Manila Itu Ya Jakarta...

Sengaja, setelah dari Boracay, sebelum pulang ke Jakarta, main dulu 2 hari di Manila yang menjadi Ibukota Philippines. Tetap menarik hati untuk bisa melihat bagaimana kehidupan Pinoy dari dekat. Landed di terminal 4 sudah jam 8 malam. Penerbangan dari Boracay 1 jam, sama seperti saat dari Manila ke Boracay. Buat kamu, perhatikan terminal berapa dari pesawat yang akan membawamu ke Manila. 

Tanpa banyak cincong, aku melangkah keluar dari terminal dengan santai. Awalnya masih pikir mau naik jeepney, angkotnya sana. Terus kebingungan, belum sempat pegangan, #gubrak... sudah jatuh duluan... Celengak- celinguk sana -sini sekitaran bandara, eh, rata- rata pakai taksi menuju tujuan mulia.. #halahh,.. inikan judul lagu, Mars,  tempat aku kerja. #Haizz...


Macet, pastinya. Menurut info dari bapak taksi, beginilah Manila, tidak pagi, siang, malam, always jammed. Cenat- cenut sesekali, pikirin ongkos taksi bakalan mahal banget dari airport ke hostel. Pastikan si bapak taksi menyalakan argo dan selalu memastikan argonya berfungsi dengan baik. Hahaha.. takut buntung aja... Ini ada alasannya loh.. Reviews dari traveler yang dari sana, minta wanti- wanti kalau naik taksi di Manila. Bukan diminta jadi wantipres loh...

Rupanya, hanya sekitar bayar 180 Peso which is sekitar Rp 56.700,- untuk 30 menit lebih perjalanan dari bandara. Murah? Iya, memang murah. Transportasi di Manila tergolong murah. Kamu bandingkan saja deh, untuk waktu tempuh yang sama, sudah berapa yang harus dibayar kalau di Jakarta?


Distrik Malate, tergolong area yang ramai. Jalan kaki 10 menit sampai di Manila Baywalk, tidak perlu 10 menit ketemu Malate Church. Depannya sudah ada Jolibee, fastfood paling terkenal dan tersebar merata diseantaro Manila. Sehabis isi perut, karena sudah malam dan membutuhkan energi lebih untuk keesokan harinya. Kami istirahat saja dengan manis di hostel. 

Versi aku, Manila biasa- biasa saja. Dan benar, setuju dengan orang- orang, Manila itu ya Jakarta. Jalanan penuh dengan mobil, panas, gedung pencakar langit, isinya mall- mall. Tidak jauh berbeda. Kata orang, banyak scammed, syukurlah, selama aku disana, tidak ada kejadian aneh satupun. 

Bedanya, Manila sudah ada MRT dan LRT. Jakarta, Kapan??? 

Okey, untuk kamu berencana ke Manila dan tinggal di distrik Malate, aku kasih tahu nih alurnya....

1. Ke Malate Church dulu.
Jalan kaki tidak sampai 10 menit, kamu sudah bisa melihat gereja yang berarsitektur kuno.


2. Manila Bay Walk.
Tinggal menyebrang jalan saja, sudah sampai di Manila Bay Walk. Tempat ini dijadikan Pinoy melakukan sejumlah kegiatan seru, olahraga, berkumpul, sampai buat acara. Kalau di Jakarta, ya Car Free Day gitu. Tapi disini, dipinggir laut. Kebetulan saat itu, sedang ada perlombaan mendayung perahu.


3. Rizal Park
Jalan kaki 20 menit melewati kedutaan besar USA , Rizal Park seperti Monas. Dijadikan sebagai tempat olahraga juga, tempat bersantai dan berkumpul. Banyak anak muda yang memanfaatkan lapangan yang luas untuk latihan menari. Sekarang aku baru mengerti, kenapa begitu banyak kelompok anak muda yang latihan setelah mengikuti tontonan Asia Got Talent 2015. 


Rizal Park sendiri adalah sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang Pahlawan Philippine yang memperjuangkan kemerdekaan dibawah penjajahan Spanyol yaitu Dr Jose Rizal. Setuju sih, tidak ada yang istimewa dari taman ini, terkesan biasa saja. Hanya rasa nyaman dan bersih yang tercermin. Ada beberapa spot yang jika kamu mau masuk, kamu harus bayar. Seperti Chinese Garden, yang didalamnya juga tidak ada yang spesial.


Ya sudah sampai di Manila, tidak ada salahnya main ke Rizal Park, paling tidak menambah koleksi foto. Hehehee..


4. Intramuros
Okey, dari Rizal Park, kamu bisa melanjutkan jalan kaki menuju ke Intramuros. Distrik tertua di Manila ini sangat terkenal dengan peninggalan bangunan tuanya. Intramuros yang berarti didalam tembok , atau kota didalam benteng. Benteng ini dibangun dengan tujuan untuk melindungi bagian dalam kota dari serangan musuh. Intramuros ini didirikan oleh Spanyol pada abad ke -16.


Siapkan kamera kamu dan baterei yang penuh untuk hunting foto. Banyak sekali gereja tua dan bangunan bersejarah siap menunggu kedatangan kamu. Dari patung Pangeran Phillip , bank hingga museum Dr Jose Rizal ada didalam Intramuros.


Yang paling menarik perhatian turis, jejak kaki Dr Jose Rizal. Ratusan jejak kaki Beliau, ada didalam Fort Santiago melewati gerbang utama menuju luar komplek. Banyak kisah yang tidak terlupakan bagi orang Philippines yang terbungkus dalam sejarah kemerdekaan mereka ditangan Dr Rizal.


Keliling Intramuros butuh waktu panjang. Apalagi buat kamu yang suka wisata sejarah, rasanya waktu seharian tidak akan cukup. Jika kamu kuat, jalan kaki boleh dicoba. Ada alternatif sewa becak atau kereta kuda. Hitungannya sesuai dengan berapa lama yang kamu habiskan didalam sana.


Kami memilih menyewa becak yang hanya muat 2 orang. Penting, kamu wajib tawar - menawar. Karena aku bisa hebat sampai 1200 Peso untuk 1 becak. Kami pakai 2 becak.


5. China Town
Keluar dari Intramuros, naik jeepney langsung ke China Town. Baru lihat , China Town kali ini sepi dan tidak banyak hal yang bisa dilihat. Hanya sebentar saja, kami langsung ke Mall Of Asia. Naik jeepney 8 Peso per orang.


6. Mall Of Asia
Konon kabarnya, mall ini menjadi mall yang terbesar di Asia Tenggara, tapi belakangan, bermunculan lagi mall baru. Di Philippine, mall ini sudah menjadi mall nomor 3.

Seperti mall yang ada dikota - kota besar lainnya, mall ini identik dengan barang bermerek, bangunan yang mewah dan keren. Banyak restoran berjejer dan butik - butik ternama.


Mall ini penuh dengan Pinoy. Mau masuk saja harus antri panjang. Oh ya, satu hal lucu di Manila, entah dimanapun itu, security-nya pasti pentongan dari kayu dan ada senapannya loh.


6 tempat ini kami datangi dalam 1 hari saja. Setelah dari Mall Of Asia, kami sempat naik LRT bersama Pinoy dijam pulang kantor. Sebelumnya kami sempat naik angkot dulu ( bukan jeepney ) dari Mall Of Asia menuju station LRT / MRT.


Banyak kejadian yang menggelikan selama perjalanan itu. Salah satunya karena hepeng sudah hampir habis, akhirnya kami memutuskan untuk tidak jadi masuk ke Manila Ocean Park. Padahal kami sudah sampai didepan, bahkan diantar Pinoy yang kami tanyai alamatnya.


Hari berikutnya, kami ke pasar paling ramai dan paling besar di Manila. Aduh namanya lupa. Dari hostel langsung naik jeepney sudah bisa sampai. Lengkap deh, apapun dijual disini, dari pasar basah sampai kering, jual kain, baju, tas, mainan anak- anak. Apa saja ada deh.


Dari pasar, kami bermaksud menuju ke 3D Trick Eyes, eh.. sampai didepan bangunan, ternyata tutup setiap hari senin. Rasanya sakit. Tidak ada pilihan lain, balik ke hostel numpang duduk, kemudian bersiap- siap ke airport, untuk melanjutkan penerbangan kembali ke Jakarta. Dan liburan telah usai.



With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---


Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts