[ Review Film ] : X- Men : Days Of Future Past , Balas Dendam Demi Kaumnya

Keren, satu kata ini yang bisa terucap dari mulutku. Dari awal sampai akhir,  film X- Men : Days of Future Past, yang disutadarai oleh Bryan Singer, menyuguhkan cerita fiksi masa depan yang penuh dengan kecanggihan teknologi komputer. Dimulai dari adegan pertarungan antara Bobby dkk, ( peradaban mutan ) melawan  robot - robot raksasa ( Sentinel ) yang ingin menghabisi para mutan tanpa tersisa satupun. Banyak sekali aksi ala super hero yang ditampilkan pada set pertama ini. Scene ini berakhir dimana Kitty, berhasil membawa mereka semua ke dimensi waktu yang lain.


Tidak ada cara lain untuk melawan robot raksasa Sentinel selain kembali ke masa lalu, 50 tahun yang lalu, dimana sebelum robot- robot itu diciptakan. Wolverine kemudian dikirim melalui kekuatan yang dimiliki Kitty, misi yang diemban adalah menghentikan Mystique ( Revan ) yang diperankan oleh Jennifer Lawrence membunuh Trask, professor yang mendalami ilmu tentang perkembangan para mutan sebagai aksi balas dendam kepada sang professor yang telah membunuh banyak kaumnya.

Logan, Wolverine yang diperankan oleh Hugh Jackman, sukses kembali ke masa itu, sebelum mencari keberadaan Mystique, dia harus mendapatkan dari Professor X dan Magneto versi masa muda. Banyak adegan seru yang ditampilkan disini. Berbagai kekuatan super mutan dipamerkan disini. Satu aksi keren saat mereka membebaskan Erik, terpidana yang telah membunuh Presiden JFK yang memiliki kekuatan super mengendalikan logam.

Mereka akhirnya bertemu di Paris. Masing- masing mutan mengeluarkan kekuatannya. Tapi tidak disangka, Erik, yang dimaksud untuk membantu misi mereka, ternyata berbalik arah, menjadi musuh dalam selimut, ingin membunuh Mystique yang dianggapnya bisa  mencelakai kaum mutan lainnya. Menambah satu musuh , membuat Logan dkk harus bekerja ekstra keras. Dimana, Logan masih berada didimensi antara masa lalu dan masa saat sedang ditransfer Kitty. Tidak jarang, ketika Logan mendapatkan serangan dan membuatnya marah, Kitty harus berusaha menenangkannya, sampai Kitty terlukai akibat serangan babi buta dari Logan.


Dicampur dengan permainan politik, film ini menjadi lebih hidup dan alurnya bagus. Memang film fiksi, tapi tidak menyuguhkan fiksi ilmiah, disini perasaan seorang perempuan juga dimainkan, bagaimana ketika Revan dan Professor X kembali bertemu. Untuk masalah akting, sudah tidak perlu diragukan lagi. Perpindahan dari scene ke scene berikutnya juga smooth, tidak membosankan. Mata ini saja dibuat tidak berkedip, takut ketinggalan. 

Pada puncaknya, para Sentinel berhasil melacak kembali keberadaan Professor X dan para mutan sedang berada di Cina. Satu sisi, Kitty sedang mentransfer Logan ke masa lalu dengan misinya, sisi lain, para mutan, Strom dkk harus melawan ratusan robot raksasa yang datang menyerang. Satu per satu tewas dalam pertarungan sengit itu. Akhirnya, Kitty kembali berhasil membawa mereka semua ke satu dimensi waktu yang lain, ketika sesaat sebelum Sentinel menghancurkannya. Sedang di masa 50 tahun yang lalu, Professor X berhasil dengan kekuatan pikirannya, mengontrol Mystique untuk tidak membunuh Professor Trask. Begitu juga, Erik kembali ke jalan yang sediakalanya, menjadi teman dalam misi tersebut.  


Film ini ditutup dimana Logan terbangun pada satu dimensi waktu, disekolah, dimana para mutan masih hidup dan banyaknya murid yang sedang belajar. Dia juga bertemu kembali dengan Jean, Professor X, Storm dan lainnya. Film superhero besutan Marvell ini wajib ditonton, X- Men yang sudah ada beberapa sekuelnya ini, tetap menarik hati. Saya kasih 4 bintang untuk film X- Men : Days of Future Past. 


With Love,

---semoga semua mahluk hidup berbahagia---



Share on Google Plus

About ransel ahok

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts