Luxembourg,Negara Mungil Super Indah.

Tanggal 21 April 2018.

Pemandangan dari bawah kota tua.
1 Euro = Rp 16.965,-

Setelah dari Belgium, bisa baca disini, penginapan di Brussels, aku ke Luxembourg, negara mungil yang aku yakin indah dan aku bakalan suka. Awalnya bingung, mau menghabiskan berapa hari di Luxembourg? Nah, setelah cek ke Agoda, buset, langsung mundur teratur, semua penginapan ( entah kebetulan, waktu aku kesana saja, harganya melambung atau memang seperti itu biasanya). Rata- rata per malam diatas Rp 1.200.000,-. Memang kategori hotel sih. Sedangkan untuk ukuran hostel, yang murah, letaknya agak jauh dan tidak ada yang kosong.

Penampakan kamar hotel. 
Kemudian, aku pikir, apa daily trip saja. Naik bus pagi- pagi biar tiba di Luxembourg sebelum siang, terus naik bus paling malam dari Luxermbourg ke Frankfurt. Backpack titip saja di loker dekat station kereta. Hadeh, entahlah.. sampai akhirnya, aku pikir, untuk menikmatinya, ya sudahlah. Daripada grasak-grusuk, tidak enjoy, terburu- buru, aku memutuskan untuk menginap 1 malam di Luxembourg. 
Central station. Tepat berada diseberang hotel.
Ngubek- ngubek Agoda, cari yang paling dekat dengan bus station baik ntar tiba maupun mau berangkat dari Luxembourg, gampang. Aku juga sempat baca, untuk kota tuanya, masih agak jauh dari station. Bagi aku, itu tidak terlalu masalah. Jalan kaki berjam- jam tidak apa, yang penting tidak sambil bopong backpack kayak di Brussels saja. Karena kalau memang mau nginap sekitaran Kota tua, amsiong cuyy... 

Dan aku dapat yang paling murah diantara yang mahal buat aku. Bayar 90 Euro hanya untuk 1 malam saja. Tepat diseberang central station, atau jalan kaki 5 menit dari tempat perbehentian bus. Kamarnya bisa untuk berdua. Dapat sarapan gratis, erhm.. sarapannya sih okey punya lah, sarapan kategori hotel, tapi bukan sarapan ukuran hotel bintang 5 ya.. hahahaha.. Yang pasti, ada wifi gratis, kamar mandi bersih dengan shower air panas. 
Pusat keramaian kota.
Oh ya, aku dari Brussels naik Ouibus ke Luxembourg. Aku bayar 33,87 Euro untuk sekali jalan dengan menempuh lama perjalanan 3 jam. Kenapa Ouibus ? Karena untuk waktu dan harga, dia yang paling cocok dengan kemauan aku saat itu. 

Luxembourg itu sendiri....

Diapit Belgia, Perancis dan Jerman, membuat Luxembourg menjadi alternatif tambahan bagi kamu yang sudah tiba di ketiga negara tadi. Akses keluar masuk bisa menggunakan bus, kereta api bahkan pesawat terbang. Kota yang sekalian negara itu memang mengasyikan. Tenang, bersih dan nyaman. Walaupun kecil begitu, negara ini tidak kalah dari negara tetangganya. 

Dan aku setelah checked in, aku dikasih city map Luxembourg sama staff hotelnya. Aku dikasih tahu sekilas tentang mau ngapain saja disini. Aku mah iya- iya saja. Lah, kebiasaan buruk aku sekarang, lebih suka jalan kaki tidak karuan, jalan tidak jelas, jalan sampai nyasar entah kemana- mana. Yang penting, mata ini lihat apa, tinggal perintah kaki jalan kesana saja.

Suasana kota modern-nya.
Dari hotel, aku jalan kaki sesuai petunjuk si mbaknya. Katanya sih bisa naik bus. Aku, pasti, jalan kaki. Selain bisa lihat- lihat apa saja yang aku lewati.

Sekilas tentang penjelasan si mbak hotel tadi, dia bilang, kalau Luxembourg itu semacam kota 2 lapis ( kue lapis kaleee aaaahh... ). Ya betul adanya. Pemandangannya super indah. Kece badai. Kotanya bersih dan tertata. Setelah melewati jembatan, aku merasa disitulah, objek wisata dimulai. Terlihat keramaian orang- orang. Aku yang tidak tahu, mau belok kanan atau kiri, hanya ikutin jejak kaki orang- orang itu saja. Aku sih percaya, mereka petunjuk sejatiku. Dan benarnya saja, aku dibawa ke pusat keramaian kota. Ramai sekali. Aku sendiri tidak percaya, karena jika tidak masuk melewati jalan kecil itu, Luxembourg terkesan sepi dan begitu - begitu saja. 
Suasana kota modern Luxembourg.

Karena ramai dan tidak tahu mau ngapain. Aku menyusuri jalan- jalan kecil yang ada. Belok kanan, belok kiri, eh, tidak tahunya, ketemu sebuah taman yang tidak ada orangnya. Niatku sih, ingin duduk sendirian disana. Terus melihat ada tangga turun kebawah, terus lihat ada pemandangan, ya langsung tancap gas ke sana.

Pemukiman penduduk.

Begitu sampai disana, aku takjub. Ya ampun. Indah banget. Aku bahkan betah banget, walaupun tidak ngapa- ngapain. Disini, cukup sepi. Kemudian, aku ikutin langkah kaki untuk turun ke bawah. Yups, tepatnya, dibawah sana adalah rumah penduduk. Benar- benar bersih. Udara sejuk. Santai. Aku suka. Itulah kenapa, aku suka jalan kaki tidak jelas, terkadang bisa menemukan tempat takjub yang tersembunyi. 


Pemandangan ke kota tua dari atas.
Jalan kaki menanjak kembali ke atas. Perlahan tapi pasti. Sampai di sebuah taman, pemandangannya bisa buat mata serasa tidak mau berkedip. Menikmati sisa hari itu dengan duduk di sebuah kursi sambil mensyukuri hidup yang penuh berkah ini. Menikmati apapun yang ada didepan apa. Indah. Sungguh indah.
Pemukiman penduduk.
Rasanya sayang jika harus segera kembali ke hotel jika tidak karena waktu yang semakin sore. Sebenarnya disisa sore itu, aku ingin jalan turun lagi ke kota tua yang ada didepan taman, tempat aku duduk. Setelah hitung- hitung, kemungkinan turun dan naik kembali, matahari akan segera kembali peraduannya. Niat itu aku urungkan. Aku sih pikir, kan besok masih ada waktu sampai jam 5 sore. Aku kembali besok saja.

Besoknya...

Setelah sarapan dan checked out dari hotel, sekitar jam 11, aku kembali ke kota tua. Bacpack titip di hotel. Pertama sih, langsung ke api abadi. Infonya, api ini tidak pernah padam sepanjang tahun. Siang itu, matahari terik banget, walaupun terasa adem.

Sarapan dari hotel.
Awalnya agak heran, kenapa ramai banget dan pada pakai pakaian olahraga? Apakah di Luxembourg juga ada car free day kah? Terus suara musik, semakin jalan dekat ke kota tua, semakin kencang. Oh ternyata sedang ada lomba lari.

Hebatnya, medan untuk lari-nya naik turun kota tua. Aku yang jalan kaki saja gempor, apalagi ikut lari? Hebat... Aku hanya bisa menikmati kesempatan itu. Ada jalan yang diblok khusus pelari, sedangkan untuk pejalan kaki, tepatnya semacam turis, disediakan jalur khusus juga. Karena tidak sanggup lari, aku jalan kaki mengikuti arah rute para pelari itu. Walaupun bukan 1 jalur.

Lari...Lari... Kejar impian kamu...

Tidak terasa capek dan letih. Iya, pemandangan yang dilewati bisa menghiptonis aku dari rasa lelah yang sedang aku alami saat itu. Bagus banget kota tua-nya. Ini untuk aku. Tidak tahu kalau kamu? 

Aku sempat main ke sebuah taman didekat jembatan penyebrangan. Seisi taman, ya buat orang- orang bersantai. Aku lihat banyak pelari yang kelar lombanya, istirahat disana. Aku tidak terlalu lama disini. Karena jam 5 sore, aku akan naik bus ke Frankfurt, Jerman. 


Di Kota tua.
Note: Kabarnya naik bus dalam kota, gratis. Tapi harus cek kebenaranya. 

Ranselahok in action...
Luxembourg, i love you....

With Love,

@ranselahok
---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
















Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts