Punggung itu ibarat masa lalu...

Punggung, salah satu bagian tubuh manusia yang tidak bisa dilihat secara langsung oleh sipemiliknya pada umumnya. Bagian belakang dari tubuh itu hanya bisa dinikmati orang lain dan kita sendiri dengan bantuan kaca cermin. Mempunyai punggung yang indah, bagus , punggung yang atletis, punya sayap yang sempurna bagi binaraga, atlet atau kebalikannya, mempunyai punggung yang biasa - biasa saja, cenderung rata, tidak berbentuk dan terkesan seadanya, tetap saja pada satu kenyataan, tidak bisa dilihat dan dinikmati.


Begitu juga dalam kehidupan ini, setiap dari kita punya masa lalu, masa kecil, masa- masa yang sudah lewat, masa yang sudah tidak bisa diulang dan hanya bisa dikenang saja. Apakah itu, masa lalu yang penuh kenangan indah? Masa lalu yang bahagia, masa - masa yang penuh keceriaan, masa lalu yang selalu tersenyum tanpa harus pusing akan kehidupan ini ? Atau mempunyai kenangan masa lalu yang sebaliknya, masa lalu yang pahit, mempunyai kenangan buruk dimasa kecil, kenangan yang kurang bahagia, kenangan pahit yang selalu datang menghantui dan kemudian menjadi trauma. 



Apapun masa lalu hidup kamu, itu adalah masa lalu dan tetap menjadi masa lalu dan selamanya masa lalu yang tidak mungkin akan terulang lagi. Menjadi kenangan dan bagian dari hidup kamu yang pernah kamu lalui. 

Karena, satu detik setelah ini, sudah menjadi masa lalu....

Mari kita belajar dari punggung kita sendiri, belajar dari apa maksud dan tujuan terciptanya sebuah punggung. Kita selamanya tidak akan bisa melihat punggung kita sendiri, seindah atau sejelek apapun itu. Demikian juga dalam menghadapi kehidupan ini, kita tidak perlu lagi selalu memandang kebelakang, melihat ke masa lalu hidup kita yang bagi sebagian orang punya kenangan buruk ataupun bagi sebagian orang justru penuh dengan kenangan indah. Menjadikan masa lalu sebagain bagian dari pengalaman hidup, menjadikan masa lalu sebagai bagian dari pembelajaran hidup untuk melangkah lebih baik lagi kedepan.

Kita tidak bisa memilih masa lalu kita, tapi kita bisa menentukan masa depan kita....



Biarkanlah masa lalu menjadi kenangan dan apa adanya. Tidak juga harus malu atau tidak percaya diri akan masa lalu yang kurang begitu menarik ceritanya dan tidak juga harus terlalu berbangga dengan masa lalu yang indah. Yang penting, bagaimana kita meniti dan menentukan masa depan. Itu lebih penting. 

Sama seperti punggung, kemanapun kamu pergi, dia akan selalu besertamu, dia selalu mengikuti, selalu bersamamu, setiap saat, setiap waktu, setiap masa. Masa lalu juga menjadi bagian dari kamu, selalu berada dibelakang hidupmu,  kemanapun kamu pergi, tetap dan selamanya , hanya menjadi masa lalu.

Siapapun kita, yang mempunyai masa lalu yang kurang begitu indah ceritanya, lupakan, bangkitlah dan terus bekerja keras, tataplah masa depan. Tidak perlu meratapi masa lalu, biarkan dia menjadi teman hidup yang memberi pengalaman hidup untuk kita supaya lebih baik dan lebih baik lagi. Masa depan masih panjang, teruslah melangkah maju kedepan, songsonglah masa depanmu, raihlah hidupmu. Karena hanya kamu yang menentukan masa depan kamu, kamu yang menciptakan masa depanmu, mau cerita  kehidupan seperti apa, kamulah yang menulisnya sendiri saat ini juga. Semoga kita semua, mendapatkan apa yang kita impikan. Amin...

Ingat...Hidupmu ada ditanganmu sendiri..

With Love,

Husin Peng
---Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

9 komentar :

  1. melihat ke depan dengan melihat masa lalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. benerr.. melangkah kedepan dengan pengalaman masa lalu...

      Delete
  2. Tiada masa depan ato masa lalu, jam dirumah lagi mati :D

    ReplyDelete
  3. Makasi
    Ini brguna bgi sy krn blm bs mlupakan masa lalu pasangan sy yg notabene sgt tdk mngenakkn...
    Brusaha ikhlas tp sulit...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa bermanfaat ya...mksh sdh mampir....

      Delete
  4. benar juga ya, jadi baru nyadar. Tanpa cermin, kita takkan bisa melihat punggung dengan jelas. Hanya meraba, dan itu suatu ketidakpastian apakah benaryang kita raba itu jerawat punggung atau tahi lalat. Sama seperti masa lalu, kalau tak dilihat dengan 'bantuan' mungkin juga tidak kita sadari dan terambil hikmahnya. Mantap Ko, inspiratif!

    @ArthaAmalia

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts