Objek Wisata di Yangon, Myanmar

23 - 26 Oktober 2014

Biar nyambung baca artikel ini, kamu boleh baca dulu : 10 fakta tentang Myanmar, Episode menonton bersama orang Yangon, dan kehidupan sosialnya. 

Tidak perlu basa - basi lagi deh, berikut ini aku paparkan , ya eaalaah.. paparkan.. mau presentasi kali? Ada beberapa objek wisata disekitaran Yangon yang bisa kamu datangi hanya dengan jalan kaki. Iya jalan kaki. Hitungannya sih biar hemat. Tapi benaran kok, kalau kamu memang hobinya traveling versi feel citizen. Tergantung sih hostel / hotel budget mana yang kamu stay. Kebanyakan sih juga masih ada disekitaran Yangon Downtown

Jelas kan ? Carilah penginapan sekitaran Yangon Downtown. Area ini menjadi pusat keramaian kota, kamu bisa jalan kaki ( kalau mau ) kemana- mana. Seperti aku tinggal di jalan Botahtaung, sudah pasti dekat dengan Botahtaung Pagoda, perlu sekitar 10 menitan lah dari tempat aku tinggal. Dekat ke Yangon Downtown, sekitar 15 menitan. Dari Yangon Downtown, hanya butuh tambah 5 - 10 menit lagi, sampailah Sule Pagoda dan MahaBandoola Garden. Waktu tempuh balik lagi kemasing- masing ya, hitungan pada langkah kaki dan apakah berhenti tidak, sekedar melihat dagangan kanan kiri sepanjang jalan. 

Aku, hari pertama, jalan kaki dibawah rintikan hujan dicampur dengan sinaran matahari yang lagi kasih diskon, sehingga tidak begitu panas. 

1. Botahtaung Pagoda

Didalam Pagoda inilah tersimpan rambut Sang Buddha yang dianggap kramat. Kita boleh masuk kedalam pagoda ini, walaupun ruangannya sempit, seluruh ruangan ini dilapisi lempengan yang bernuansa emas. 

Diluar Pagoda, kita bisa keliling komplek Pagoda ini. Orang - orang lokal datang kesini untuk berdoa. Pagoda ini dibuka untuk umum, setiap hari dari jam 6 pagi - jam 10 malam. Entree fee nya USD 3 / orang. Kita diwajibkan lepaskan alas kaki. Titipkan saja ke counter tiket. Aku seperti menitipkan nyawaku ke mbak- mbak yang sedang tugas hari itu. 



"Mbak, kuserahkan seluruh hidupku ini kepada kamu..." aku langsung diamankan, dikira orang gila.

Takut hujan turun lagi, sebelumnya, turun reda turun reda, aku tancap gas ke Sule Pagoda. Berkat bantuan direction dari mbak tadi. Tidak lupa, aku tagih janji mbak itu, bukan tagih cintanya..

" Mbak, mana sandal andalan saya? " #Penting banget ya.

2. Sule Pagoda.

Butuh berjalan kaki sekitar 20 menit. Lumayan jauh sih. Jalan - jalan sore deh. Capek iya juga. Malas, tidaklah, namanya juga traveling. Asik dan menyenangkan. 



Dibantu seorang wanita paruh baya, hidupku dituntun sampai pada jalan yang benar. Dia sangat baik, terlalu baik buatku, karena itu, kami tidak cocok. Perbedaan usia menjadi kendala kami, tidak mau seperti RaffiYuni, aku akhiri saja hubungan kami sesaat kami sampai di Sule Pagoda. Kami berpisah begitu saja dan saling berjanji tidak akan saling menghubungi lagi. 

Kejadian sebenarnya ,

Aku tanya, apakah jalan ini sudah benar menuju ke Sule Pagoda ? Dia malah mengantarkan kami sampai di Sule Pagoda. 

Dari luar, Pagoda ini sedang renovasi. Turis boleh masuk kedalam komplek, tapi tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam pagoda. Tidak tahu, memang tidak ada akses, atau tidak boleh. Aku keliling secepat kilat, melihat dari luar, stupa yang menjulang tinggi. Tidak berlama- lama disini, aku kemudian memutuskan untuk mengunjungi MahaBandoola Garden yang tepat berada diseberang pagoda ini. 

Pagoda ini bisa dilihat dari empat sudut kota, terletak dipusat kota. Sehingga , dari kejauhan, entah pagi, siang, malam, kita bisa menikmati kemegahan pagoda ini. 

3. MahaBandoola Garden.

Yang namanya taman pasti banyak orang. Sama, orang Yangon memanfaatkan garden untuk santai dan menikmati hidup. Berkumpul dengan keluarga dan teman, ngobrol , baca buku, duduk bengong, olahraga, apa saja. Bebas masuk untuk umum, dibuka dari pagi sampai jam 6 sore.



Walaupun bebas, pengunjung taman ini harus mematuhi peraturannya. Mereka termasuk disiplin, tamannya terjaga, bersih, dan penting, tidak ada kerusakan fasilitas umum. 




Aku, tidak mau melewatkan begitu saja, sore itu. aku menikmati hidupku. Melupakan sejenak kepenatan hidup dan padatnya aktifitas yang membosankan. Aku tiduran, ya. tiduran, menghadap ke langit, mendengarkan kicauan burung yang saling bersahutan. Indahnya hidup ini dan damainya dunia ini. 



4. Swhedagon Pagoda.

Pagoda yang berumur 2500 tahun ini terletak dipuncak bukit Singuttara. Memiliki stupa yang dilapisi emas dengan tinggi 322 kaki, menjadi tempat yang sakral bagi umat Buddha disana. Kemegahan pagoda ini tercermin dari arsitekturnya sampai barang- barang peninggalan kerajaan. Waktu yang cocok untuk ke pagoda ini adalah dini hari atau sore menjelang malam. Kamu akan melihat sesuatu yang spektakuler.



Dibuka setiap hari dari jam 4 dini hari - jam 10 malam. Biaya masuk per orang adalah USD 8 / orang. Harus mengenakan pakaian yang sopan dan alas kaki dititipkan. Bagi orang lokal, Swhedagon Pagoda menjadi tempat yang paling penting dan wajib dikunjungi, paling tidak seumur hidup mereka, sekalilah kesini. 




Aku disini, lama. Menikmati sudut komplek ini, bahkan sampai berkenalan dengan cewe bule campuran Perancis - German yang sedang tugas di Bagan, sebagai guru bahasa Inggris. Sampai disitu saja. Tidak ada kelanjutan, walaupun saling add di facebook.

5. Bogyoke Market

Berburu souvenir menjadi salah satu ritual yang dilakukan traveler. Di Yangon, pusat dari segala pusat tempat belanja adalah Bogyoke Market. Mulai dari jualan pakaian, batu mulia, batu giok, pahatan patung dari kayu cendana, aksesoris, lukisan dan lainnya. 




Market ini cukup besar, terdiri dari 2 lantai walau tidak full. Belanja disini, tidak panas, nyaman dan bersih. Butuh ilmu tawar menawar juga loh disini. Harga souvenirnya tergolong mahal dibanding negara tetangga lainnya di ASEAN. 

Koleksi icon satu negara menjadi kebiasaan aku, akhirnya aku memilih piringan berupa ukiran pagoda. Cukup lama keliling untuk mendapatkan ini, karena soal harga yang mahal, sempat menjadi pertimbangan aku saat itu. Hehehe... 



Kaos - kaos bertuliskan Yangon, Myanmar, bergambarkan khas negara juga banyak. Lagi- lagi, harganya cukup mahal, dibandingkan kaos yang sama dinegara tetangga lainnya. 

Jika kamu berniat ke Swhedagon Pagoda, sebelumnya sempat mampir ke Bogyoke Market, alangkah baiknya beli sarung " Longyi " disini, lebih murah. Memang bukan satu keharusan untuk memakai longyi masuk kedalam komplek pagoda itu. Tapi jika merasa pakaian kamu kurang cocok, mereka minta kamu beli longyi disana , dan pasti jauh lebih mahal. 

6. Danau Kandawgyi

Layaknya one stop destination saja, danau ini dikelilingi restoran, hotel dan Yangon Zoological Garden. Bangunan restorannya berupa replika kapal kerajaan yang berbentuk burung Karaweik, yang menurut mitos adalah sejenis mahluk mitologi Myanmar yang bisa mengeluarkan suara merdu.




Replika kapal ini berfungsi sebagai restoran, jika kamu datang pada perjamuan makan malam, ada persembahan tari- tarian tradisional Myanmar.

Kebetulan, saat aku kesana, ditutup untuk umum karena ada acara, sehingga hanya bisa menikmatinya dari luar saja. Sungguh sayang. 

7. Sleeping Buddha.

Terdapat Sleeping Buddha berukuran besar, dengan panjang 59,28 m x 30,4 meter. Hebatnya patung Buddha ini dilapisi emas dan bertatahkan batu mulia. Sangat detail, dari wajah, telinga, mata, tangan sampai telapak kakipun terukir sangat jelas.



4 hari berada di Yangon, lebih banyak menikmatinya bersama, melihat dekat kehidupan sana. Selain 7 tempat diatas, objek wisata yang biasanya dikunjungi turis, ada 2 lagi yang aku tidak sempat datangi. Train city tour, keliling kota Yangon, sekitar 2 jam dengan memakai kereta api khusus turis. Harganya cukup murah, 300 Kyatt / orang. Karena satu hal dan lainnya, tidak jadi. Lainnya adalah, butuh perjalanan 8 jam pp keluar kota, yaitu Golden Rock. 

Sekilas deh tentang tempat wisatanya. Sekilas..?? Bacanya saja sudah malas, masih bilang sekilas. Hehehe... Sekian dan terima kasih.

With Love,

@ranselahok

Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar :

  1. halo.. nanya yahh..
    kalo dari downtown yangon tempat kita menginap ke shwedagon berapa jauh? kalo ke pasar boyogye seberapa jauh? ke taman yg utk baring2 tadi juga brp jauh? ukuran jauh berdasarkan perjalanan kaki.standar he he he makasih info nya.saya lagi nyari tempat menginap.yg dekat kalo mau jalan kaki,kemana maba.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts