yang dikirim sebelum ayam berkokok. Serta ada satu pesan bahwa jika ada yang tidak berkenan dan tidak suka, silahkan angkat kaki. Demikianlah kemurkaan yang terjadi dengan Ardie Bakrie.

Terlepas dari apapun yang sudah saya sebut diatas, bukan PRO tindakan Ardie, tapi saya merasa wajarlah jika Ardie murka. Sebagai pimpinan perusahaan itu, tentu hal ini sangat menyakitkan jika dilihat dari perasaan hubungan keluarga. Banyak istilah yang bisa melukiskan kondisi yang dilakukan oleh Ardie. " Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung " " Satu telunjuk tangan menunjuk keluar, sisanya menunjuk masuk kedalam " " Hargailah priuk tempat kamu makan " dan lain sebagainya.

Saya sih tidak perlu menjelaskan lagi apa arti pribahasa- pribahasa diatas. Saya meyakini, jika itu yang terjadi dengan saya, tentu saya juga akan marah, Tentu, tidak ada salahnya, jika memang mempunyai fasilitas, kita berhak menggunakannya. Artinya, memang mempunyai stasiun tv dan portal berita, saya pasti akan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Dan sudah pasti bukan untuk orang lain. Apa kekurangan uang? Apa perusahaan bisa bangkrut terima iklan yang notabene bisa membuat persaingan sebuah kompetisi semakin ketat ? Jika dipandang dari seorang karyawan, tentu juga harus menjaga tempat priuk kita, menjaga kapal yang menampung kita dalam mengarungi bahtera hidup. Menjaga lahan tempat kita mencari nafkah. 

Kalau kamu, cara pandang dan cara berpikir kamu bagaimana? Sah donk jika saya mempunyai cara pandang dan cara berpikir yang sama dengan yang Ardie lakukan. Perlu digarisbawahi, saya juga bukan pro Ardie. Kebetulan saja, dulu, beberapa tahun yang lalu, saya pernah diajarin bagaimana kita melihat kedalam, bukan melihat keluar. Dalam artian yang positif dan kasus tertentu. Seperti kamu sedang menunjuk, satu jari menunjuk keluar, sisanya lagi , 4 jari menunjuk kedalam, demikian juga dalam kehidupan, arti kesetiaan, kepercayaan dan saling menghormati dalam keluarga tentu sangat penting, berikut juga dalam sebuah perusahaan. 

Untuk keabsahan dari surat murka itu sendiri, saya sendiri tidak tahu bagaimana keasliannya, begitu juga iklan Jokowi yang muncul di VIVA.CO.ID, saya juga belum sempat mengecek ke portal itu.

With Love,

-semoga semua mahluk hidup berbahagia--






Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts