Waktu : Musuh lain bagi Manusia

Kangen berat sama rumahku ini. Sudah 3 minggu saya meninggalkannya, karena pekerjaan yang sibuk tidak menentu. Terkadang memang punya waktu kosong yang bisa saya manfaatkan untuk menuangkan isi pikiran, tapi terkadang diserang penyakit malas yang luar biasa. Yang akhirnya hanya bisa bengong didepan layar monitor tanpa berbuat apa - apa.

Kekosongan yang tercipta selama 3 minggu ini, tentunya juga mempunyai segudang cerita dan pengalaman hidup baru yang hanya akan menjadi bagian dari cerita hidup. Suka , duka , bahagia, senang, perasaan kesal, perasaan stres, amarah, deg-deg-an, tertawa lepas, tertawa sinis, dongkol dan ntah apa lagi bentuk ekpresi perasaan yang pernah saya alami itu. Semuanya menjadi satu. Suka atau tidak suka, toh sudah dilewati.

Waktu berlalu begitu cepat, bahkan begitu cepat. Hingga rencana untuk pulang ke Medan diawal Juni ini saja saya sudah melewatinya. Semua orang , siapa saja dari kita juga sudah tahu dan paham dengan amat sangat, waktu yang sudah dilewati tidak akan dapat diulang lagi, selamanya. Baik buruknya kehidupan yang berlalu itu hanya akan menjadi masa lalu, hanya bisa untuk dikenang atau mungkin bisa dijadikan guru , sebagai pengalaman hidup supaya bisa melangkah lebih baik ke masa depan.



Jika boleh, mari kita berhenti sejenak, pejamkan mata, ambil nafas yang dalam dan kemudian pelan - pelan dihembuskan, sambil memikirkan dengan tenang , apa yang sudah dilakukan untuk 5 bulan pertama tahun 2013 ini? Resolusi apa saja yang sudah dicapai ? Kehidupan seperti apa yang sudah dilewati selama masa waktu itu? Kebahagiaankah ? Kesempurnaan hidupkah versi masing-masing yang sudah dilalui? Atau kebalikannya? Berapa banyak perbuatan yang telah dilakukan ( sengaja atau tidak ) yang merugikan orang lain dan lingkungan? Berapa banyak perbuatan yang telah dilakukan yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan?

Dan apapun itu, bagaimanapun caramu dalam menjalani hidup ini, tetaplah ingat, bahwa satu detik itu hanya berlaku untuk satu detik itu saja, satu detik yang sama itu tidak akan pernah terulang lagi. Karena itu semua, manfaatkan waktu, gunakan detik per detik sebaik mungkin. Lakukanlah sesuatu yang menurutmu terbaik untuk hidupmu. Entah untuk hidupmu sendiri, untuk keluargamu, untuk lingkungan sekitar ataupun untuk negaramu.

Tidak ada satu orangpun didunia ini yang mampu perang melawan waktu. Siapapun !!!

Saat ini, waktu sudah menjadi musuh tersendiri bagi manusia selain diri sendiri. Setiap hari, setiap saat, manusia selalu kejar-kejaran dengan waktu. Ada yang jika boleh meminta, 1 hari itu jangan hanya 24 jam, ada yang minta, jika boleh mengulang kembali masa lalu, ada yang minta ,jika boleh, ada tambahan beberapa jam saja, mungkin semuanya akan jauh lebih baik.

Bangun dipagi buta, sudah harus bertarung dengan waktu agar tidak terlambat sampai kantor? Agar tidak terlambat masuk sekolah. Bertarung dengan waktu , agar tepat waktu sampai ditempat meeting dengan klien, kejar-kejaran dengan waktu agar tidak ditinggal pesawat, bus, kereta dan sebagainya. Harus lembur kerja sampai larut malam agar kerjaan bisa selesai tepat waktu. Melawan waktu untuk bisa capai target. Korbankan waktu untuk keluarga demi karier.

Dan setelah itu, setelahnya diperjuangkan. Apa?? Selanjutnya apa? Apakah yang kita perjuangkan sesuai dengan hasil yang kita inginkan? Setelah dengan sekuat tenaga, setelah dengan usaha dan mati-matian bertarung dengan waktu, apa yang kita dapat? Sesuaikah?

Bagaimana dengan kamu?


With Love,

Husin Peng

---Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia ---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts