Before I Die I Want...

Trip ke Boracay telah usai dan meninggalkan kenangan indah yang tidak terlupakan. Hanya mereka dan aku saja yang paham dan mengerti, kenangan seperti apa yang kami miliki bersama selama 3 hari di Boracay. Termasuk deg- deg-an ketika diakhir trip, khawatir isi peluru tidak mencukupi pertempuran yang belum usai sepenuhnya. Bagaimana kami harus mulai gerilya di Manila sebagai penutup perjalanan kami? 

Spot ini yang paling keren, ada dilantai 3. Dinding 3 sisi dilantai 4 dipersiapkan untuk para traveler mengungkapkan keinginannya , apa yang ingin dilakukannya sebelum ajal menjemput.. Beribu mimpi dan angan- angan ada disana, dari yang paling gokil  sampai yang paling serius ada...  Mengajari pacarnya bisa berbahasa asing, tidak mau tua, belajar kite surf, ajak Batman naik dalam pesawat , aku ? Pasti, mau keliling dunia sebelum ajal menjemput, kamu ??? 
Segala keseruan yang berlangsung 3 hari itu, aku telah cerita dipostingan terdahulu. Yang belum baca, silakan mampir sebentar yuk, biar tahu saja sih.. 


Receptionist MNL , terletak dilantai 2. Naik lewat tangga samping. Lantai 1 adalah restoran.
Sebagai penutup kisah aku di Boracay, kali ini, aku mau share, mau nginap dimana sih di Boracay ? Berapa harganya? Mahal gak ?

Dari hotel kelas elite sampai hostel ada disana. Balik lagi, ke isi kantong masing - masing. Sesuai dengan budget tidak? Pilihan itu ada dikantong loh, bukan ditangan.

Dinding lain dekat receptionist.
Aku sendiri, akhirnya jatuhkan pilihan di MNL Hostel. Hostel ? Apa??????? Bakalan jorok. Bakalan bau. Bakalan ini... bakalan itu. I tell you ya,,, tidak demikian. Tentu, jauh sebelum putuskan ke MNL, aku sudah banyak baca, sebagai blogger amatir, blogwalking menjadi salah satu agenda donk, apalagi sedang membutuhkan informasi. 

Setelah naik tangga, lewati receptionist, langsung disambut ruangan ini. Ada lappie for public. Foto - foto travelers yang pernah nginap disana dipajang di dinding.
MNL Hostel, letaknya memang agak masuk. Tidak terletak langsung di White Beach, yang mana menjadi pusat keramaian turis dunia. Tidak perlu khawatir, di Boracay, kemana- mana mah dekat. Dari hostel, hanya perlu jalan kaki sekitar 10 menit saja ke White Beach, atau bakalan tinggal ngesot saja, bisa sampai di Bulabog Beach. Dekat sekali. Memang, Bulabog Beach bukan menjadi primadona. 

Ini view lainnya dari lappie tadi. Ada sofa , tempat berkumpul santai para traveler. Ruangan santai full musik. Ngangenin...
Sedangkan mau ke Puka Beach yang cantik itu, tinggal di hotel atau hostel apapun, kita harus naik tricyle atau saat Island Hopping, masukkan Puka Beach sebagai salah satu tempat yang mau dikunjungi. Selesai... 

Ruang santai lainnya dilantai 3. Bebas baca buku, atau sekedar mau duduk manis saja sambil tiduran..
Tricyle dipakai orang- orang lokal atau turis yang pergi ke tempat agak jauh, kayak yang hotelnya mahal itu kan letaknya agak sepi, atau ke Puka Beach atau juga sudah mau pulang, ya naik tricyle ke Port. Hotel elite, ada pantainya sendiri juga kok, kalau kamu mau lebih private , silahkan... Naik tricylce boleh share dengan penumpang lainnya.

Koridor ke dorm.. lupa foto isi kamarnya.
Setelah booked di MNL Hostel, aku sedikit khawatir, yang ikut trip aku kali ini, ada yang pertama kali joined aku, ada yang sudah pernah tapi belum pernah tidur di hostel. Apalagi cewek, agak ribet saja kalau kamar mandinya jorok apalagi aku pilih dorm. Bayangin deh.. hahhaa...

Tempat sarapan pagi, dapurnya lah...
Begitu melangkah masuk, wadeehhh... tidak salah pilih. AKU TETAP PILIH MNL HOSTEL. Tempatnya sungguh bersih, tidak bau dan nyaman. Design untuk setiap ruangannya kece- kece. Kamarnya yang lumayan sih, tergantung tamu yang ada didalamnya. Yang pasti adalah kamar mandinya ada beberapa dan dipisah dari toilet. Bersih. 

Nah ini , travelers sedang menyiapkan makanannya masing- masing.
Dapat sarapan lagi. Alakadar sih, tapi lumayan juga. Roti mau dipanggang , atau mau makan gitu saja. Ada berbagai jenis selai. Dapat 1 butir telur rebus. Minuman sepuasnya. Buah pisang dan nenas. Tempat sarapannya juga asik, terbuka , di roof top.  Self service yoo... makan sendiri, cuci gelas, piring , sendok dan garpu sendiri. 

Roof top, spot strategis. Paling ramai saat malam hari. Sayangnya, aku tidak sempat meleburkan diri saat malam tiba kala itu. Padahal full atraksi loh, ada BBQ bareng, dimana masing- masing bawa bahannya sendiri- sendiri.

Nginap di MNL tidak perlu merogeh kocek yang banyak kok. Aku bayar per orang di mixed dorm Rp 150.000 / malam. Termasuk dapat 2 handuk, satu handuk mandi, satu handuk pantai. Biar jelas, lihat foto - foto saja. Lebih puas bukan...??

Tapi ini bukan akhir dari sebuah perjalanan. Manila, ibukota Philippines, yang tidak jauh berbeda dengan Jakarta tercinta. Selanjutnyaa.....

With Love,

@ranselahok
---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

3 komentar :

  1. Eh... bisa nih buat ide bikin begituan di Indonesia kakah.. nice sharing

    ReplyDelete
  2. hope someday bisa kesana lagi ..heheheh

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts