Mengejutkan, Respon anak 9 tahun atas Tragedi #MH17

Seminggu yang lalu, dunia dikejutkan dengan berita duka mendalam, duka kehilangan terbesar. Tepat tanggal 17 Juli 2014, sebuah tragedi menggenaskan menimpa pesawat sipil milik Malaysia Airline - #MH17, dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur DITEMBAK JATUH diperbatasan Ukraina. Semua penumpang berjumlah 295 orang yang tidak bersalah itu menjadi korban akibat politik negara yang sedang berkonflik.

Dunia berduka, dunia mengirimkan doa, dunia mengutuk aksi kejam atas tindakan yang tidak berprikemanusiaan itu. Semoga amal ibadahnya diterima- Nya., semoga mereka diterima disisi Tuhan dan diberi tempat yang sesuai dengan amal Ibadahnya. Amin.

Beberapa hari kemudian, secara tidak sengaja, saya membaca satu judul dari satu artikel yang ditulis seorang blogger Singapore. Artikel itu saya dapatkan pada saat sedang membaca "status" Facebook. Judulnya sungguh menarik hati untuk meng-klik link yang tersedia disana. Ternyata, isi blog itu, menceritakan , kisah satu pagi disatu sekolah di Singapore, seorang guru memulai pelajaran kelasnya hari itu dari tragedi pesawat #MH17. Begini kutipannya :

Satu kejadian yang spesial  dan menyentuh terjadi selama primer 3 kelas yang saya ajarkan hari ini .. itu terjadi karena kita berbicara tentang #MH17. 

Ketika di bus ke sekolah pagi ini, tidak sengaja. aku mendengar percakapan murid- murid saya tentang #MH17. Hanya saja, mereka tidak benar-benar tahu fakta atas  tragedi ini. Mereka tampak lebih tertarik membuat lelucon tentang bagaimana 'MAS mengkonfirmasi Habis' atau 'Malaysia tak boleh la sial' .. 

Kejadian ini membuat saya berpikir .. 

Saat aku masuk  ke dalam  kelas hari ini, aku mengatakan kepada murid-murid saya untuk tidak mengeluarkan  buku mereka dulu; bahwa kita akan memiliki sedikit pembahasan.. 

Saya kemudian menulis "MH 17" di papan tulis dan bertanya kepada mereka yang rata- rata berusia sembilan tahun, apakah ada yang tahu ?


1/3 dari kelas mengangkat tangan mereka, setengah dari itu sepertiga bingung termasuk MH370 sekalipun. Hanya 6 atau 7 tahu tentang tragedi yang baru terjadi. Jadi saya menceritakan tragedi yang menimpa MH17 kepada mereka tanpa menyebut mereka bagaimana banyak yang menjadi korban. 

Kemudian saya bertanya, "berapa banyak dari Anda peduli atau berpikir berita ini penting?". Hanya sedikit mengangkat tangan mereka. 

Jadi saya bertanya mengapa atau mengapa tidak? Beberapa murid dengan polos berkata "karena tidak mempengaruhi kita" sementara beberapa murid lainnya secara bersamaan mengatakan  bahwa mereka merasa sedih karena "tidak bisa pergi JB lagi" .. 

Kemudian saya menjelaskan bahwa #MH17 bukan hanya sekedar sebuah mesin yang terbang di udara yang kemudian jatuh  dan  menewaskan hampir 300 orang. 

Suasana kelas mulai berubah, murid- murdi mulai merasakan kehilangan terhadap nyawa yang tidak berdosa. Saya kemudian bertanya apakah ada yang ingin berbagi,  apa yang sekarang mereka pikirkan atau rasakan tentang tragedi #MH17 ?

Beberapa berdiri dan berkata mereka merasa benar-benar sedih karena seseorang kini telah kehilangan orang yang dicintai. Sekarang, semua ini adalah kutipan langsung yang keluar dari mulut anak yang baru berusia sembilan tahun. Saya hanya meminta mereka untuk berbagi apa yang mereka pikir atau merasa setelah memberitahu mereka jumlah orang yang meninggal. 

Saya kemudian memutuskan untuk mendorong sedikit lebih jauh dengan menggantikan  #MH17 ke SQ17 dan bertanya lagi berapa banyak yang akan peduli tentang berita tragis ini? 

Setiap orang di kelas mengangkat tangan mereka. 

"Seseorang yang kita tahu bisa berada dipesawat itu .. ayahku .. ibuku .. sepupuku .." Semua ini adalah pemahaman yang sama dari mereka. 

Saya kemudian berpikir tentang sebuah skenario dimana salah satu teman sekelas mereka tidak berada di kelas hari ini, karena dia berada di pesawat itu. Sekarang, bagaimana perasaan mereka tahu  bahwa mereka tidak akan pernah melihat teman sekelasnya lagi? 

Sedih. Menyesal. Bersalah .. Itulah kata - kata  mereka. Beberapa bahkan sudah mulai berkaca- kaca. 

Aku memutuskan untuk membungkusnya dengan berbagi cerita tentang betapa rapuhnya kehidupan yang tidak terduga ini. Bahwa kita harus membuat yang terbaik, menghargai orang yang dicintai karena kadang-kadang yang mungkin itulah kata- kata terakhir yang kita sampaikan.. 

Murid- murid menjadi sangat serius tetapi mereka mengerti. 

"Sekarang jika Anda ingin, aku ingin kalian berbalik badan ke orang disamping Anda, untuk memberi mereka tepukan di punggung dan memberitahu mereka bahwa Anda menghargai mereka". Seluruh kelas melakukan ini dan mereka tersenyum dan tertawa. Bahkan ada satu murid mengelilingi kelas untuk memberikan pelukannya kepada temannya.

Tidak semua pelajaran berasal dari buku teks. 

Mengingat #MH17 dan mengirim cinta kami dari kelas Primary 3- Singapore.

Begitulah, satu cerita sederhana dari satu ketika, seorang guru memulai pelajaran hari itu dengan cerita kehidupan yang begitu mendidik kepada para muridnya. Sang Guru mengingatkan kita, bahwa siapapun kita, tidak pernah akan tahu, apa akan yang terjadi pada kehidupan kita, untuk itu lakukanlah yang terbaik dalam hidupmu, buatlah hidupmu berkesan, buatlah hidupmu bahagia, berikanlah cintamu, berilah yang terbaik dan hargai momen- momen indah dalam hidupmu. Karena, mungkin saja, itu bisa menjadi momen terakhir dalam hidupmu.

Semoga ini, bisa bermanfaat bagi Siapapun Anda.

Yang ingin membaca kutipan artikel ini, bisa baca disini : sumber : http://therealsingapore.com/content/local-p3-teacher-asks-students-reflect-mh17-youll-be-shocked-their-responses.

With Love,

--- semoga semua mahluk hidup berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts