[ Review Film ] Control : Kamu yang memilih saya untuk dikontrol !!!

Film Control yang dibintangi sejumlah nama besar seperti Daniel Wu, Yao Chen , Simon Yam dan Leon Dai berdurasi 90 menit dan disutradarai oleh Kenneth Bi. Sesuai dengan judul filmnya, menceritakan Mark yang diperankan oleh Daniel Wu dikontrol oleh seorang mafia dari belakang monitor. Mark adalah seorang penjual polis asuransi yang sangat berbakti kepada ibunya. Demi kesehatan ibunya, dia rela bekerja keras dan mengeluarkan banyak uang. Kondisi seperti inilah yang kemudian tercium oleh si mafia dan mengontrol diri Mark dalam melakukan segala aksi kejahatannya.


Film ini mengadaptasi kehidupan masa depan, menggunakan teknologi yang canggih mulai dari handphone yang transparan, monorel terbalik dan melayang , interior design bangungan yang modern hingga sistem komputerisasi yang luar biasa. 

Dimulai dari scene Mark ditangkap oleh kelompok mafia yang meminta kembali uang mereka dengan cara kekerasan. Segala aksi pembelaan diri yang dilakukan oleh Mark, membuat dirinya babak belur. Ketegangan pun sedikit mencair, ketika Mark mulai menceritakan bagaimana dia yang hanya seorang penjual polis asuransi bisa terlibat hingga sedemikian jauhnya. Mark mengaku dikontrol oleh seseorang, tapi dia tidak tahu siapa. 


Awalnya, sempat bingung dari alur ceritanya. Banyak tanda tanya yang muncul dari satu scene ke scene lainnya. Sama seperti Mark, saya juga sempat berpikir, dengan alasan apa, kenapa harus Mark yang dikontrol oleh si mafia? Ritme film ini cepat dan membuat penasaran. Walaupun tidak banyak aksi "action"- nya, film ini tidak membosankan. Karena hampir 50 % alur cerita ini adalah adegan percakapan. Adegan tembak menembak , bunuh membunuh , tonjok menonjok tidak terlalu dominan.

Yang pada akhirnya, terkuaklah, istilah hitam makan hitam. Mafia bos besar yang diperankan oleh Simon Yam menjadi korban sedangkan yang lainnya menjadi kambing hitam dalam aksi pembalasan dendam masa lalu Mark. Ternyata, ayah Mark bunuh diri dan Ibunya harus menderita penyakit gangguan jiwa akibat perbuatan salah seorang mafia. Mark harus menyaksikan, bagaimana jari tangan ibunya dipotong didepan mata dia. 

Film ini sedikit mengasah pikiran. Penonton dituntut berpikir dengan alur ceritanya yang maju mundur. Ada beberapa dialog yang meninggalkan pesan kehidupan. Untuk akting, Daniel Wu dan Simon Yam , tentu , tidak perlu diragukan lagi. Kedua bintang Hongkong itu sudah lama melanglang buana di dunia perfilman Internasional. 

Siapa sebenarnya Mark? Bagaimana dia bisa beraksi hingga sejauh ini? Berhasilkah Mark lolos dari segapan kelompok mafia itu ?  Film ini bisa menjadi salah satu pilihan kamu dalam mengisi waktu luang. Dan bagi kamu yang suka dengan teka- teki, film ini cocok dengan kamu. 

With love,

-semoga semua mahluk hidup berbahagia-


Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts