Berakhir di Twin Towers , Kuala Lumpur

Tanggal 30 Juli 2014

Situasi KL Sentral jam 6 pagi masih sepi, matahari belum nongol menunjukkan batang hidungnya. Hanya orang- orang yang sedang mengejar penerbangan via KL Express untuk menuju airport yang sibuk lalu- lalang. Beberapa restoran saja yang buka, kami memutuskan untuk mencari tempat nongkrong. Mc Donald, pagi itu sudah ramai. Setengah tempat duduknya diisi orang- orang yang kelihatan juga sedang menunggu waktu datang untuk melanjutkan penerbangan selanjutnya.

Suasana KL Sentral
Menunggu memang menjadi kegiatan yang paling membosankan, terlebih adalah menunggu waktu, dengan hitungan jam, menit dan detik. Terasa begitu lama. Tidak banyak hal yang bisa dilakukan di KL Sentral sepagi itu. Duduk bengong, melihat orang yang semakin lama semakin banyak, entah mereka yang sibuk dengan kopernya masing- masing, atau untuk menuju tempat kerja masing- masing. KL Sentral sendiri menjadi pusat transportasi yang menghubungkan kota KL. Dari KL Express, kereta cepat 28 menit ke airport, KL TRANSIT, RAPID KL, CAR PARK ,LRT dan MRT. Karena itu, KL Sentral ini sangat ramai dan padat.  Dan rencana hari terakhir adalah main ke Menara Petronas. Sebelum berangkat, supaya tidak berat- berat angkat, kami sewa loker yang disediakan pengelola KL Sentral. Harganya variasi, kami hanya sewa 1 saja dengan biaya RM 20. 

Penyewaan Loker
Akhirnya, waktu datang juga. Sekitar jam 9 pagi, kami menggunakan LRT dengan biaya RM 1 / orang, sudah bisa sampai di Menara Kembar Petronas, Twin Towers. Biaya transportasi yang murah. Turun di stasiun KLCC , kami jalan kaki melalui mall yang sebagian besar tokonya belum buka.

Antri LRT
Berada dikaki Menara Petronas, hal yang bisa dilakukan disana hanyalah menikmati suasana sekeliling, pemandangan taman dan foto- foto. Kebetulan saat itu suasana pagi hari yang masih belum begitu panas, banyak orang yang jogging disekitaran taman. Beberapa pengunjung terlihat sedang menikmati hidup, duduk santai, ngobrol. Ada 2 sisi yang bisa nikmati menara kembar itu, dari belakang dan depan bangungan pencakar langit ini. Sekitaran kaki Menara masih luas, jadi bisa jalan- jalan menikmati pemandangan indah lainnya, ini tepatnya bagian sisi belakang gedung mewah ini. Bagian dalam gedung ini , mall dan pekantoran. Untuk mall, boleh diakses siapa saja, untuk perkantoran, hanya untuk yang punya akses saja. 

Twin Towers
Selfie @Twin Towers


Hampir 2 jam juga kami disana, puas dengan aksi foto - foto, kami jalan- jalan ke China Town. Isi perut dan cari souvenir. Mungkin sekitar 1 jam saja kami di China Town, kami langsung kembali ke KL Sentral. Tetap menggunakan LRT- RM 1.

Dekorasi Mall - suasana Lebaran
Di KL Sentral, rasanya ingin mandi. Ada fasilitas mandi sih disana, ya bayar. Tapi cewek yang bertugas saat itu galak benar, niatnya terpaksa dibatalkan. Masak sudah bayar, harus dimarah- marahin lagi. Oh tidak deh... 

Taman
Pemandangan lainnya di Twin Towers
Tidak ada kegiatan lain, saatnya bengong lagi di Mc Donald. Kali ini tidak makan, hanya numpang duduk saja. Menunggu waktunya datang dan berangkat ke airport dengan menggunakan Bus A10. Perjalanan dari KL Sentral - KLIA memerlukan waktu 1 jam. Sesampainya di airport, sesudah check in dan melewati proses imigrasi, kami masih harus menunggu sekitar 2 jam lagi untuk mendapatkan penerbangan pulang ke Jakarta. 

Gedung keren lainnya
Saya sendiri memilih nongkrong disalah satu restoran yang ada, sekedar ngopilah. Eh, share meja sama satu turis India, cerita punya cerita, ternyata dia tidak bisa melewati proses imigrasi dan harus pulang ke negaranya lagi. Iya, ceritanya, visa yang dia apply untuk masuk ke Malaysia masih berlaku, tapi visanya itu tertempel dipaspor lama, sedangkan paspor sekarang yang baru diperpanjang. Petugas imigrasi tidak memberikan izin kepada dia untuk masuk dengan alasan tidak ada visa. Mau tidak mau, dia yang tiba pagi dan harus pulang lagi sorenya, tanpa bisa melewati imigrasi satu sentipun. Sharing itu menjadi bab terakhir perjalanan liburan lebaran saya kemaren. Sisi lain, pengalaman pahit turis India memberiku wawasan baru terkait visa. 

Gedung Mewah seberang Twin Towers
Penerbangan KL - Jakarta untuk 1 jam pertama tidak begitu mulus. Sabuk pengaman yang biasanya sudah dipadamkan beberapa saat setelah take off dan mencapai ketinggian yang nyaman. Kali itu, masih saja belum , malahan ada pengumuman dari pilot yang memberitahukan kepada para penumpang untuk tetap berada dikursi masing - masing dan memasang sabuk pengaman. Cuaca kurang bagus, pesawat beberapa kali mengalami turbelensi. Bawaannya, deg- deg- an saja, sampai pada akhirnya, situasi itu berhasil dilewati. Setelahnya, saya yang duduk didekat jendela langsung disuguhkan pemandangan yang luar biasa, Anugerah Tuhan yang luar biasa indahnya. Cuaca cerah dengan hiasan awan yang begitu indah. Tidak mau kelewatan begitu saja, momen itu saya abadikan dengan kamera.

Bus KL Sentral - Airport
Perjalanan berakhir, kembali ke kehidupan nyata, kerja keras, sibuk terus dan menghadapi macet yang belum kunjung selesai juga. Cari uang lagi, nabung , biar bisa jalan- jalan lagi. Hehehe... Demikian deh cerita kali ini, sampai jumpa dicerita perjalanan selanjutnya. Tunggu Oktober 2014, perjalanan seru di Yangon, Myanmar. 

Diatas ketinggian 35.000 kaki

With Love,

---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts