Tahu , Bisa dan Mau.. Kamu yang mana?

Banyak orang yang merasa tahu akan segala sesuatu hal yang ada didunia ini. Banyak dari kita yang merasa juga tahu pasti akan hal tersebut, merasa paham seluk beluk bahkan bisa menyebutkan dengan sangat detail. Tapi ketika, saatnya diminta untuk mempraktekannya langsung, belum tentu bisa. Ibaratnya, tahu teori , prakteknya tidak bisa. 

Bahkan, kebanyakan dari kita, adalah orang- orang yang seolah - olah sudah sangat terlatih untuk memberi komentar terhadap sesuatu diluar dari dirinya sendiri. Apa saja!!! Tanpa dimintapun, sudah otomatis mengeluarkan kata- kata yang terkadang bisa menyakiti orang lain. 

Sekilas lalu, sama seperti waktu masih dibangku sekolah dulu atau kamu yang masih duduk dibangku sekolah, sering dibicarakan, sekolah itu ibaratnya tempat teori. Setelah tamat, terjun kedunia kerja, apapun bentuknya, barulah dinamakan kehidupan yang sesungguhnya. Disaat itulah, semua ilmu yang kita dapat dari guru, kita aplikasikan. 

Pertanyaanya, berapa persen ilmu yang kamu dapat di sekolah, berhasil disalurkan dalam kerja praktek? Atau, sebaliknya, dari semua ilmu itu, tidak tahu bagaimana cara mengimplementasikan dalam bentuk nyata? Walaupun, secara teori , sudah sangat mahir , sebut sajalah selalu juara.

Saya dalam 2 hari ini, mendapatkan bahan diskusi yang hampir sama dari 2 orang yang berbeda. Mereka bercerita tentang "tahu, mau dan bisa". Keduanya berpendapat, orang yang tahu " satu hal " belum tentu bisa melakukan hal yang dia ketahuinya itu. Sudah tahu dan bisa ,belum tentu orang tersebut berhasil melakukan hal tersebut kalau dia tidak mau dan tidak punya niat. Sampai kapanpun itu!!

Balik lagi, memang semua tergantung pada pribadi dan karakter masing- masing. Ada yang memang tahu banyak, tapi tidak mau melakukannya. Ada yang ingin melakukan, tapi tidak tahu bagaimana melakukannya. Ada yang bisa melakukannya tapi tidak mau. Dan ....
Kamu yang mana???? 
Yang membedakan satu orang dengan yang lainnya adalah bagaimana kamu bisa selangkah lebih maju didepan dibanding orang lain. Artinya, kamu sudah tahu dan paham, bisa melakukannya dan mau melakukkanya.


Jadi lakukanlah yang terbaik untuk hidupmu sendiri, karena hanya kamu dan dirimu sendiri yang bisa melakukannya. Bukan orang lain yang melakukannya untuk kamu. Jangan menunggu hal yang kamu tahu dan bisa kamu lakukan, untuk dirimu, untuk orang lain, keluarga, lingkungan sekitar, syukur- syukur, bermanfaat dan bahkan bisa memberi energi positif, bisa merubah dunia dengan satu kerja yang sederhana saja sekalipun.

With Love,

-semoga semua mahluk hidup berbahagia-






Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar :

  1. bener karena semua adalah keseimbangan,diawali kemauan hingga berusaha agar bisa dan menuntaskan pada akhirnya akan tahu hasil dan segala perjalanan dari perjuangan.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts