Melestarikan Budaya Indonesia


SEJENAK MENGENANG MASA LALU "SAYA DAN TMII"

75fb407d3bafca786b218592cb3fda60_24maret
Tanggal 8 Juli 2012 yang lalu adalah untuk pertama kalinya buat saya berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah. Itu acara "charity day"yang diadakan oleh tempat kerja bersama anak- anak dari panti asuhan. Kesempatan itu yang kemudian membuka wawasan saya tentang Indonesia, tentang wisata Indonesia dan tentang Taman Mini Indonesia Indah itu sendiri. Karena saya berasal dari kota Medan, Sumatra Utara jadi untuk urusan wisata, kebanyakan didaerah , jarang atau hampir tidak pernah berwisata diluar dari Sumatra Utara. Seperti Brastagi dan Danau Toba, kedua tempat wisata alam yang paling populer dikampung halaman saya. Jujur saja, wawasan saya tentang Indonesia masih sangat sedikit. Termasuk budaya dan wisata di alam Indonesia.
Kemeriahan bersama anak - anak
Kemeriahan bersama anak - anak
Salah satu alasan kenapa saya kurang wawasan terutama tentang budaya dan tempat wisata Indonesia adalah karena lebih sering bermain ke negara tetangga. Selain jarak tempuh yang lebih dekat dari Medan dan harga tiket jauh lebih murah dibandingkan dengan melakukan perjalanan wisata tujuan dalam negeri, negara tetangga itu menawarkan paket wisata yang menarik dengan segala kecanggihan teknologi dan perkembangan trend masa kini. Saya merasa, banyak wawasan yang bisa didapatkan dari mereka, sebut saja, disiplin , taat peraturan, menjaga fasilitas umum, sistem bekerja yang cepat dan tepat waktu, kebersihan , keamanan dan kenyamanan. Saya bukan tidak cinta Indonesia, itulah yang saya rasakan , itulah yang saya alami selama ini. Kita semua, siapapun, harus belajar dan berubah, berkembang supaya bisa menyusul atau bahkan harus berada didepan mereka.

Tapi, mereka tidak mempunyai apa yang dipunyai Indonesia. Mereka tidak mempunyai beraneka ragam suku, bahasa, budaya ,adat istiadat, mereka juga tidak mempunyai keindahan alam yang terkandung di bumi pertiwi kita ini. Mereka juga tidak mempunyai kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Sayangnya, pemimpin bangsa kita lebih sibuk mengurusi partai dan politik, lebih sibuk mengurusi harta kekayaan pribadi masing- masing, sibuk memperkaya diri , mengisi kembali kantong setelah pengeluaran rupiah yang luar biasa besarnya hanya untuk mendapatkan satu jabatan tertentu. Inilah yang membuat kita, bangsa Indonesia, bangsa yang kaya akan segalanya jauh berada dibelakang negara tetangga, membuat kita kalah bersaing dengan mereka.

Setelah kesempatan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah tahun lalu, terbukalah pengetahuanku akan Indonesia. Berkunjung dari satu provinsi ke provinsi lainnya, membuatku berdegap kagum dan bangga sebagai orang Indonesia. Benar, semuanya juga saya pelajari di sekolah, banyak membaca lewat dunia maya, tapi selama itu saya hanya berpikir yang biasa - biasa saja. Itu hanya dibesar- besarkan saja. Kenyataannya luar biasa dan akhirnya saya membuat resolusi tersendiri untuk wisata dalam negeri. Saya ingin keliling Indonesia. Saya harus menikmati keindahan alam yang terkandung di Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke. Harus menginjakkan kaki di kilometer nol yang ada di Aceh, berfoto di Jam Gadang , Bukit Tinggi - Padang, bermain- main di pulau Seribu, melihat matahari terbit dari gunung Bromo, berada di Munaken sampai menyaksikan indahnya mahluk hidup dibawah laut di Raja Ampat dan tempat- tempat lainnya. Terhitung, saya baru pernah ke Bali, ke Yogyakarta mengunjungi Candi Borobudur,Pantai Prangtitis, ke Danau Toba dan Brastagi dan pantai Anyer. Tempat - tempat itulah yang kemudian membuat saya takjub akan Indonesia. Yang tidak pernah Anda jumpai dibelahan bumi manapun.

SEKILAS SEJARAH TAMAN MINI INDONESIA INDAH

TMII merupakan miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya mulai dibangun pada tahun 1972. Mniatur yang diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air ini dicetuskan oleh Ibu Siti Hartinah, mantan Ibu Negara yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Proyek TMII yang diresmikan pada tanggal 20 April 1975 berada diatas tanah seluas 150 hektar yang terdiri dari 150 rumah adat dan 18 museum. TMII memiliki logo yang pada intinya terdari dari huruf "T M I I " yang merupakan singkatan dari Taman Mini Indonesia Indah. Sedangkan maskot yang dipakai adalah tokoh wayang Hanoman.

BAGIAN - BAGIAN TMII

eab77a9cdff42f832fb5cc399c63d944_1000px-taman_mini_indonesia_indah_map_idsvg

BEBERAPA MINIATUR TMII

Keong Mas
Keong Mas
Keong Mas adalah teater dengan layar berukuran raksasa, jauh lebih besar daripada layar bioskop ukuran normal. Di Teater IMAX Keong Mas diputar berbagai film mulai dari film bertemakan lingkungan dan kebudayaan nusantara sampai film-film box office yang resolusinya diubah menjadi khusus untuk teater IMAX. Film IMAX yang diputar antara lain Indonesia Indah II, Force of Nature, T-Rex, Blue Planet, Arabia, Journey to Mecca dan lain - lain.
Rumah Gadang
Rumah Gadang
Rumah Gadang adalah rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dari provinsi Sumatra Barat.Rumah Gadang sebagai tempat tinggal bersama, mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri. Jumlah kamar bergantung kepada jumlah perempuan yang tinggal di dalamnya. Setiap perempuan dalam kaum tersebut yang telah bersuami memperoleh sebuah kamar. Sementara perempuan tua dan anak-anak memperoleh tempat di kamar dekat dapur. Gadis remaja memperoleh kamar bersama di ujung yang lain. Seluruh bagian dalam Rumah Gadang merupakan ruangan lepas kecuali kamar tidur. Bagian dalam terbagi atas lanjar dan ruang yang ditandai oleh tiang. Tiang itu berbanjar dari muka ke belakang dan dari kiri ke kanan. Tiang yang berbanjar dari depan ke belakang menandai lanjar, sedangkan tiang dari kiri ke kanan menandai ruang. Jumlah lanjar bergantung pada besar rumah, bisa dua, tiga dan empat. Ruangnya terdiri dari jumlah yang ganjil antara tiga dan sebelas.
Tari Jaipong
Tari Jaipong
Tari ini diciptakan oleh seorang seniman asal Bandung,Gugum Gumbira, sekitar tahun 1960-an, dengan tujuan untuk menciptakan suatu jenis musik dan tarian pergaulan yang digali dari kekayaan seni tradisi rakyat Nusantara, khususnya Jawa Barat. Tarian ini mulai dikenal luas sejak 1970-an. Kemunculan tarian karya Gugum Gumbira pada awalnya disebut Ketuk Tilu perkembangan, yang memang karena dasar tarian itu merupakan pengembangan dari Ketuk Tilu. Karya pertama Gugum Gumbira masih sangat kental dengan warna ibing Ketuk Tilu, baik dari segi koreografi maupun iringannya, yang kemudian tarian itu menjadi populer dengan sebutan Jaipongan.

PELESTARIAN TAMAN MINI INDONESIA INDAH

Taman Mini Indonesia Indonesia yang akan merayakan ulang tahun ke- 38 pada tanggal 20 April 2013 mendatang mempunyai visi mewujudkan Taman Mini sebagai augmented reality miniatur park. Serangkaian acara akan diselenggarakan dalam memperingati hari jadinya selama bulan April. Dan Taman Mini Indonesia Indah akan ditetapkan sebagai museum terbanyak dalam memberikan inspirasi. Bekerja sama dengan salah satu provider telepon , TMII saat ini sudah terpasang jaringan wifi di lebih dari 300 akses point di 97 anjungan yang memudahkan siapa saja yang ingin berbagi informasi tentang keberadaannya di TMII, berbagi pengetahuan yang didapat di TMII, menyebarkan energi positif kepada masyarakat Indonesia yang belum atau yang tidak tertarik dengan budaya Indonesia supaya datang dan menyaksikan sendiri kehebatan dan kekayaan alam Indonesia yang begitu luas yang dirangkum dalam satu area saja, Taman Mini Indonesia Indah, kemudian paling penting adalah memberitahukan kepada dunia internasional tentang Indonesia.
" Jika bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya bangsa kita sendiri?'

Museum Indonesia @TMII
Museum Indonesia @TMII

Sekarang ini, zaman sudah semakin canggih, pengaruh teknologi dan budaya luar semakin melebar dimasyarkat Indonesia. Untuk itu, kita sebagai anak muda bangsa, sudah saatnya ambil sikap dan bergandeng tangan memperjuangkan budaya sendiri. Budaya bangsa yang sudah diserang dari segala aspek kehidupan, budaya bangsa yang selama ini sengaja disembunyikan oleh penjajah. Dengan potensi diri yang dimiliki masing- masing individu, dengan kekuatan yang dimiliki masing- masing, marilah kita bangkit dan tunjukkan kepada dunia Internasional bahwa kita ini bangsa yang cerdas, bangsa yang kaya akan segala sumber daya alamnya. Jangan sampai kita kembali menjadi bangsa yang bodoh di mata dunia.

Kebanggaan Bangsa Indonesia
Kebanggaan Bangsa Indonesia

Pelestarian budaya itu sendiri mencakup pelindungan, pengembanganan dan pemanfaatan budaya. Dengan pelestarian budaya yang dimiliki bangsa berarti kita sudah ikut serta dalam membangun bangsa. Kemajemukan budaya Indonesia yang tersebar di pelosok daerah itu disatukan di satu tempat , di Taman Mini Indonesia Indah. Jadi, perlu untuk diketahui, bahwa Taman Mini Indonesia Indah bukanlah milik pribadi perorangan, bukan juga milik satu kelompok tertentu, Taman Mini adalah milikku ,milikmu dan milk kita semua.Marilah, kita semua, siapapun kamu, mari kita menyatukan semangat kebatinan merajuk benang merah untuk Satu Indonesia.

DARIKU UNTUK TAMAN MINI INDONESIA INDAH

Setelah berkunjung pertama kalinya ke TMII membukakan mata hatiku tentang Indonesia. Yang selama ini , saya menganggap sepele dan tidak akan ada yang spesial yang ada didalam TMII. Selalu beranggapan tidak ada hal yang menarik dari TMII. Dan hari ini, berkunjung untuk kedua kalinya dan mendapatkan kesempatan mendengarkan penjelasan dari pihak TMII, semakin jelas dan semakin luas wawasanku. Saat ini saya merasa takjub. Sungguh kaya Indonesia kita ini dan semuanya kini bisa dilihat secara dekat di TMII. Kita tidak perlu mengunjungi setiap daerah hanya untuk mempelajari budaya dan sejarahnya. Selain akan menghabiskan waktu yang cukup panjang , juga memerlukan kekuatan dana yang besar untuk bisa keliling Indonesia. Maka tidak heran, kalimat ini saya dengar : " Jika mau keliling Indonesia, datang saja ke Taman Mini Indonesia Indah "

Semoga kedepannya, semakin banyak orang yang seperti saya yang miskin akan budaya bangsa sendiri, bisa mendapatkan kesempatan berkunjung ke TMII. Yang artinya, pihak TMII juga harus ekstra kerja keras untuk mensosialisasikan tentang keberadaannya, tentang ilmu pengetahuan yang terkandung didalamnya, mensosialisasikan ke daerah- daerah di seluruh Indonesia. Dan semoga dengan bekerja sama dengan provider itu, masyarakat Indonesia lebih mudah mendapatkan informasi apapun tentang jati dirinya sendiri, sebagai anak bangsa, bangsa Indonesia. Amin

With Love,

Husin Peng

--- Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia---
Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts