Dari Hat Yai, Thailand sampai Penang, Malaysia

Tanggal 28 Juli 2014

Karena kecapaian, bangunnya jadi kesiangan, sekitar jam 9-an. Buru - buru mandi, langsung check out hotel. Rencana hari ini cukup padat, khususnya untuk sisa hari di Hat Yai. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah pasar Hat Yai. Pasar ini yang paling banyak dikunjungi turis, jual baju, celana, tas dan pernak- pernik lainnya. Ya, mau cari hadiah untuk kerabat disini saja. Oh ya, disini bisa tawar - menawar loh, ya harus pintar- pintarlah soal harga. Dari hotel ke pasar bisa naik tuk- tuk dengan harga @20 baht / orang. Sekitaran hotel sih sudah banyak yang menjajahkan dagangan mereka, kebanyakan sih souvenir dan baju.
Pasar Hat Yai
Pasar ada 2 tingkat, tidak panas, cukup adem, ada AC- nya sih, ditata dengan baik. Harga didalam gedung bisa lebih mahal ketimbang yang ada diluaran. Kalau mencari kaos bertuliskan Hat Yai dan Thailand, atau sesuatu yang berbau Thailand, ya mungkin lebih baik cari diluar. Banyak juga jajanan makanan yang dijual disekitar pasar, tapi karena berlomba dengan waktu, kami harus segera balik ke sekitaran hotel untuk mencari cemilan untuk oleh- oleh. 

Sekitar jam 12 siang, kami sampai deh disekitaran hotel, hanya tersisa waktu 2 jam untuk bereskan segala rencana yang sudah disusun. Belanja dan makan sepuasnya. Sambil jalan, sambil melihat pajangan kanan kiri, mulut juga sambil ngunyah. Mulai dari manggo stik rice, ayam goreng, ice cream, durian. Belum lagi tester pas ditoko, kenyang deh.

Nasi goreng
Asik berburu belanjaan, tiba- tiba turun hujan ditengah panasnya hari tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Mendung dulu kek... Kegiatan sejenak terhenti, ya walaupun tidak terlalu pengaruh sih. Ya cari alasan buat duduk dan sambil makan siang. Sepiring nasi goreng seafood sukses mengisi perut yang sebenarnya sudah 1/2 penuh. ( Nasi goreng seafood @100 baht ). 

Sudah kenyang dan hujannya sudah reda, saatnya berburu souvenir. Harga souvenir sih sudah ditentukan, tapi kalau kamu beli agak banyak, mungkin kamu bisa nawar, kali saja dikasih harga diskon. Kek saya waktu itu, dapat diskon lumayan juga, ya dengan sedikit ngotot.


Kemaren dibilang sama pemilik travel untuk tepat waktu, jam 2 sudah harus disana, jadinya, jam 1.30 kami bergegas menuju terminal. Naik tuk-tuk per orang @20 baht. Eh, ternyata jam 2 sampai disana, kami harus tunggu 1 jam lagi. Untuk mengisi waktu kosong, kami berjalan disekeliling terminal mencari tempat refleksi. Rencana pijat ini tidak tersampaikan, padahal dari semalam sih sudah mau pijat. Dan, tidak juga ketemu, kaki makin pedas saja, mesti jalan kaki lumayan jauh, eh malah tidak dapat. Tahu-nya sih ada, pas waktu datang bersama tuk-tuk, kami lewatin, tapi tidak tahu dilorong yang mana. 


Tepat jam 3 sore, kami dijemput. Bus Van 10 orang sudah diisi 8 orang lainnya, tinggal kami berdua, klop deh. Langsung jalan. Satu kendala nih, tips buat teman- teman lainnya, durian yang saya beli tadi, kan tidak sanggup dimakan, maksud hati ingin bawa aja ke Penang, Malaysia. Ternyata bau nyengat durian tercium oleh supir Van, diomelin sama bang supir. Untunglah dia ada box es kecil, durian dibungkus berlapis kemudian dimasukkan kedalam box itu. Aman deh. Kejadian yang sama ketika saya ngotot bawa durian dari Pattaya ke Simreap naik bus pada trip sebelumnya.

Dari Hat Yai, kami diantar sampai perbatasan untuk stempel paspor sebagai izin masuk ke Malaysia. Diperbatasan, kami harus tukar van ke bus besar yang berisi sekitar 30 orang , tetap ber- AC. Bus tidak langsung jalan, karena hanya berisi 10 orang, jadinya harus tunggu penumpang lain yang datang pakai van lain. Cukup lama juga, sekitar 1 jam lebih. Kesempatan itu, kami gunakan untuk makan durian sampai habis. 

Melewati perbatasan Thailand dan masuk ke Malaysia butuh waktu juga, macet. Begitu stempel paspor, tanpa basa basi lagi, bus melaju dengan sempurna dan tiba dengan selamat di Penang, Malaysia sekitar jam 9 malam. Last stop bus di KOMTAR. Kami memilih turun disana, karena lebih dekat ke penginapan. Turun bus, langsung cari tiket bus ke Kuala Lumpur untuk besok malamnya. 2 tiket bus Penang - Kuala Lumpur @45RM / orang sudah ditangan. jam 12 tengah malam.


Dari KOMTAR, naik taxi menuju penginapan bayar 25 RM. Biasanya tidak segitu mahal, karena sudah malam, supir taxi banyak alasan. Tinggal di Mutiara Gurney dengan harga per malam @45 RM ( kamar mandi diluar ). Taruh tas, jalan kaki ke Anjungan Gurney, pusat kuliner malam hari di Penang. Sudah hampir jam 10 malam, masih saja ramai. Yang mau makan, harus sabar antri panjang. Makanan halal juga ada dijual disini.


Puas makan, jalan - jalan disekitaran tepi pantai Gurney, hunting foto, pulang deh. Malam itu tertidur dengan pulas banget. Begitulah hari itu dilalui dengan hati senang gembira. Besoknya, main ke Penang Hill di Penang. Mau tahu keseruannya, tungguin lagi ya cerita selengkapnya...


With Love,

---semoga semua mahluk hidup berbahagia---






Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar :

Powered by Blogger.

Popular Posts