Belajar tidak menghakimi siapapun karena apapun..


Masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan berita penangkapan artis ternama terkait narkoba diawal tahun 2013 ini. Para pemburu berita seakan tidak mau ketinggalan satu katapun yang bisa didapatkan dari berbagai narasumber yang kemudian bisa dijadikan headline, hotnews atau apapun istilahnya dimasing-masing media. Boleh dibilang,  hampir setiap saat, pasti ada update berita terbaru terkait penangkapan yang dilakukan langsung dirumah sang artis pada dini hari minggu itu. Berbagai spekulasi muncul begitu saja, berbagai berita muncul ke permukaan seakan menyihir si penerima berita seperti saya ini harus percaya dan telan bulat-bulat apa yang saja yang disampaikan media massa.

Saya, jujur pertama kali tahu berita itu ( waktu itu ) kaget dan sempat tertegun, yaa.. Raffi Ahmad, artis muda berbakat, sedang naik daun, presenter terkenal dan idola para remaja putri khususnya terlibat narkoba dan masuk kedunia itu, harus berurusan dengan pihak yang berwajib . Saya bukan penggemar Raffi, saya hanya sering nonton  di acara musik yang dipandunya setiap pagi disalah satu tv swasta.  Siapa sih sekarang ini tidak kenal Raffi? Hampir ( setiap ) hari wajah dia menghiasi layar kaca, berpindah dari satu stasiun tv ke stasiun tv lainnya. Dan sekarang Raffi terjerat kasus dan mengkonsumsi narkoba jenis baru yang bahkan Undang-Undang saja belum mengaturnya. Sejurus kemudian, terjadilah kehebohan didunia maya, kicauan sang burungpun tiada hentinya menyebut nama Raffi hingga akhirnya Raffi mencetak trending topik, malahan ada yang khusus memakai hastag #Raffiahmadpestanarkoba untuk setiap berita yang berkaitan dengan dia. Benar tidaknya dia mengadakan pesta narkoba dikediamannya, dini hari , pagi itu? Benarkah dia seorang pemakai ? Hanya dia yang tahu secara jelas. Pihak berwajib sudah menetapkan dia positif sebagai pemakai. Dan saat ini , dia sedang melakukan rehabilitasi di Lido.

Terkait pemberitaan yang menyangkut kasus ini, yang juga melibatkan Wanda Hamidah , Irwansyah dan Zaskia Sungkar, bermunculan kabar- kabar lainnya diluar dari kasus itu sendiri. Yang semuanya kita sudah tahu dan bisa kita nikmati secara lengkap diberbagai media massa baik tv, online maupun media cetak. Satu per satu cerita dikupas, satu per satu diumumkan ke seantaro dunia, seakan tidak peduli pada perasaan orang yang diberitakan. Tidak tahu atau tidak mau tahu akan kebenaran berita itu.

Wanda Hamidah, anggota DPRD asal PAN, seorang Ibu, yang setelahnya ini malah terkuak kabar sedang dekat dengan Raffi. Muncul pula foto dia sedang dugem dengan segala  aktivitasnya, yang selanjutnya ikut diciduk pihak berwajib dinihari pagi itu dirumah Raffi. Kenapa dia datang kerumah Raffi dini pagi itu? Ada urusan sepenting itukah? Berbagai spekulasi bermunculan, berbagai pertanyaan yang diikuti pembelaan atas semuanya. Hingga tidak kuasa menahan serangan - serangan yang menurutnya telah menyudutkannya saat itu, akhirnya berbicara secara jelas di blog pribadinya " Sampai Kapanpun Saya akan Perangi Narkoba ". Menjelaskan dirinya tidak bersalah, tidak terlibat sama sekali, bukan pemakai narkoba sesuai hasil tes yang sudah dilakukan yaitu negatif. 

Sedangkan Irwansyah dan Zaskia Sungkar  bersama beberapa orang lainnya yang terbukti tidak terlibat sama sekali. Yang sesuai dengan ceritanya, mereka tiba dilokasi pada saat penggeberekan itu sudah selesai dilakukan. Dan dari hasil tes menunjukkan mereka negatif dari obat-obat terlarang itu. Syukurlah.




Siapa sih tidak pernah mengalami masa-masa buruk? Siapa sih tidak pernah terjatuh dan terpuruk? Siapa saja juga bisa terjebak dalam lingkungan seperti itu? Kita tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi sama hidup kita selanjutnya, bahkan satu detik dari saat ini juga. Saya BUKAN dukung mereka atau siapa saja yang terlibat dunia gelap seperti itu. Saya bukan dukung dunia hitam seperti itu, dunia yang akan membunuh siapa saja yang masuk dan hidup didalamnya, dunia yang akan membawa kehancuran pribadi orangnya dan lingkungan sekitarnya serta bisa menghancurkan masa depan semua orang, masa depan bangsa, jika dunia itu tidak segera kita basmi bersama.

Saya hanya berpikir, biarkanlah mereka diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Biarkanlah hukum yang berbicara, biarkanlah mereka sendiri yang menanggung resikonya, bagaimana harus menghadapi keluarga sendiri, bagaimana harus menghadapi lingkungan sekitar, terlebih lagi adalah pertanggungjawaban kepada diri sendiri dan Tuhan. Toh mereka adalah manusia biasa yang tidak sempurna seperti kita semua. Hanya dia dan dirinya saja yang tahu, mengerti, mengakui , sadar dan paham , kenapa bisa terjun dan pilih jalan hidupnya seperti itu ? Kita tidak pernah tahu, apa yang terjadi dalam hidup mereka, sehingga mereka harus memilih jalan itu dan terjebak dalam kehidupan seperti itu. Saya yakin, setiap dari mereka itu pasti punya alasan tersendiri dan dari dasar hati sanubari yang paling dalam, mereka juga tidak mau hidup dan jatuh terpuruk ke dunia gelap itu. 

Saya selalu belajar dan terus belajar untuk tidak menghakimi siapapun, karena apapun itu. Karena saya tidak pernah dan tidak akan pernah berada disisi orang itu. Apa yang dia alami, apa yang dijalani, untuk alasan apa dia melakukan, karena apa dia bisa berbuat demikian. Tapi susah, apalagi kita bebas mengeluarkan pendapat, bebas mengungkapkan isi hati tentang apa saja yang terjadi dan bebas memberi saran kritik untuk apa saja yang menurut kita tidak baik. Jika hanya sekedar berpendapat sih wajar, boleh-boleh saja, asal jangan sampai menghakimi , sampai menghujat , berspekulasi ini itu, membuat berita yang belum tentu ada kebenarannya.

Beginilah pandangan saya sebagai orang biasa, yang dalam banyak hal masih belum mengerti, masih muda dan polos. Yang saya tau adalah harus menjauh dari dunia itu, sejauh mungkin hingga tidak ada celah buatku untuk bisa mencoba menjeratku masuk kedalam. Semoga, kita semua, yang tidak mengenal dunia itu, selamanya tidak menyentuh dan tidak tersentuh, semoga selamanya kita tidak jatuh kedalammnya. Dan bagi siapa saja yang saat ini sedang berada dilingkaran itu, ayo cepat, tinggalkan itu semua, loncatlah keluar dari sana, karena dunia diluar sini jauh lebih indah, lebih berwarna , lebih asik. Masa depanmu masih panjang, masa depanmu cemerlang. Semoga Tuhan memberi jalan terbaik bagi setiap hamba-Nya dalam menjalani kehidupan ini. Amin...

With Love,

Husin Peng
---Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar :

  1. Nice posting.
    Terkadang kita sibuk mencaci orang lain dan lupa bahwa dengan kesalahan diri sendiri.

    Kita tidak tahu apa alasan yang melatar belakangi mereka melakukan hal yang buruk. Namun bagi kita kesalahan harus dikecam. Ah.. perlunya cermin yang sangat besar. :)

    ReplyDelete
  2. "Saya selalu belajar dan terus belajar untuk tidak menghakimi siapapun"

    sama, saya demikian. sebab saya juga menyadari bahwa tak selamanya saya selalu 'benar'. ada kalanya saya khilaf dan tak menyadarinya. saya bukan malaikat yang putih hatinya, bukan Nabi yang selalu benar, saya manusia biasa yang harus banyak belajar.

    Hidup ialah proses. Orang lain di sekitar kita juga ujian. Jadi tidak perlu menambah dosa dengan ikutcampur masalah orang lain tanpa diminta. Men-judge juga ikutcampur kan?

    Salut! Postingan Ko Husin update! Bahkan tentang Raffi pun dicari hikmahnya, tapi dengan sorotan yang mungkin jarang 'dilihat' orang lain. keep blogging and sharing

    @ArthaAmalia

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts