Sejarah Makanan Cakwe Dari Jenderal Yue Fei

Masih di Hang Zhou, selain tentang Legenda Siluman Ular Putihnya ( baca disini ) yang mendunia, ternyata Hang Zhou sangat terkenal dengan makanan cakwe. Hampir seisi kota menjual cakwe. Sebenarnya sih, seluruh China ( baca disini ) ada saja yang menjual cakwe. Tapi, yang paling terkenal dan yang paling enak, katanya sih di Hang Zhou. Tidak berlebihan juga, karena asal muasal makanan cakwe itu berasal dari kota ini. Ada sejarahnya.


Sejak kecil, aku sering makan cakwe. Jika orang sekarang makan cakwenya kebanyakan campur di bubur. Cara makan seperti itu memang lazim dan umumlah. Kalau aku, makan cakwe sembari minum kopi. Jadi cakwe dicelupkan kedalam kopi. Cakwe diangkat yang masih ada kandungan air kopi didalamnya, kemudian cakwe dimasukkan kedalam mulut baru dimakan. Hadeh.. enak banget. 

Selama ini hanya tau makannya saja, tidak pernah tau , rupanya ada cerita dan nilai sejarah dibalik makanan cakwe itu. Setelah berkesempatan ke Hang Zhou, baru tau, oh... ternyata begini toh... Aku ceritain secara singkat saja ya.

Jenderal Yue Fei
Seorang Jenderal pada zamannya yang sangat terkenal jago silat dan tangguh bernama Jenderal Yue Fei. Sang Jenderal sangatlah dihormati karena kehebatannya dalam berperang. Beliau selalu dipuja masyarakat dan nama besarnya sangat dijunjung tinggi. Begitu juga dengan Kaisar, sangat memandang Jenderal Yue Fei. Posisinya kemudian semakin bersinar berkat prestasinya yang selalu berhasil dalam peperangan. Dipunggung sang Jenderal terdapat sebuah tato yang mempunyai arti khusus " Segenap Hati Setia dan Membela Negara". Tato itu dibuatkan sendiri oleh Ibunda Jenderal Yue Fei dan disaksikan oleh istrinya.

Lukisan sejarah kehidupan Jenderal Yue Fei
Kepopuleran Jenderal Yue Fei membuat iri hati dari pejabat - pejabat lainnya. Ada sepasang suami istri pejabat yang sangat benci sang jenderal kemudian membuat sebuah taktik untuk menjebak Jenderal Yue Fei. Tuduhan, fitnahan dan segala akal busuk berhasil merobek nama bersih Jenderal. Jenderal Yue Fei akhirnya dihukum mati oleh Kaisar.

Rakyat tidak terima, rakyat marah tapi tidak bisa berbuat apa- apa. Rakyat tidak berani protes didepan umum, tidak berani beraksi. Ceritanya, ada seorang bibi tua, sangking bencinya pada pejabat dan istrinya pejabat yang telah memfitnah Jendereal Yue Fei, meluapkan emosinya dengan membuat makanan semacam kue pagangan.

Takut ketahuan emosinya, si bibi tua itu, kemudian marah- marah kepada sepasang suami istri pejabat itu dengan menyebut mereka dengan nama lain. Saat kuenya mau digoreng, bibi tua menyebutkan : " Cha Kwe...Cha.. Kwe.." Dimana Cha artinya bunuh , Kwe itu nama samaran untuk sepasang suami istri pejabat itu. Kalau dikampung aku, dikenal dengan Yiu Cha Kwe. Ada tambahan kata Yiu, yang artinya minyak atau menggoreng. Jadi secara keseluruhan bisa berarti, bunuh si Kwe , goreng si Kwe. Bentuk cakwe kan ada 2 batang yang digabungkan jadi 1.Itu artinya 1 bagian si suami pejabat, 1 lagi bagian istrinya pejabat itu. Mereka sangat dibenci rakyat waktu itu.

Suami Istri Pejabat yang fitnah Jenderal Yue Fei
Saat berkunjung ke klenteng Jenderal Yue Fei, sangat ramai, dipenuhi turis lokal maupun manca negara. Dinding- dinding klenteng, samping kanan - kiri patung Jenderal Yue Fei berada, berisi lukisan - lukisan sejarah kehidupan Jenderal hingga menemui ajalnya dihukum mati oleh Kaisar. Kuburan asli Jenderal Yue Fei masih ada disana. Terletak dibelakang klentengnya, kata orang lokal, jenazah asli Jenderal dimakamkan.

2 Pejabat lainnya yang ikut fitnah Jenderal Yue Fei
Sedangkan sepasang suami istri dan 2 pejabat lainnya, dibuatkan patungnya. Berlutut dengan tangan diborgol dihadapan makam Jenderal Yue Fei. Dan, informasi saja, dari dulu, setiap turis lokal dari China yang ke sana, jika lewat didepan patung ini, pasti akan memaki dan memukul patungnya sambil ngedumel caci makiannya. Pemerintah sampai turun tangan, sampaikan pesan kepada para turis, patungnya tidak bersalah, patungnya hanyalah beton, pasir, batu dan semen. Patungnya tidak bersalah. Lagipula, ini sudah lama berlalu, ini sudah menjadi sejarah. Tetap saja, pas aku disana, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, para turis lokal China, memaki dan memukul patung itu.

Patung suami istri pejabat dipukul dan dicaci maki
Demikianlah cerita dibalik sebuah makanan sederhana. Teman makan kopi, teman makan bubur. Cakwe punya nilai dan sejarah yang begitu besar.

With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 komentar :

  1. Aku mau nya cakwe ama bubur kwantung atau bubur laota aja dech endesssss

    ReplyDelete
  2. dulu pernah tiap pagi sarapan ama cakwee terus sampe bosan. btw di pontianak ada yang namanya Tauswan dan makanannya ditaburi cakwee. yummy......

    ReplyDelete
  3. Ijin sadur ya bro...
    Thanks
    :)

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts